KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

8/12/12

RAPAT KOORDINASI EVALUASI PELAKSANAAN  SLPTT, SLPHT DAN SL IKLIM

 Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dari tanggal 8 sd 10 Agustus 2012, bertempat di Hotel Lor In, Sentul, Citeureup – Bogor.
Acara dibuka oleh Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Tanaman Pangan. Kegiatan dihadiri oleh Kabid Tanaman Pangan seluruh Indonesia, Pemandu SL, Petani SL, Narasumber dari instansi, Perguruan Tinggi (IPB, Unbraw, UI).
Kegiatan ini membahas Evaluasi SLPTT, SLPHT dan SL Iklim. Permasalahan yang ditemukan, solusi pemecahannya serta arah kedepan akan diperbaiki sejak perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan di lapangan.  Tujuan kegiatan ini adalah ingin menghasilkan saran perubahan pelaksanaan kedepan SLPTT, SLPHT dan SL Iklim. Hal ini untuk menjawab bahwa pelaksanaan SL tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah, tujuan dan sasaran SL, serta kemungkinan apakah bisa diintrasikan ketiga SL tersebut menjadi satu SL. Selain itu akar permasalahan SL ini replikasinya berjalan lambat , oleh karena itu hasil evaluasi ini dapat dirumuskan menjadi bahan utama untuk perbaikan pelaksanaan SLPTT, SLPHT dan SL Iklim Tahun 2013

3/23/12





JAMBORE VARIETAS HORTIKULTURA DATARAN TINGGI TAHUN 2012 

 Panen Kentang yang dilaksanakan Wamen Pertanian Dr. Rusman Heryawan bersama Bupati Kab. Garut, dan para tamu undangan dalam rangka kegiatan Jambore Varietas Hortikultura Dataran Tinggi Tahun 2012 Jambore Varietas Hortikultura Dataran Tinggi Tahun 2012 dilaksanakan di Desa Cikandang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat dan akan berlangsung dari tanggal 6-9 Juni 2012. Wakil menteri (wamen) Pertanian, Dr Rusman Heryawan, mengaku bangga dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan jambore tersebut dapat bermanfaat bagi para petani. Dikatakan Wamen bahwa petani telah banyak mengetahui soal-soal teknis mengenai pertanian,namun Wamen berharap agar para petani dapat terus meningkatkan pengetahuan serta wawasannya dalam bidang pertanian dan meminta agar para petani dapat memanfaatkan jambore ini untuk arena belajar. “Paling tidak, pulang dari acara ini, petani dapat membawa pulang ilmu baru dan wawasan baru.

 Karena tantangan petani itu terus berkembang," kata Wamen dihadapan ribuan petani saat pembukaan. Selain terdapat ratusan stan yang menampilkan berbagai hasil produksi pertanian, pada jambore ini juga tersedia sekitar dua hektar lahan yang ditanami berbagai tanaman seperti buah-buahan dan sayuran varietas hortikultura yang turut dilombakan. Tujuan dari kegiatan Jambore Varietas hortikultura ini adalah untuk mensosialisasikan keunggulan berbagai varietas dataran tinggi hortikultura kepada petani dan masyarakat umum. Pengenalan ratusan varietas tanaman hortikultura ini sangat penting untuk dapat memperkenalkan beragam varietas dan jenis tanaman hortikultura dan diharapkan dapat memperkaya wawasan petani dan berbagai stakeholder dalam hal pembudidayaan tanaman sayuran untuk berbagai pemanfaatan. Sementara peserta jambore terdiri dari Produsen Benih, Balai Penelitian, Petani, Petugas Pertanian dari Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, Pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah demonstrasi varietas unggul hortikultura, beberapa produsen benih swasta yang berpartisipasi dalam Demonstrasi Varietas Unggul adalah : 1. PT East West Seed Indonesia, 2. PT Bisi/ Tanindo, 3. PT Benih Citra Asia, 4. PT Mulia Bintang Utama, 5. PT Takii Seed Indonesia, 6. PT Clause Indonesia, 7. PT Seminis, 8.PT Primasid Andalan Utama, 9. PT Agri Makmur Pertiwi, 10. PT Namdhar, 11. CV Matahari Seed, 12. PT Sang Hyang Seri, 13. PT Nunhams Sementara produsen benih kentang dan sayuran lokal yang berpartisipasi adalah : 1) Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2) Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara. 3) Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. 4) Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. 5) Dr. Sudarisman NTB. 6) Prof. Baharuddin, Sulawesi Selatan. 7) M. Khudori, Garut.

 KOORDINASI PENGENDALIAN OPT PENGGEREK BATANG DI KAB. BEKASI 
Pertemuan Koordinasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Penggerek Batang dilaksanakan di Dinas Pertanian Kab. Bekasi (28/05) dalam rangka untuk mengantisipasi meluasnya serangan penggerek batang padi yang cukup tinggi saatmemasuki musim kemarau pada beberapa Kecamatan di Kab. Bekasi. Pertemuan ini dihadiri para POPT, Kepala UPTD, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Dinas Kab. Bekasi. Adapun Tujuan pertemuan ini dengan cara diskusi dan worshop untuk : (a) Menyamakan persepsi dan pemahanan gerakan pengendalian OPT penggerek batang padi. ( b)


Menyusun strategi pengendalian agar luas serangan dapat menurun. Hasil pertemuan ini menetapkan, pada 12 kecamatan (Cikarang timur, Cibitung, Babelan, Sukawangi, Tambun Utara, Tambelang, Sukatani, Cikarang Pusat, Pebayuran, Serang Baru, Cikarang Selatan dan Kedung Waringin) di Kab. Bekasi akan segera dilaksanakan gerakan pengendalian OPT penggerek batang secara bertahap, yang dimulai pada tanggal 29 Mei s.d. 01 Juni 2012. Gerakan pengendalian mengikutsertakan Kelompok Tani pemilik sawah yang terserang OPT penggerek batang.

Monitoring SLPHT Padi di kec. Arjawinangun Cirebon
Monitoring SLPHT  padi in dilaksanakan di  desa Geyongan Kecamat an Arjawinangun Kabupaten Cirebon  oleh Kelompok Tani Belik dengan ketua kelompok bapak yoyon,  dihadiri oleh 25 orang petani,.
Tujuan Sekolah lapang ini untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan memasyarakatkan PHT secara luas diharapka output SL ini peserta menjadi ahli PHT, Mandiri Dinamis dan Sejahtera sera mengeluarkan 2 pemandu SL dan 1 orang petani pengamat.
Materi materi sesuai pedoman yang sudah baku, dan topik khusus disesuaikan dengan permasalahan yang ada di desa tersebut.



Rapat Koordinasi dan Dialog Interaktif Wakil Menteri Pertanian RI 
     Sesuai dengan amanat Presiden RI pada Rapat Sidang Kabinet Terbatas tanggal 6 September 2011 dan Pidato Kebijakan pada Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II pada Tanggal 19 Oktober 2011, dinyatakan bahwa produksi pangan dalam negeri harus mampu menyediakan surplus beras sebesar 10 juta ton pada tahun 2014. Peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dalam rangka mewujudkan surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014 bukan hanya merupakan tanggung jawab Kementrian Pertanian saja, melainkan tanggung jawab semua pemangku kepentingan baik dari instalasi pusat maupun instalasi daerah. Untuk mencapai surplus beras 10 juta ton tahun 2014 diperlukan kerja sama yang baik antara Kementrian Pertanian, Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian BUMN, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/kota, serta para penyuluh, POPT dan mantri tani yang sehari-hari bekerja mendampingi para petani di lapangan, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan, hinga monitoring dan evaluasi. Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut Wakil Menteri Pertanian beserta Eselon I terkait, mengadakan dan melakukan panen serta dialog interaktif bersama-sama, Gubernur Jawa Barat , Bupati Purwakarta, dan P.T Sang Hyang Seri, bersama petani dan POPT di desa cikopo, Kecamatan Bungur Sari, Kabupaten Purwakarta, sekaligus mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan Provinsi Jawa Barat, seluruh Dinas Pertanian Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, Kepala Bali Pengkajian Teknologi Pertanian, Asisten Daerah II Provinsi Jawa Barat dan Pimpinan Badan Pelaksana Penyuluhan dari seluruh Kabupaten /kota di Provinsi Jawa Barat dalam rangka monitoring, evaluasi dan koordinasi pelaksanaan P2BN di Wilayah Jawa Barat menuju surplus 10 juta ton beras tahun 2014 sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI. Tujuan Rapat Koordinasi dan Dialog Interaktif Wakil Menteri Pertanian di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat:(1) Melakukan Panen Padi di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. (2) Melakukan Dialog Interaktif antara Wakil Menteri Pertanian, Gubernbur Jawa Barat, Bupati Purwakarta dan Direksi P.T Sang Hyang Seri bersama petani dan POPT, penyuluh serta pemangku kepentingan lainnya di desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. (3) Rapat Koordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat dan Seluruh Dinas Pertanian kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Pimpinan Badan Pelaksana Penyuluhan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam rangka monitoring, evaluasi dan koordinasi pelaksanaan P2BN di Wilayah Jawa Barat menujun surplus 10 juta ton beras Tahun 2014 sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI. Dialog interaktif dalam Peningkatan Kapasitas penyuluhan Dalam Mendukung Program Peningkatan  Produksi beras Nasional (P2BN)  bersama wamentan dan Gubernur Jawa Barat.
Lokasi di desa cikopo  Kec Bungursari kab. purwakarta  dihadiri oleh Wakil menteri, Gubernur Jawa Barat, Bupati purwakarta, dan sejulah eselon I lingkungan kementerian pertanian, dan kepala Dinas atau kepala bidang yang membidangi tanaman, dan kelompok tani se jumlah kelompok tani di kab. Purwakarta.

Hasil panen diperoleh 4,34 ton/ha karena daerah ini tadah hujan dimana saat tanam pemberian air tidak optimal. Arahan Wamen agar memasuki MT 2011/2012 pertanaman agar dikawal baik secara teknologi maupun pengamanan dari gangguan OPT dan DPI

SURVEILANS ORGANISME PENGGAGU TANAMAN (OPT) PADA TANAMAN PADI DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Surveilans adalah suatu proses resmi yang ditujukan untuk mengumpulkan dan mencatat suatu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui survei, monitoring atau prosedur lain. Tujuan diadakannya surveilans antara lain : 1) mengetahui keberadaan OPT sasaran, kepadatan populasi, sebaran dan dinamikanya, 2) sebagai dasar analisa peramalan, 3) sebagai dasar Early Warning System, 4) alat evaluasi keberhasilan pengendalian tindakan OPT. Adapun keuntungan melakukan surveylance adalah : 1) Pemilihan sampel lebih sederhana, 2) metode lebih praktis, mudah dan efisien, 3) dapat memberikan gambaran global tentang situasi OPT, 4) dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, 5) lebih sederhana daripada survei namun lebih lengkap dari monitoring.
 Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar telah melakukan surveilans yang dilakukan di 4 (empat) Kecamatan, pada tanggal 25 s.d. 26 April 2012. Adapun Kecamatan yang mendapat kegiatan ini antara lain : Kecamatan Leuwisari (Desa Arjasari dan Ciawan), Kecamatan Sukarame (Desa Wargakerta dan Sulakarsa), Kecamatan Sariwangi (Desa Sariwangi dan Sirnasari) dan Kecamatan Cigalontang (Desa Nanggerang dan Lengkongjaya). Data hasil Surveilans dari beberapa Kecamatan ini diolah sementara dan disampaikan kepada Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Jabar Koordinator POPT untuk segera ditindaklanjuti dan dikeluarkan rekomendasi pengendaliannya, apabila OPT tersebut akan meningkat terutama Penyakit BLB. Dan yang harus diwaspadai pula adalah OPT Penggerek Batang, Tikus dan WBC. Keberadaan musuh alami untuk OPT Penggerek batang dan WBC cukup tersedia diantaranya Lycosa, Phaederusdan Coccinelidae.


PENGEMBANGAN METODE PENGENDALIAN OPT PANGAN DAN HORTIKULTURA DI INSTALASI PPOPT TASIKMALAYA

 Kegiatan Pengembangan Metode Pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura di Instalasi PPOPT Tasikmalaya diikuti oleh sebanyak 87 orang POPT yang ada di wilayah Instalasi PPOPT Tasikmalaya. Kegiatan Pengembangan Metode Pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura di Instalasi PPOPT Tasikmalaya diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 28 Maret 2012 bertempat Di Kantor Instalasi PPOPT Tasikmalaya. Tujuan dilaksanakan kegiatan diantaranya : (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas POPT dalam pengembangan metode pengendalian OPT pangan dan hortikultura. (2) Meningkatkan kualitas teknologi pengendalian OPT pangan dan hortikultura Narasumber diantaranya : (1.) Dede Kusdiaman, (Balai Besar Tanaman Padi - Kabag Tata Usaha - Peneliti Hama Menyampaikan Judul Makalah yaitu PTT Padi Sawah ; Implementasi Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT) memperkecil resiko kehilangan hasil panen (2) Ineu Sulastrini (Balai Penelitian Tanaman Sayuran – Peneliti Muda) Menyampaikan Judul Makalah yaitu PHT Pada Tanaman Cabai dan Tomat (3) Dr. Ir. H. Sudarjat (Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran - Lektor Kepala) Menyampaikan Judul Makalah yaitu Pengembangan Pengendalian OPT Manggis .

POPT DIALOG INTERAKTIF PENGENDALIAN HAMA TERPADU 
Kerja sama BPTPH prov.Jawa barat dengan RRI Bandung disiarkan langsung dari jalan Diponegoro Bandung
 Perlindungan tanaman dalam upaya penekanan kehilangan hasil akibat serangan OPT dan DPI merupakan bagian integral dari sistem produksi, peran perlindungan tanaman dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan dan pengembangan hortikultura sangat besar, terutama dalam mempertahankan produktivitas dan kualitas hasil. Simak pembahasan tentang pengenalan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman pangan dan hortikultura dengan menerapkan PHT oleh nara sumber dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Barat setiap hari Selasa dan Kamis pukul 17.00 s/d 16.00 pada acara Siaran Pedesaan RRI Bandung PRO 4.AM 540 ( info bbn 26042012)

Kegiatan sosialisasi Pengembangan teknologi ramah lingkungan melalui TVRI 

Dalam mengisi acara "salam desa" Program TVRI studio bandung yang akan disiarkan pada tanggal 10 April 2012 secara nasional oleh TVRI jakarta pada kesempatan itu BPTPH provinsi Jawa barat memberikan materi penerapan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang berbasis PHT. Materi penyampaian oleh Kepala BPTPH sekilas pengertian teknologi ramah lingkungan. Pengendalian OPT yang berwawasan lingkungan atau ramah lingkungan dalam menuju pertanian yang berkelanjutan. Dimana Pengendalian OPT memprioritas budidaya tanaman yang sehat serta menempatkan penggunaan pestisida dengan alternatif terakhir bila cara lain sudah tidak ampuh. Upaya BPTPH Prov.Jawa Barat pada pengamanan produksi tahun 2012 mengantisipasi melalui teknologi pengendalian ramah lingkungan. Pengertian teknologi ramah lingkungan adalah : (1) penggunaa Agenshayati, (2) penggunaan Pestisida Nabati dan (3) Penggunaan Teknologi spesifik lokasi. Penggunaan Agens Hayati terdiri dari(1)Predator,(2)Parasitoid dan (3)Patogen serangga. Patogen serangga digolongan kedalam kelompok (a) Kelompok Jamur, (b) kelompok bakteri,(c)kelompok virus, (d) agens antagonis(kelompok jamur dan kelompok bakteri) serta penggunaan Pestida nabati (ber bahan aktif tunggal atau jamak yang berasal dari tumbuhan) Kelompok tani Pos Pengembang Agens hayati ada 55 kelompok yang aktif dengan jumlah total kelompok tani yang telah mengikuti Sekolah lapang sejak tahun 1991 sebanyak 22.434 kelompok tani.

MUSRENBANG Provinsi Jawa Barat 2012 
       Upaya mewujudkan sinergitas Perencananan pembangunan daerah yang diamanatkan oleh UU no 25 tahun 2004 tentang sistemperencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) telah diselenggarakan Musrenbang provinsi jawa Barat tanggal 10 sampai 11 april 2012 bertempat di Hotel Horison Bandung .

Dengan Tema " Mengintegrasikan peran pemerintah dunia usaha, akademisi dan komunitas dalam mewujudkan pembangunan tematuik sektoral dan perkuatan pembangunan tematik kewilayahan untuk mempercepat masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera " atau "Mengintegrasikan peran dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas dalam meningkatkan pembangunan sektoral dan perkuatan pembangunan sektoral mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri, dinamis dan sejahtera " selain itu tujuan: a. Sebagai forum pelaku pembangunan dan melakukan rencana pembangunan di Jawa Barat, b.Menjadi perioritas pembangunan seluruh kepentingan c. Mendapatkan usaha akhir, d Menyusun matematik desa sebagai kebijakan pembangunan, e. Membangun yang dengan mengikutsertakan stakeholder, f. menciptakan terobosan baru. Bersamaan itu diluncurkan situs perencanaan Online dengan nama " rkpdonline.jabarprov.go.id " oleh Gubernur Jawa barat. 5 Arahan Presiden dipedomani dalam perencanaan yakni (1).Kebijakan Peningkatan APBNP Tahun 2012, (2) .Kebijakan peningkatan penerimaan negara, (3).Kebijakan penghematan energi secara bertahap, (4) .Kebijakan penggunaan gas domestik untuk menggerakan sektor rill, (5).Peningkatan investasi harus didukung oleh iklim dan peraturan yang kondusif.


kegiatan pertemuan koordinasi petani alumni slpht pangan dan hortikultura dalam rangka pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati di instalasi ppopt indramayu 
     Untuk mengatasi kesenjangan informasi teknologi pengendalian opt khususnya kepada para petani alumni slpht di jawa barat diperlukan suatu pertemuan koordinasi petani alumni slpht pangan dan hortikultura. dalam rangka pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati agar lebih terjalin kerjasama dan saling berbagi pengalaman antar petani serta untuk lebih tersosialisasikan pengendalian opt yang ramah lingkunganyang diharapkan terciptanya suatu teknologi pengendalian yang aplikatif dan dapat direkomendasikan. pertemuan bertujuan : (1) dukungan pengembangan teknologi pengendalian opt ramah lingkungan di tingkat petani (2) melaksanakan fasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi pengendalian opt ramah lingkungan dari hasil penelitian kepada petani. (3) melaksanakan pembentukan jaringan kerjasama antar petani alumni slpht pertemuan ini dilaksanakan di instalasi ppopt indramayu pada tanggal 21 maret 2012. dengan 50 orang petani alumni slpht. 
Materi adalah : (1). teknologi pengendalina opt ramah lingkungan , (2) pengembangan teknologi opt ramah lingkungan di tingkat petani, (3) Pentingnya jaringan komunikasi antar petani untuk mengaman kan dan meningkatkan produksi pertanian metode kegiatan metode kegiatan ini adalah berupa : penyampaian materi peserta dan diskusi hasil : ungkapan pengalaman peserta demgam materi : - corynebacterium untuk mengendalikan hama wbc, p.batang, belalang dan walang sangit pada tanman padi, kutu daun dan trips pada tanaman sayuran - trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit fusarium sp. pada tanaman bawang merah dan cabai merah - pestisida nabati dari bahan-bahan nimbi, sirsak, gadung, laos,berenuk dll. untuk mengendalikan berbagai opt pangan dan hortikultura - pembuatan pupuk organik/kompos dan mol dari bahan-bahan yang diambil dari buah-buahan local rencana tindak lanjut peserta bersepakat membentuk forum petani pengembang agens hayati (FPPAH) ciayumajakuning dengan calon pengurus 2 orang tiap kabupaten yaiu : • bpk. haerudin dan bpk. maman hermanto dari kabupaten kuningan • bpk. engkos dan bpk.sunarya dari kabupaten majalengka • bpk. anwar dan bpk. tawin dari kabupaten indramayu • bpk. muksan dan bpk.masrad dari kabupaten cirebon hasil berembug dari 8 orang tadi maka terpilihlah susunan pengurus inti , yaitu : - ketua adalah bp. muksin dari cirebon - sekretaris adalah bpk. anwar dari indramayu - bendahara adalah bpk. masrad dari cirebon - untuk kegiatan selanjutnya 

Pembinaan mental disiplin PNS di Pangandaran kab Ciamis
 Dalam rangka penanaman disiplin kebersamaan  dan penanaman sifat korsa PNS dipandang perlu melakukan  pembinaan mental PNS yang dilaksanakan tanggal 30 Maret sampai 01 april 2012 di pangandaran kab.Ciamis yang diikuti kurang lebih 100 PNS di lingkungan dinas Pertanian Tanaman pangan Prov. Jawa Barat.

Ruang Publik dalam acara pengendalian Tomcat di TVRI studio Bandung



Upaya sosialisai pengendalian Tomcat  yang akhir akhir ini heboh  dimasyarakat, untuk itu  BPTPH prov jawa barat bersama rumah sakit Hasan sakin menjadi nara sumber talk show dalam upaya pengendalian tomcat  di Jawa Barat. Tomcat dilihat dari sudut pertanian karena serangga ini populasinya banyak ditemukan di pertanaman padi sawah dan upaya pencegahan dan penanganan apabila terkena cairan paderin yang ada dalam tubuh tomcat oleh Direktur utama RSHS bandung.. talkshow dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2012 di studio TVRI bandung(ek)

Pertemuan Koordinasi tehnis Perlindungan Tanaman pangan di Instalasi PPOPT Indramayu tahun anggaran 2012

Pertemuan ini  dilaksanakan tanggal 27 Maret 2012 merupakan kegiatan rutin dari instalasi PPOPT dengan tujuan (1) Menyamakan pemahaman/persepsi kegiatan bperlindungan, (2) menambah pengetahuan/wawasan/informasi terbaru, (3) merumuskan langkah antisipasi serangan OPT di akhir MT.2010/2011 dan MT 2012 dan pemecahan masalah. Dihadiri kepala BBPOPT, Ditlin korf fungsional POPT, Kepala instalasi PPOPT, kepala Balai BPTPH, dan POPT sejumlah 120 orang (termasuk THL sejumlah 35). laporan Kepala instalasi PPOPT wil Indramayu, menjelaskan kondisi lapangan sat ini di wil indramayu sudah dan menjelang panen. dengan kondisi lapang OPT dominan saat ini Blast dan BLB.dan biasanya OPT yang menyerang Musin gadu adalah WBC karena saat ini telah ditemukan ada populasi WBC dilapangan.untuk itu agar segera merenkomendasikan pada apabila ditemukan sawah yang terserang. Kebijakan upaya menekan serangan OPT adalah serangan tertinggi 5 % dengan 95 % areal pertanaman bebas dari serangan OPT utama. upaya yang dapat diterapkan adalah Responsif dan Preemtif serta SpotStop (ek)
Pengembangan Metoda pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura  bagi petugas pengendali OPT 
Metoda  pengendalian OPT harus berkembang terus sesuai tuntutan dilapangan, sehubungan dengan hal tersebut pada tanggal 22 Maret 2012. bertempat di aula BPTPH prov Jawa barat telah dilaksanakan kegiatan pengembangan metoda pengendalian OPT  pada tanaman pangan dan hortikultura.
pertemuan ini dihadiri opeh POPT 6  wilayah  cimahi, bandung kota, bandung, garut, bandung barat dan sumedang. sejumlah  125 orang (termasuk THL 81 orang)

Hearing dengan DPRD Prov Jawa barat di Kab garut
 Pertemuan dengan DPRD Prov. jawa barat dengan dinas pertanian tanaman pangan dan UPTD dinas sebanyak 8 UPTD telah dilaksanakan tanggal 20 maret 2012 di Garut pembahasan, diskusi menyakut tentang (1) evaluasi kegiatan 2011, (2) pelaksanaan 2012 dan (3) rencana kegiatan yang strategis 2013.
Kedepan pemerintah memperioritaskan pelayanan publik  disetiap kegiatan pada lingkup Dinas pertanian dii prov. Jawa barat.

Siraman Rohani oleh Bapak prof Dr. Miftah Farid
Ceramah bulanan untuk membentuk karakter bangsa. Sajian rohani setiap bulan betujuan membentuk karakter yang baik sebagai pelayan masyarakat. Ahlak harus terbentuk dan bersama sama semua bergerak dalam ceramahnya 7 karakter yang harus dijalankan untuk kesuksesan membentuk karakter bangsa yakni
(1)  Iman percaya ( percaya atas kebaikan yang diberikan dari allah SWT), (2) Solat yang khusuk, (3) Gunakan waktu yang bermanfaat dan tinggalkan berbuat waktu yang tidak bermanfaat, (4) Membayar zakat sesuai aturannya dan wajid dijalankan, (5) Hubungan suami istri yang harmonis, menyalurkan cinta pada istri yang sah, (6) Berbuat jujur dan (7) Mantap menjalankan solat yang berkualitas.Mudah mudahan ke 7 karakter ini dapat dijalankan dengan bimbingan dan lindungan Allah SWT.

Sosialisasi Petunjuk teknis pengusulan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara
Peluang untuk naik pangkat dengan penemuan baru disampaikan oleh Dr. Diaz D Santika Msc dai LIPI. Dalam kenaikan pangkat istimewa ini adalah point dengan mendapatkan penemuan baru.. Kriteria penemuan baru ini tidaklah terlalu sulit buat diajukan bagi seorang PNS cukup diajukan melalui proposal penemuan barunya ke LIPI jakarta ( dari sini nanti pihak lipi akan menyurati memberitahukan syarat syart yang masih kurang bila ada). Kriteria bagi penemuan baru ada 3 point yang harus dipenuhi yakni (1) Penemuan bersifat relevan, (2) Original (tidak mengkopi,meniru atau mengikuti penempuan orang lain) dan (3) berdampak luas, bermanfaat bagi orang banyak. Bagi petugas lapang POPT, PBT dansebagainya sangat diharapkan dapat mengusulkan peluang ini, menurut nara sumber dari lingkup pertanian masih jarang bahkan belum mengunakan usulan peluang ini untuk naik pangkat. bagipetugas lapangan yang berminat silahkan copi materinya (hubungi email kami).(ek) .

Mengikuti  upacara Hari  kesadara Nasional
        Upacara merupakan kewajiban dalam menjalankan tugas, diantara sekian upacara, apel yang diikuti diantara apel Hari kesaran Nasional yang dilaksanakan di halamam Dinas Pertanian tanaman pangan Prop. Jawa barat jln Surapati 71 Bandung. Dalam peningkatan displin  dalam PP no 53 tahun 2010 tentang pokok kepegawean mengamanatkan tentang  PNS harus disiplin. menciptakan PNS yang berdisiplin,bermoral dan handal dan dapat menjamin tata tertip dan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan. dan dapat mendorong PNS lebih produktif berdasarkan profesionalismenya.berdasarkan sistem karier, sistem kerja.  karena tantangan yang kita hadapi kedepat semakin komplek dan rumit dengan banyak tuntutan dari masyarakat.
Pimpinan mengajak agar kita bekerja bersama sama dan sama sama meningkatkan kinerja untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura. dan mengingatkan sejumlah kewajiban PNS adalah (1) Telah mengucapkan sumpah dan janji PNS dan sumpah jabatan, (2) program kegiatan tahun 2012. selain itu kegiatan website internet yang sudah 2 tahun ( 2010 dan 2011)  berturut memenangkan juara tingkat Nasional di tingak kementrian pertanian maka di tahun ini tahun 2012 pada bulan mei akan berkompetisi yang ke 3 kali apabila menang maka menjadi juara tetap dan tidak dilombakan kembali selama 2 tahun berturut turut perlu dukungan dari masing masing UPTD. sebagai media menyemangai media IT kita.perlu melaporkan kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dimasing UPTD..Arahan ini disampaikan oleh kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan prov Jawa barat

Dalam rangka penanaman sikap Mental, disiplin, dan Jiwa korsa bagi PNS  di linkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat
        Untuk menerapkan jiwa disiplin sikap mental dan jiwa korsa kegiatan ini dilaksanakan di pangan daran kab. ciamis pada tanggal 30  Maret sampai 1 April 2012.

Pertemuan Koordinasi Alumni SLPHT Pangan dan Hortikultura tahun 2012 dalam Rangka Pembentukan Jaringan Pengguna Agens Hayati Instalasi PPOPT Bandung 
         Tujuan kegiatan ini (1)melaksanakan dukungan pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan di tingkat petani, (2) Melaksanakan fasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan dari hasil penelitian kepada petani,(3) Melaksanakan pembentukan jaringan kerjasama antara petani alumni SLPHT untuk pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati. Dalam pertemuan yang dilaksanakan tanggal 20 Maret 2011 ini dihadiri Peserta Petani Alumni SLPHT sebanyak 50 Orang (yang terdiri dari 8 kelompok tani), kepala Instalasi PPOPT Wil.Bandung,Kepala BPTPH Provinsi Jawa Barat,dan fungsional POPT. Peserta Kegiatan Pertemuan Kordinasi Alumni SLPHT Pangan dan Hortikultura dalam rangka pembentukan jaringan petani pengguna agens hayati di Instalasi PPOPT Bandung. Hasil dari pertemuan adalah Membentuk jaringan petani pengguna agens hayati,(1)Terbentuknya kepengurusan asosiasi petani pengembang dan pengguna agens hayati untung Wilayah Bandung yang diketuai oleh Bapak Ayi Supriatna (dari kelompok tani Nurani sejahtera kec.Bojongsoang), Sekretaris Bapak Ade (Kelompok tani Bina warga Kec.Tanjungmedar),Bendahara Deden (Kelompok tanu Boemi Nursery kec.Lembang KBB),(2) Petani akan menggunakan dan mengembangkan agens hayati/biopestisida dalam Pengendalian OPT. Diharapkan kedepan jaringan ini mampu memberi motivasi ke kelompok lain dalam hal mengembangkan, menerapkan pengengendalian OPT ramah lingkungan (agens hayati dan pestisida nabati) secara luas

Mengikuti Workshop Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dan Layu Pseudomonas dalam Skala Luas
       Worshop dilaksanakan di Banjarmasin tanggal 14-17 Maret 2012 Peserta 12 Propinsi yang dihadiri oleh Propinsi Aceh, Lampung, Jawa Barat 0 ir. Lukman Nul Hakim MP), Sumatra Selatan,Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Lombok, dan Bali. Tujuan dari kegiatan ini adalah Mengendalikan Layu Fusarium dan Layu Bakteri dalam skala luas, sehingga memerlukan beberapa strategi untuk gerakan pengendalian secara luas. Strategi yang disepakati dalam kegiatan ini yaitu: Strategi Penanggulangan Penyakit Fusarium 1. Peningkatan pengamatan dan pelaporan 2. SLPHT dan Gerakan dan Pengendalian OPT 3. Penggunaan sarana perlindungan ramah lingkungan agens hayati, pembungkusan buah 4. Penerapan berbagai cara dalam kesatuan rencana/ program secara terpadu 5. Peningkatan peran kelembagaan (Sarana Labolatorium) 6. Peningkatan kemampuan SDM (POPT, Alumni SLPHT, Petani PHT).

PERTEMUAN KORDINASI TEKNIS PELAKSANA KEGIATAN PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN TAHUN 2012 DI YOGYAKARTA 
        Untuk memantapkan kegiatan pengamanan produksi tanaman pangan pada Program Peningkatan Ketahanan Pangan Tahun 2012, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim global dan kebijakan strategis terkait lainnya, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan melaksanakan Kordinasi Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tanaman Pangan diselenggarakan Hari Selasa-Kamis,tanggal 13-15 Maret 2012, yang bertempat di Hotel Saphir Yogyakarta, ( dihadiri jawa barat Kepala balai dan staf fungsional Ir. Arifani M) acara :Penyerahan laporan, penjelasan asuransi pertanian, seminar penyakit Blas dan HDB (a) Penyakit Blas dan penangannannya (b)Penyakit Kresek dan penanganannya (c)Penanganan Penyakit blas dan Kresek,
Pakaian keamanan dalam mengendalian OPT

Pakaian khusus untuk penyerangan OPT dilapangan. Alat keamanan ini sijamin tidak bocor oleh air, sehingga pengguna dapat terbebas dari kontaminasi dengan inseksitida saat menyemprot. anti panas alias dingin bila digunakan.


Sedikit mengulas wira usaha
         Wira usaha sangatlah penting.

Suasana Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi Sawah di kec sukawangi,bekasi
Situasi begini sudah sering terjadi disaat kegiatan gerakan pengendalian diadakan. Petani tidak sabar menerima jatah insektisida untuk melakukan penyemprotan dilahan sawah. Untuk mengurangi serangan penggerek batang Padi di Sawah yang cukup tinggi di akhir musim tanam 2011/2012 bulan maret 2012, telah dilakukan pengendalian OPT dengan mengikut serta masyarakat, stake holder. Di kec Sukawangi kab. Bekasi Gerakan pengendalian OPT merupakan salah satu kegiatan di BPTPH untuk bersama sama dengan petani pantura melaksanakan aksi penurunan luas dan intensitas serangan penggerek batang. Kegiatan Gerakan ini bertujuan (1) Memberdayakan petani agar petani lebih peduli akan pentingnya pengendalian OPT secara serentak dalam suatu hamparan yang luas yang dikenal dengan gerakan pengendalian OPT, (2) Memotivasi masyarakat tani untuk ikut aktif pengendalikan OPT, (3) Memupuk kerjasama antar kelompok tani dalam upaya pengendalian OPT. Tentunya gerakan pengendalian OPT ini bersama Brigade Proteksi Tanaman (BPT).

2/4/12

Kegiatan BPTPH tahun 2012

TANTANGAN UTAMA PEMBANGUNAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA JAWA BARAT PADA TAHUN 2012
1. semakin tingginya alih fungsi lahan 2. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian khusnya diwilayah utara 3. lerusakan inftastruktur jaringan irigasi 4. adanya areal/daerah yang potensial karena gangguan BA 5. menurunnya minat terhadap usaha tani 6. Kemampuan permodalan pertain terbatas 7. import benih hortikultura terus meningkat 8. Penerapan teknologi pertanian terbatas 9. Daya saing produk hotikultura masih rendah 10. tingkat kehilangan hasil masih rendah


Kegiatan THL POPT di lapangan
        Fungsi THL POPT utamanya membantu tupoksi POPT  dalam mengamankan pertanaman tanaman pangan dan hortikultura  di provinsi Jawa Barat  salah satu contoh di  Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan  THL-TB POPT-PHP  menjalankan bimbingan dan pembinaan kepada kelompok tani  untuk bersama melakukan penerapan pengendalian dengan teknologi ramah lingkungan. Keilmuwan THL ini di peroleh dari  BBDAH Lembang, pelatihan Sekolah Lapangan, keaktifan membina Kelompok Tani SLPHT Bawang Merah, SL Agen Hayati, SL Bahan Organik & SL Budidaya Padi cara SRI, sekolah formal ( SPP-SPMA ), rapat tehnis, bimbingan dari Instalasi PPOPT, Pelatihan tehnis peningkatan kemampuan teknis yang dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 23 Pebruari kemarin di Hotel Sabda Alam Garut dan sebagainya.
Gambar (1) Praktek pembuatan MOL dari Keong Mas & perbanyakan PGPR dengan starter yang diambil dari akar Bambu di Kelompok Tani Silih Asah Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang. dan Gambar (2) sd (4)  Praktek perbanyakan Corynebacterium & Bakteri Putih di Kelompok Tani Silih Asah, Asih, Asuh dan Sri Kujang Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang
Gambar (5,6.7) Praktek perbanyakan Corynebacterium dan Bakteri Putih di Kelompok Tani Cikembang I dan II Desa Dukuhdalem Kecamatan Ciawigebang
Gambar (8) Praktek pembuatan MOL gedebog pisang di Kelompok Tani Cikembang Desa Dukuhdalem Kecamatan Ciawigebang gambar (9) dan (10) Perbanyakan Corynebacterium dan Bakteri Putih di Gapoktan Mitra Saluyu Desa Ciomas, Pangkalan, Dukuhdalem sebanyak 200 liter
      Gambar (11)  Praktek tanam padi cara SRI di Kelompok Tani Barokah Jaya dan Sejahtera Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang.  dan (gambar 12,13,14) Praktek perbanyakan PGPR dengan starter yang diambil dari akar Bambu di Kelompok Tani Barokah Jaya dan Sejahtera Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang(deny100320012)


Pelatihan Program percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (PPAKP) tahun 2012
Pelatihan program percepatan akuntabilitas keuangan pemerintah (PPAKP)tahun 2012 tanggal 4 maret 2012 sampai tanggal 10 maret 2012 di hotel perdana wisata. dengan  Tema pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka menciptakan pengenlola dan bertanggung jawab keuangan negara yang berkualitas. 2. peserta berjumlah 3o orang dari berbagai instansi se Jawa barat, tipe kelas manajerial . 3. Tujuan pelatihan Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM untuk pengelolaan keuangan negara yang baik untuk pelayanan masyarakat,transparant, akuntabel, efektif, efisien reformasi keuangan dan bertanggung jawab. Menuju berbasis akrual. 4. Metoda Pelatihan 91) pemahaman melalui pemberian materi, 

(2) Demo RKAKL,SPM, Simakbmn, DIP, Revisi DIPA, POK dan CALK. 5. Arah pelatihan menuju akrual transparans, akun, efektif dan efisien. 6. Materi yang disajikan dalam pemahaman (1)materi KEBIJAKAN perencanaan anggaran,(2) prlaksanaan anggaran, (3) standar akutansi pemerintah,(4) manajemen aset,(5)sistem informasi dan manajemen akutansi barang milik negara (simakbmn),(6) pelaporan keuangan dan kinerja instasi pemerintah,(7) bagan akun standar,(8)analisa laporan keuangan,(9) kumpulan peraturan, (10)manajen kas,(11) sistem akutansi dan pelaporan keuangan pemerintah pusat(sapp),(12)sistem perbendaharaan dan anggaran negara (span) dan sistem aplikasi keuangan tingkat instansi (sakti), (13)pengelolaan hibah, (14) sistem pengendalian intern pemerintah laporan keuangan,(15)uu no 17 tahun 2003 tentang keuangan negara,(16) uu no 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara dan uu no 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara,(17)perencanaan dan penganggaran, (18)pelaksanaan anggaran (19)sistem penerimaan dan pengeluaran anggaran,(20)demo aplikasi rkakl dipa dan spm (21)manajemen aset (22) manajemen kas(23) tindak lanjut temuan bpk (24)gambaran umum pp no 7 tahun 2010 kerangka konseptual, pejajian laporan keuangan,(25)laporan realisasi anggaran dan catatan atas laporan keuanggaran,(26)akutansi aset tetap dan akutansi persediaan,(27)konsepsi belanja pemerintah piutang dan dana bergulir,(28) bagan alur standar, (29)sistem akutansi pemerintah pusat dan sistem akutansi instansi,(30) akutansi bsbl dan dk tp (31)pelaporan keuangan blu dan akutansi hibah (32)simakbmn, (33)demo aplikasi sak dan simakbmn, (34) analisa laporan keuangan , (35) pelaporan keuangan dan kinerja instasi pemerintah, (36) sistem penngendalian internal dan reviu atas laporan keuangan, (37)postes dan pretest. 7. sistem perbendaharaan dan anggaran negara (span),pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat lebih memahami tentang ruang lingkup keuangan,proses pelaporan, kinerja instansi pemerintah,dasar hukum keuangan,entitas akutansi dan entitas pelaporan keuangan, simak bmn, secara umum nantinya peserta dapat implementasikan pemahaman tersebut ditempat tugasnya masing masing sehingga terciptanya sdm dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang berkualitas. 8. Pelaksanaan anggaran harus dilaksanakan sesuai rencana dan komitment,tahapan pelaksanaan sesuai aturan yang digunakan. Pada pembahasan simakbmn agar peserta lebih menguasai dan mampu melaksanakan pelaporan barang milik negara dalam kerangkan simakbmn,dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan dan perundangan undangan yang berlaku dibibidang akutansi dan pelaporan barang milik negara sehingga dapat memberi nilai manfaat dalam proses penyusunan laporan keuangan pemerintah.

 Gerakan Pengendalian OPT salah satu upaya menurunkan luas serangan OPT di lapangan
Gerakan pengendalian OPT merupakan salah satu kegiatan utama dalam melaksanakan Tupoksi di BPTPH. Pada bulan februari 2012 telah dilaksanakan gerakan pengendalian secara serentak di wilayah pantura meliputi wilayah instalasi PPOPT Indramayu dan Instalasi PPOPT Subang serta wilayah selatan dilakukan oleh instalasi PPOPT Cianjur di komando budi utoyo. Gerakan ini bertujuan (1) Memberdayakan petani agar petani lebih peduli akan pentingnya pengendalian OPT secara serentak dalam suatu hamparan yang luas yang dikenal dengan gerakan pengendalian OPT. (2) Memotivasi masyarakat tani untuk ikut aktif pengendalikan OPT.


(3) Memupuk kerjasama antar kelompok tani dalam upaya pengendalian OPT. Urutan pelaksanakan Gerakan pengendalian dilaksanakan melalui pertemuan perencanaan dan koordinasi yang ditindaklanjuti dengan aksi pengendalian. Gerakan pengendalian meiibatkan petugas dari Dinas Pertanian Propinsi, BPTPH, Dinas Pertanian Kabupaten, aparat kecamatan, kelurahan, petani/lelompok/RPH, dan instansi/aparat terkait, brigade proteksi serta stake holder. Tentunya gerakan pengendalian OPT ini bersama Brigade Proteksi Tanaman (BPT) yang merupakan salah satu kelembagaan perlindungan tanaman yang berperan langsung dalam gerakan pengendalian OPT di lapangan. BPT dibentuk dengan tujuan untuk membantu petani dalam mengendalikan OPT di daerah sumber serangan dan eksplosi serangan OPT. Dalam pelaksanaannya BPT dapat dibantu oleh Regu Pengendalian Hama (RPH petani setempat, yang operasionalnya bersifat regional yaitu mempunyai wilayah kerja yang mencakup beberapa kabupaten/kota yang diasumsikan mempunyai karakteristik fisik lahan dan agroekosistem yang sama, pola ini diterapkan sesua dengan sifat OPT yang tidak mengenal batas geografis wilayah maupun administrasi serta OPT berkembang secara cepat dan meluas dalam waktu yang singkat. Regu Pengendalian Hama (RPH) adalah kelompok petani yang telah diberikan pelatihan tentang pemanfaatan pestisida secara bijaksana untuk mengendalikan OPT di lapangan. Penguatan RPH merupakan salah satu upaya keberlanjutan dalam Pengendalian dilakukan dalam rangka Pencapaian peningkatan produksi padi lima tahun ke depan tersebut, telah diambil langkah kebijakan pengendalian OPT yaitu "SPOT STOP".Sehingga perlu didukung oleh sistem kelembagaan yang kuat, sarana penanggulangan OPT dan pengawalan melalui kegiatan surveilans serta monitoring dan evaluasi. Spot adalah titik sumber serangan OPT berupa populasi dan atau serangan OPT yang tingkatannya mendekati Ambang Pengendalian dan apabila tidak dikendalikan akan menyebar luas ke lahan sekitarnya. Sejalan dengan strategi yang mengutamakan pengendalian hayati maka pengendalian SPOT di suatu hamparan diutamakan menggunakan agen hayati. Apabila dengan menggunakan agen hayati spot terus berkembang barulah dilakukan aplikasi pestisida. Aplikasi pestisida socara spot treatment pada hamparan tidak akan menyebabkan gangguan terhadap keseimbangan agroekosistem antara OPT dan musuh alaminya. Gangguan OPT yang berpengaruh terhadap luas panen dan tingkat produktivitas sudah harus ditekan sejak sebelum tanam (Preemtif) dan apabila ternyata di pertanaman masih terjadi serangan OPT, maka dilakukan tindakan pengendalian responsif (ek)

Panen Perdana Jagung Hibrida di Kabupaten Garut
    Acara Panen Perdana jagung hibrida di kabupaten Garut.  Panen Perdana jagung hibrida di laksanakan tanggal 25 februari di kabupaten Garut dengan pusat panen raya di desa dangdeur kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut.
     Dihadiri kurang lebih 1000 orang petani jagung dari kab Garut dan kelompok tani diluar kabupaten, . Panen raya ini merupakan agenda kementrian Pertanian Republik Indonesia dan pemerintah Kabupaten Garut, dihadiri oleh menteri pertanian Bapak Suswono, Gubernur Jawa Barat, Bupati Garut, Kadis TP Prop dan instansi terkait tingkat kementerian, propinsi dan kabupaten . Pusat panen di kelompok tani : “ MUKTI TANI” desa dangdeur kec. Banyuresmi.  Agenda panen raya : rombongan menteri pertanian tiba dilokasi dan meninjau  pameran stake holder yang menyajikan berbagai macam kegiatan seputar jagung hibrida, diataranya varietas baru jagung hibrida dari berbagai perusahaan benih jagung. Dan dilanjutkan dengan panen perdana bersama jagung hibrida. . lokasi penanaman jagung cukup luas dengan dukungan masarakat setempat, dan  didaerah ini ada penampungan jagung guna pengeringan (silo) dengan kapasitas hingga 5- 7 ton.  Pemberian bantuan secara simbolis yakni  (1) Bantuan benih kentang Granola sebanyak 150.000 knol dari kementrian kepada kelompok tani Camp ( khudori), (2) Pemberian bantuan alpuket sebanyak 10.000 pohon dari kementerian pertanian kepada kelompok tani Mekar (H.Udin), (3) Pemberian bantuan Appo kegiatan SRI 2012 50 unitdari kementerian kepada kelompok tani al barokah (kamil), (4) bantuan optimalisasi jagung seluas 3.000 ha kepada kelompok tani Pasir muncang (supandar), (5) Bantuan SLPTT jagung 2012 (jagung 2.250 ha) kepada kelompok tani tani mukti, (6) Bantuan cabe merah sebanyak 500 pack dari gubernur Jawa Barat kepada Koperasi Cagarit 9cabe Garut Rawit) dan (7) bantuan jerut garut 20.000 pohon kepada kelompok tani harum tani.
Temu wicara dengan petani jagung langsung dipandu oleh bupati garut. Upaya pengamanan dari gangguan OPT selama pertanaman di kawal oleh Petugas lapang yang ada diantaranya POPT, penyuluh pertanian dan petugas lapangan yang lain..
.     Diskusi dengan petani jagung : Petani minta dukungan agar panen produksi jagung dimasa akan datang terjamin harga pasarnya.. Garut yang merupakan produksi yang terbesar dijawa barat, tetapi limbahnya belum termanfaatkan dengan benar dan baik sehingga perlu perhatian dari bapak menteri. misalnya daun dan batang masih kurang bermanfaat karena apabila di gunakan akan mencukupi ribuan ternak digarut..sejak tahun 2002 telah menanam jagung hibrida dengan adanya sekolah lapang2 maka petani jagung hibrida telah dewasa dalam hal budidaya tanaman.terasa ada perbedaan sebelum dan sesudah mengikuti sekolah lapang sehingga mengharapkan agar sekolah lapang jangan dihentikan. perlu diperhatikan irigasi yang ada di desa dangdeurkec Banyuresmi. Arahan Bapak menteri  adanya program  rumah pangan lestari dengan berbagai metoda manfaat potensi yang ada dengan demikian daun keringpun dapat juga dimakan ternak, untuk itu dihimbau harus kerja keras agar dapat dimanfaat. Kedepan arah penggunaan ke pupuk organik dan agar tidak tergantung dengan pupuk kimia. Kenapa pupuk dinaikan 200 rupiah pada urea karena agar petani tidak hanya tergantung pada pupuk urea dan beralih ke pupuk berimbang. Harga yang ditetapkan pemerintah bertujuan untuk menyelamatkan  harga ditingkat petani,  program organik terus ditengkatkan dan lahan yang kecil ini agar dilindungi karena alih funsi lahan saat ini mangkin gencar untuk perumahan.(ek)
Peningkatan kemampuan teknis bagi petugas THL POPT  tahun 2012
Peningkatan kemampuan teknis petugas THL POPT tahun 2012 diselengganrakan di hotel sabda alam garut yang diikut 83 orang peserta THL POPT .  Tujuan kegiatan ini untuk menrefres kemampuan teknis dan memantapkan tugas pokok dan fungsi POPT yang kian hari kiat berat dan komplek.
Susunan acara sebagai berikut : Pendaftaran Peserta Panitia  Evaluasi Awal Kemampuan Teknis THL–POPT PHP,  Pembukaan Panitia, Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat Tahun 2012 Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Pengumuman dan Penjelasan Kegiatan Pangan dan HORTIKULTURA, Metode Pengamatan dan Pelaporan OPT Tanaman (Teori dan Praktek) Ir.R. Andi Permadi, Pengawasan Pestisida Ir. Lukmanul Hakim, MP, Coffee Break,  PHT pada Tanaman Hortikultura,  PHT pada Tanaman Pangan Ir. Zahmarni,  Teknik kepemanduan SLPHT Bubun Sugandi, SP., MP,  Pengembangan Budaya Kerja Bagi THL-POPT PHP di Lapangan Kepala Tata Usaha BPTPH Jawa Barat,  Evaluasi Akhir Kemampuan Teknis THL–POPT PHP,  Rencana Tindak Lanjut,  Penutupan
Pertemuan Koordinasi Pengendalian OPT dalam rangka Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat
         Hasi lPertemuan Koordinasi Pengendalian OPT Dalam Rangka Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat yang dilaksanakan di hotel  Pesona Bamboe Lembang, pada tanggal  14 - 16 Februari 2012  diikutipPeserta  dari BPTPH : 11 orang Instalasi PPOPT : 10 orang Instalasi Kimia Agro : 2 orang Koortikab se Jawa Barat 18 orang. Materi yang disampaikan diantaranya (1) Kebijakan Pembangunan Pertanian di Jawa Barat oleh  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat (2) Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat Tahun 2012 oleh  Kepala BPTPH Propinsi Jawa Barat,  (3) Kesiapan Produksi Beras Tahun 2012 di Jawa Barat oleh  PPS Diperta Propinsi Jawa Barat,  (4) Distribusi Bantuan Pestisida Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat 2012 oleh Kasi Pengendalian OPT Tanaman Pangan Propinsi Jawa barat,  (5) Teknis Oprasional SMS Laporan Peringatan Dini Organisme Pengganggu Tumbuhan oleh tim BPOPT Jatisari,  (6) Evaluasi Program Bidang Produksi Hortikultura Tahun 2011 dan Program Kegiatan Bidang Hortikultura Di Jawa barat Tahun 2012  oleh Kasi Pengendalian OPT Tanaman Hortikultura Propinsi Jawa barat,  (7) Evaluasi Kegiatan Perlindungan Tanaman Pangan tahun 2011 dan Rencana Kegiatan Perlindungan Tanman Pangan Tahun 2012 di Jawa Barat oleh Seksi Informasi BPTPH,   (8) Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa barat Tahun 2012 oleh  Kasi Proteksi BPTPH (9) Metode Pelaporan OPT Tanaman Pangan dan Hortikultura  oleh Fungsional BPTPH  
        Sasaran Produksi Padi tahun 2012 sebesar 12.500.000 ton, harus meningkat dari tahun 2011 sebesar   764.046 ton atau terjadi peningkatan 6,51 % . Perbandingan luas serangan OPT MT. 2011/2012 tehadap MT. 2010/2011 sebesar 69,64 % sedangkan terhadap rata-rata 3 MT (MT. 2008/2009 – 2010/2011) sebesar 61,24 % dengan demikian OPT masih terkendali/ dibawah MT. 2010/2011 dan rata-rata 3 MT .  Dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh banjir MT. 2011/2012 sampai dengan 31 Januari 2012 terkena seluas 15.285 ha masih dibahah MT 2010/2011, sedangkan kekeringan pada MT. 2011/2012 seluas 1.866 ha diatas MT. 2010/2011 terkena seluas 768 ha.Dalam rangka pengamanan produksi terutama pada tanaman padi tersedia stok pestisida  yang cukup. Kegiatan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2012 yaitu Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI,   Kegiatan Perlindungan Tanaman Hortikultura Tahun 2012 terdiri dari Penguatan penerapan PHT Antisipasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Peningkatan mutu produk hortikultura untuk akses pasar : Surveilans OPT dlm rangka Sinergisme sistem perlintanhor dalam pemenuhan persyaratan SPS-WTO,    Dalam rangka penyampaian informasi data OPT dan DPI ada program SMS berbasis Web Map Server yang bisa dimanfaatkan oleh media entri data, stake holder dari mana saja karena melalui jaringan internet dan operator selular .Instalasi PPOPT dari 5 wilayah menyampaikan evaluasi kegiatan tahun 2011 dan rencana kegiatan tahun 2012 serta ikut mendukung kegiatan tahun 2012.Sosialisasi blangko laporan OPT terutama padi (kh)

Pertemuan Koordinasi Perlindungan Tanaman Pangan WIL II Cianjur


        Pertemuan koordinasi koordinasi perlindungan tanaman pangan wilayah II di instalasi ppopt cianjur tgl 20 februari 2012, dihadiri Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat yang di wakili oleh Bapak Arief Santosa SE Msc.,dinas pertanian Kab.cianjur, sukabumi, bogor, bptph, bbpopt, ditlin, dan popt dari wilyah II.
       Pembahasan pertemuan diawali dari laporan keadaan standing crop pertanaman saat ini di wilayah II cianjur yang meliputi seluas 143.104 ha dengan dominasi tanaman berumur 60 sampai menjelang panen. Dengan intensitas serangan OPT 2,09 % dari luas pertanaman yang ada.
        Saat ini kegiatan untuk mengurangi serangan OPT diarahkan pada (a) surveylance, (b) Pengamatan intensif pada OPT dan DPI , (c) Peringatan dini, (d) rekomendasi Pengendalian, (e) Evaluasi OPT , (f) Peramalan OPT (g) Kewaspadaan OPT, (h) Pemetaan daerah sebar OPT dan DPI, (i) Gerakan pengendalian OPT. Saran dari dinas pertanian agar melaksanakan kegiatan sesuai protap yang ada.sehingga pengamanan produksi tahun 2012 dapat tercapai 12,300 juta ton GKG di Jawa barat. Bonus : syarat agar menjadi orang maju adalah (1) Jujur (2) Budaya antri dan (3) Kompetisi Budaya ( sekdis). sedangan bonus : resep agar panjang umur  (1) minum susu, (2) Berdarah cepat (3) Berteman baik dengan rekan kerja (4) Senang berbelanja, (5) jarang kerja lembur (6) olah raga yang cukup dan (7) senang sex ( materi ini variasi untuk SL dinamika kelompok).
       Arahan dari BBPOPT (1) agar popt meramal didaerah wilayah kerjanya dengan ramalan time series/pengalaman masa lau dan pemetaan daerah yang sering terjadi serangan ( budaya- kepemilikan - faktor kebiasaan petani dll), dievaluasi pestisida yang digunakan, penempatan POPT berdasarkan luas wilayah min 3000 - 5000 ha bukan kec., Serangan BLB disebabkan diantaranya dari benih (terbawa) dan apabila faktor iklim turut mendukung.  Spotstop diperoleh setelah dilakukan pengamatan intensif-diinformasikan pada petani untuk swdaya- apabila petani sudah tidak mampu lakukan bantuan dengan pestisid selaIain itu harus ada unsur prediksi kemungkinan SPOT. dan menyebar kedaerah lain. Ingat informasi SMS center melalu lap peringatan bahaya.harus ada laporan pestisida yang digunakan dilapangan. Faktor SPOT (a) sosial ekonomi (b) budaya.  Survelance arahkan kepada pembinaan dan bimbingan pada POPT dan petugas lain serta Petani. Ubinan data ganjil dari dinas dan data genap BPS.(ek)

PERTEMUAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI PROGRAM TANAMAN PANGAN REGIONAL II DI PALEMBANG TGL 15 SD 17 FEBRUARI 2012,
1. Pertemuan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan tp regional ii  dihadiri perwakilan dropinsi bengkulu, sumsel, babel, lampung, banten, jabar, kalbar dari undangan 220 orang yang berlasung di tempat hotel aston jln basukI rahmat  palembang, bumi sriwijaya
2. Tujuan : (1) Pemantapan sasaran luas tanam, luas panen, produktivitas, produksi tanaman pangan (terutama padi, jagung kedelai ) tahun 2012, (2) Pemantapan sasaran kegiatan SL-PTT (luas tanam, luas panen, dan produktivitas) padi, jagung, kedelai tahun 2012, (3) Kesiapan sarana pendukung (benih, perlindungan, pasca panen).
3. Materi : (1) Rincian sasaran luas tanam, luas panen, produktivitas, Propinsi, Kabupaten/kota pelaksana kegiatan tanaman pangan per bulan perkomoditas (Blanko 1)m (2) Padi terdiri dari : padi, sawah, ladang, hibrida, dan rawa. Jagung terdiri dari: jagung hibrida, jagung komposit, Kedelai, Kc. Tanah, Kc. Hijau, Ubi Kayu, ubi Jalar.
4. Sasaran Tanam SL-PTT tahun 2012 per bulan perkomoditas per kabupaten (Blanko 2) (1) Padi terdiri dari : Padi Non Hibrida, Padi Hibrida, Padi Ladang, Jagung Hibrida, Kedelai.
5. Estimasi dan Sasaran Luas Panen dan Produksi Tahun 2012 perkomoditas per bulan dan per kabupaten (Blanko 3), Padi terdiri dari : Padi Sawah, Padi Ladang, Padi Hibrida dan Padi Rawa, jagung terdiri dari : jagung hibrida dan jagung komposit. Kedelai, Kc. Tanah, Kc. Hijau, Ubi Kayu, Ubi Jalar.
6. Pencapaian Produktivitas, Padi tdd : padi sawah, padi ladang, padi hibrida, padi rawa, Jagung tdd : Jagung hibrida, jagung komposit. kedelai : di laha sawah, di lahan kering.
7. Workshop terdiri dari 5 kelompok, Tiap kelompok terdiri dari Koordinator, Pendamping dan Operator. Data tiap kelompok akan dikompilasi oleh  kompilator untuk Menampilkan hasil rekap secara Regional, Pembagian kelompok Persidangan/ Workshop),  Kordinator Kelompok II< Ir. Eli Kuncoro,MM  Dit.Perbenihan), Pendamping Prop/Kab: Ir. Firdaus Natanegara, Pendamping Prop/Kab : Ir. Dian Handayani, Pendamping Prop/ Kab : Widji Astuti,SP, Pendamping Prop/ Kab : Ir. Memed J, Pendamping Prop/ Kab : Achmad Yusuf,SP, Provinsi : Jawa Barat, Operator I : M.Shaldan Basari, Operator II : Eli. Tempat/Ruang :  Musi 2,3.
8. pengarahan worshop.worshop i ini memantapkan peningkatan produksi tanaman pangan tahun 2012
9. Pembahasan diskusi dokumen pere canaan dan langkah la gkah operasional pencapaian sasaran produksi tanaman pangan disetiap propinsi dan kabupaten.pembahasan indikasi sasaran luas tanam luas panen,produksi di propinsi jawabarat, pada worshop dibagi menjadi 5 kelopok agar lebil menghasilkan kompilasi rumusan.

Pertemuan sinkronisasi  TP Januari 2012
Kegiatan tahun 2012 diawali dengan pertemuan sinkroninasi, koordinasi dan pemantapan 2012. serta capaian produksi tahun 2012. Pengamanan harus diarahkan pada lokasi lokasi endemis serangan OPT dan DPI dengan program SPOT STOP.  Pertemuan ini biasa dilakukan untuk menyamakan pemahaman dan persepsi dalam gerak langkah setiap kegiatan awal tahun 2012.  Selanjutnya dalam pertemuan tersebut membahas, Pengamanan produksi dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan - Iklim (DPI) melaiui operasional perlindungan tanaman pangan merupakan bagian penting yang berperan dalam menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas hasil. Oleh karena itu, perlindungan tanaman menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencapaian sasaran produksi tanaman pangan. Terhadap gangguan OPT, perlindungan tanaman pangan berperan dalam mengelola OPT agar tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian secara ekonomis, sedangkan terhadap DPI berfungsi melakukan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi dampak perubahan Iklim seperti kekeringan dan banjir. Perubahan iklim ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini sangat sulit diprediksi, sehingga tugas dan tanggung jawab perlindungan tanaman pangan dalam rangka pengamanan produksi menjadi semakin berat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawalan yang lebih intensif, tepat, terintegrasi, dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh pihak terkait.  Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) merupakan ujung tombak keberhasilan pengamanan produksi di lapangan. Akuarasi kinerja POPT-PHP dipengaruhi rasio jumlah petugas terhadap luas/jumlah wilayah kerja pengamatan. Jumlah POPT-PHP saat ini belum mencapai kondisi yang ideal karena adanya pemckaran wilayah di era otonomi daerah. Kekurangan jumlah petugas tersebut telah diupayakan melalui pembaharuan kontrak kerja Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL TB) POPT-PHP untuk periode Maret - Desember 2012. THL TB POPT-PHP bertugas membantu dan melaksanakan tugas POPT-PHP dalam mengamati perkembangan OPT dan DPI, mengawasi peredaran dan penggunaan pupuk serta bahan pengendali OPT di tingkat lapangan. Operasional perlindungan tanaman pangan dilaksanakan sesuai dengan sistem pongendalian hama terpadu (PHT) dan menjadi tanggung jawab masyarakat bersama pemerintah.
Pelaksanaannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 887/Kpts/OT.210/9/1997 tentang Pedoman Pengendalian OPT. Dalam upaya mewujudkan luas areal tanaman pangan yang aman dari gangguan OPT dan DPI, dilakukan dengan meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan serta sumberdaya manusia perlindungan tanaman pangan baik di pusat maupun daerah. Untuk menekan tingkat kehilangan hasil akibat gangguan OPT di lapangan, telah ditetapkan kebijakan "SPOT-STOP", yaitu kebijakan gerakan pengendalian dini terhadap titik sumber serangan agar tidak meluas.  Kebijakan dan langkah-langkah operasional yang telah ditetapkan, diharapkan dapat mendukung upaya pengamanan produksi tanaman pangan Tahun 2012. Untuk mewujudkan keberhasilan upaya pengamanan produksi, dukungan dari seluruh pihak terkait sangat diperlukan.
                           
Rapate Koordinas Perlindungan Tanaman Pangan  dalam rangka safari Pengamaanan  Produksi di Jawa Barat 
RAPAT KOORDINASI PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN PROPINSI JAWA BARAT DI HOTEL APITA  CIREBON TANGGAL 25 JANUARI 2012
      Rapat koordinas perlindungan tanaman pangan propinsi jawa barat di hadiri oleh direktur perlindungan pangan, kasubdit pengendalian, kasubdit sarana, bersama seksi dan jajarannya. kepala instalasi ppopt se jawa barat (5 wil), dan kortikab sejawa barat 17 kab dan 1 kota.serta kab sepantura krawang, subang, purwakarta, bekasi, majagka, kuningan, cirebon dan indramayu. kep[ala bptph dan seksi serta funsional. dan dinas pertanian propinsi bapak supandi. kehadiran peserta berjumlah 80 orang. rumusan yang diperoleh adalah sebagai berikut : a) koordinasi ini merupakan safari direktur perlintan jawa barat, jawa tengah dan jawa timur b) untuk menyamakan persepsi, pemahaman, gerak langah, mengkoordinasikan, sinkronisasi, upaya meminimkan serangan ppt dengan upaya stopspot. c) thl agar diperbaharui bptph diberikan kewenangan memperbaharui kontrak dan menganti yang telah dianggap. d) agar operasional lab di optimalkan dengan kegiatan yang sudah di sampaikan oleh direktur.

   Target Pengamanan Produksi Menjamin 95 % Luas Pertanaman Padi Aman Dari Serangan Opt (1) Menurunkan Serangan Opt < 5 %, (2) Menurunkan Areal Puso, (3) Mengoptimalkan Oprasionalisasi Laboratorium Php/Lab Agens Hayati.
     Kebijakan Perlintan Spot-Stop” Dgn Sistem Pht , Strategi Penerapan Pht (1) Upaya Preemptif à Mengupayakan Agar Spot Tidak Terjadià Tanam Serentak, Pergiliran Tanaman/Varietas, Eradikasi Sumber Serangan,Pemanfaatan Musuh Alami/Agens Hayati, Pupuk Berimbang, (2) Upaya Responsif à Apabila Terjadi Spot Maka Segera Dikendalikan (Stop) àSehingga Kehilangan Hasil Dapat Diminimalkan.
Program Perlintan : (A) Penguatan Sistem Pengamatan Dan, (B) Pengendalian Dini (‘Spot-Stop): (C) Popt-Php Kurang, (D) Tugas Popt-Php Semakin Berat, (E) Sarana Pengamatan Kurang (Jaring, Loupe, Light Trap, Smpk (Pengukur Curah Hujan) Dan Kendaraan Operasional). Peningkatan Sdm Perlintan Diantranya (A) Sl-Pht (B) Sl-Iklim (C) Usulan Pengangkatan Popt-Php (D) Pelatihan Petugas
      Revitalisasi Kelembagaan Perlintan Yakni (A) Bptph (B) Lab.Php/Lab.Agens Hayati (C) Brigade Proteksi Tanaman (Bpt), (D) Regu Pengendalian Hama (Rph) (E) Popt-Php (F) Alumni Sl-Pht/Sl-Iklim à Petani Pengamat Dan Petani Pemandu Swakarsa
       Peningkatan Gerakan Pengendalian Opt Dan Dpi à Pembentukan Posko-Posko,
Penyediaan Sarana Pengendalian Opt Dan Dpi,
       Penguatan Data Base Dan Sistem Informasi Manajemen (Sim),

Pertemuan rakernas di gedung Kementrian Pertanian Jakarta
     Pertemuan rakernas pembangunan pertanian tanggal 12-13 Januari 2012 di Jakarta 1. sasaran kinerja perlindungan tanaman pangan : 95 % Luas tanam padi aman dari gangguan OPT dan dPI 2. sasaran Kinerja : (a) serangan OPT dan DPI turun, (b) sistem pengamatan dan pengendalian dini kuat (spot-stop), (c ) SDM kuat, (d) kelembagaan perlindungan kuat, (e) penerapan teknologi PHT kuat, (f) gerakan pengendalian OPT dan DPI memasyarakat, (g) data base dan SIM kuat 3. kebijakan Perlintan :penerapan sistem PHT, engendalian OPT menjadi tanggungjawab petani dan Pemerintah, emerintah membantu melakukan bimbingan dan bantuan sarana pengendalian program kegiatan perlintan tahun 2012 . revitalisasi kelembagaan perlintan, peningkatan SDM, peningkatan sarana pengendalian OPT, Peningkatan pemberdayaan masyarakat petani dalam penerapan PHT, Peningkatan gerakan pengendalian OPT di lapangan, peningkatan pelaporankegiatan perlintan. Strategi penerapan Operasional PHT : 1. Upaya Preemtif ; Penerapan teknik pengendalian sebelum tanam, pemahaman ekosistem-perencanaan ekosistem : a. Tanam Serentak b. Pergiliran Tanaman c. Pengaturan Waktu Tanam d. Tanam Varietas Toleran e. Sanitasi/Eradikasi Sumber Serangan f. Pemanfaatan Musuh Alami g. Penggunaan Pupuk Organik/Hayati 2. Upaya Responsif ; Penerapan teknik pengendalian setelah tanam, berdasarkan pengamatan ekosistem secara periodik : a. Pengelolaan Air dan Pupuk b. Pemanfaatan Musuh Alami c. Penggunaan Agens hayati / Pestisida Nabati d. Penggunaan Bahan Kimia / Pestisida Secara Bijaksana (6 Tepat) 1. Operasional pengamanan produksi: 1. Pemetaan OPT utama dan DPI 2. Penyusunan program pengendalian OPT DAN DPI 3. Gerakan pengamatan dan pengendalian dini a. Deteksi Dini Oleh POPT-PHP b.Surveilans OPT/DPI Oleh Lab. PHP c. Operasional Brigade Proteksi Tanaman (BPT) & RPH d. Pemanfaatan Alumni SLPHT & SLI Untuk Penguatan RPH, Petani Pemandu, Petani Pengamat. e. Pembentukan/Pemanfaatan Posko Pengendalian. Rakernas ditutup dengan rumusan  strategi upaya pencapaian sasaran produksi/

Rapat Koordinasi Pertanian tanaman pangan tahun 2012 di Sukabumi
        Rapat Koordinasi Pertanian Tanaman pangan tahun 2012 Dalam rangka mensinergime program percepatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Barat tahun 2012 yang berlokasi di Samudra Beach Hotel jln. Raya Cisolok KM 7 kabupaten Sukabumi, pada tanggal 2 sampai 3 februari 2012.Pembahasan dan diskusi Strategi dan kebijakan pengkatan produksi, produksivitas dan mutu tanaman pangan untuk swasembada dan swasembada berkelajutan materi kebijakan program peningkatan produksivitas dan mutu produk hortikultura berkelanjutan tahun 2012 dan 2013. Pembahasan strategi dan kebijakan program pengembangan SDM pertanian dan swasembada kelembagaan petani tahun 2012 dan 2013.
         Strategi dan kebijakan program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana poertanian tahun 2010 dan 2013. Strategi dan kebijakan program program peningkatan nilai tambah daya saing industri hilir, pemasaran dan eksp[ort hasil pertanian tahun 2012 dan 2013. Diskusi umum, penyerahan penghargaan dll. Round table antara kadisperta provinsi dengan kadisperta kabupaten/kota dan BP4K kabupaten. dan dilanjutkan panel diskusi. kegiatan bidang produksi tanaman pangan, kegiatan bidang produksi hortikultura, kegiatan bidang sumberdaya, kegiatan bidang bina usaha, dukungan penyuluhan terhadap peningkatan produksi tanaman.
                     
Penanda tangan kontrak THL POPT di Jawa Barat
  Sebagaimana awal tahun telah dilakukan penanda tanganan kontrak bagi THL POPT se Jawa Barat pada tangga 29 Februari 2012 bertempat di aula kantor BPTPH Ciganitro bandung. Peserta THL berjumlah 83 orang dari seluruh wilayah di Jawa Barat.



Arahan diberikan kepada peserta kontrak agar menjalankan tugas dengan baik sebagaimana tuntutan masyarakat untuk melakukan pengamanan produksi melalui tupoksi sebagai seorang POPT,  Meskipun kontrak yang hanya 10 bulan diharapkan juga 2 bulan yang kosong wajib dilakukan pengamatan hal ini dikarenakan data hasil pengamatan tidak boleh terputus - berkesinambungan.

11/30/11


Pekan Nasional XIII di Kalimantan Timur Tanggal 17 sd 20 Juni 2011
1. Pekan Nasional (PENAS) merupakan acara Pertemuan Kontak Tani Nelayan yang digagas oleh para Tokoh Tani Nelayan sejak tahun 1971. PENAS XIII Petani Nelayan 2011 merupakan kelanjutan hasil keputusan PENAS XII Tahun 2007 yang merupakan wahana bagi para petani nelayan seluruh Indonesia untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan.
2. (1). Lokasi pemukiman peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011 di upayakan terkonsentrasi di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
2. Lokasi pusat kegiatan PENAS XIII Petani Nelayan 2011 dipusatkan di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang. Lokasi ini berada disekitar Stadion Madya Tenggarong.
3. Kegiatan pameran dan promosi berada di sekitar lokasi Stadion Madya Tenggarong. yang akan didesain menjadi 5 (lima) Zona yaitu (1) Zona produksi, (2) Zona sarana produksi pertanian, (3) Zona pengolahan dan (4) Zona pemasaran hasil pertanian dan (5) zona umum.
4. Lokasi upacara pembukaan dan penutupan PENAS XIII Petani Nelayan 2011 dilaksanakan di Stadion Madya Tenggarong yang berlokasi di Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara yang mempunyai daya tampung sekitar 30.000 orang.
5. Lokasi pelaksanaan kegiatan yang bersifat rembug, seminar, lokakarya,lomba dan pertemuan lainnya akan disediakan oleh Panitia Pelaksana Daerah.
6. Lokasi pelaksanaan kegiatan yang bersifat pengembangan dan peragaan teknologi produksi dan pasca panen akan dilaksanakan di areal milik petani yang berada di sekitar lokasi pusat kegiatan. Sedangkan kegiatan studi banding dan widyawisata dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana Daerah.
7. Lokasi kegiatan Gerakan Pengembangan Agribisnis Provinsi Kalimantan Timur, akan ditentukan oleh Panitia Pelaksana Daerah.
8. Lokasi pemukiman dan daya tampung, penginapan/hotel, fasilitas umum/penunjang yang tersedia, objek kunjungan (agribisnis dan agroindustri), secara berturut-turut dapat di lihat pada lampiran.
3. Melalui PENAS XIII Petani Nelayan laiknya oleh siapa saja dalam rangka menggerakkan kepemimpinan agribisnis dan kemitraan di tingkat petani-nelayan. Oleh karena itu, kehadiran m n 2011 ini, petani nelayan berkesempatan untuk saling mengisi dalam upaya memperkuat kepemimpinan agribinis di tingkat petani nelayan, sekaligus mengawali pemerintahan yang baru pilihan petani nelayan seluruh Indonesia yang diharapkan mampu mengubah Petani nelayan menjadi lebih bergairah terhadap pembangunan pertanian umumnya dan pengaruh usaha agribisnis petani nelayan khususnya.
Kehadiran tokoh-tokoh Petani Nelayan, Kontaktani-Nelayan, dan Petani-Nelayan yang berhasil, merupakan kesempatan yang berharga untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknyamereka diharapkan dapat memberi motivasi kepada petani-nelayan lainnya untuk saling berinteraksi dan bersinergis dalam memanfaatkan sumber daya alam pertanian yang tersedia di daerah masing-masing guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka perbaikan mutu produksi pertanian dan peningkatan pendapatannya yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga tani-nelayan.
4. Tujuan Umum Meningkatkan motivasi, dan kegairahan petani-nelayan dan masyarakat pelaku asgribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Tujuan Khusus, a. Meningkatnya kepemimpinan dan kemandirian kontaktani-nelayan selaku pelaku utama sistem dan usaha agribisnis; b. Terjalinnya kemitraan usaha dan informasi agribisnis antara peserta dengan para pengusaha di bidang agribisnis; c. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi dan kualitas produksi agribisnis peserta; d. Meningkatnya jiwa wirausaha dan kesadaran terhadap lingkungan serta keakraban bagi peserta; e. Meningkatnya apresiasi para peserta dan masyarakat pelaku agribisnis untuk memacu prestasi dalam pembangunan pertanian dan pedesaan.
5. TEMA DAN LOGO, Tema dan Logo PENAS XIII Petani Nelayan 2011 adalah hasil musyawarah dalam Rembug Madya Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional di Samarinda, Kalimantan Timur tanggal 11-13 Juni 2009, sebagai berikut : T e m a : Tema PENAS XIII Petani Nelayan 2011 yang telah disepakati adalah :
”Melalui pemberdayaan petani nelayan dan penguasaan teknologi tepat guna kita kembangkan daya saing perekonomian nasional dalam rangka peningkatan pendapatan petani nelayan”.
L o g o : Logo PENAS XIII Petani Nelayan 2011, yang telah disepakati adalah seperti pada gambar di bawah ini.
MAKNA dan LOGO
Dari bumi Kutai Kartanegara kita tingkatkan peran Kontak Tani Nelayan melalui penguatan Kelembagaan Petani Nelayan untuk meningkatkan pendapatan petani nelayan Indonesia.
Ikan Pesut : Geliat ikan pesut berwarna merah melambangkan dinamika petani nelayan Indonesia dengan semangat yang membara berupaya membangun perekonomian petani nelayan yang mandiri. Riak Gelombang : Melambangkan momentum 3 unsur Kontak Tani Dewasa, Sungai Mahakam Wanita Tani dan Pemuda Tani dalam rangka meningkatkan gerakan penguatan kelembagaan ekonomi Petani Nelayan dari Bumi Kutai Kartanegara.
Hurup dan Angka : Menggambarkan ciri khas budaya/ etnis provinsi Kalimantan Timur sebagai tempat penyelanggaraan PENAS XIII Petani Nelayan 2011. Keterangan Warna : Warna merah, kuning, hijau, biru, hitam dan putih adalah warna khas/spesifik masyarakat Kalimantan Timur.
6. WAKTU DAN TEMPAT, Waktu PENAS XIII Petani Nelayan 2011 diselenggarakan pada 18 s/d 23 Juni 2011. Tempat PENAS XIII Petani Nelayan 2011 dilaksanakan di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara (KUKAR), Propinsi Kalimantan Timur. Peta lokasi PENAS XIII Petani Nelayan 2011
7. A. Peserta : 1. Peserta Utama adalah Petani Nelayan, Pemuda Tani Nelayan, Wanita Tani Nelayan, Alumni Magang Jepang, P4S, Koperasi Tani Nelayan (KOPTAN) dan Asosiasi Petani Nelayan; 2. Peserta Pendamping adalah aparat yang ditugasi oleh pemerintah untuk mendampingi dan memfasilitasi peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011. :3. Peserta Peninjau adalah organisasi profesi, penyuluh swasta dan atau pemerhati/pakar yang bergerak di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan serta pelaku agribisnis.
B. Jumlah dan Komposisi : 1. Berdasarkan hasil Rembug Madya Kelompok KTNA Nasional Tahun 2010 di Kutai Kartanegara telah disepakati jumlah peserta utama, peninjau dan pendamping sebanyak 24.000 orang (rincian seperti pada lampiran 3) dengan komposisi sebagai berikut : a. Peserta Utama 90%, b. Peserta Peninjau 5 %, c. Peserta Pendamping 5 %. 2. Bagi daerah yang akan mengirimkan peserta melampaui jumlah yang telah ditetapkan agar tetap memperhatikan komposisi di atas dan menyampaikan kepada Panitia Pelaksana Daerah yang tembusannya kepada Panitia Penyelenggara Pusat selambat-lambatnya bulan Maret 2011 sebelum pelaksanaan PENAS XIII Petani Nelayan 2011.1660. 3. Peserta Peninjau, a. Pejabat pemerintah, Pimpinan/anggota DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupubaten /Kota; b. Organisasi profesi, pemerhati/pakar dan penyuluh swasta yang bergerak di bidang pertanian, perikanan- kelautan dan kehutanan; c. Pengusaha dan pelaku agribisnis yang bermitra dengan petani-nelayan; Peninjau diwajibkan mendaftarkan diri pada masing-msing kontingen daerahnya untuk di daftarkan pada Panitia Penyelenggara dan Pelaksana PENAS XIII Petani Nelayan 2011.
8. Pelaksanaan PENAS XIII Petani Nelayan 2011, Kegiatan PENAS XIII Petani Nelayan 2011 terdiri dari 7 (tujuh) aspek yaitu, 1. Upacara dan Apresiasi. 2. Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani Nelayan. 3. Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis. 4. Pengembangan Teknologi dan Kemandirian Energi Ramah Lingkungan.
5. Pengembangan Wirausaha dan Kesadaran Lingkungan. 6. Sinkronisasi Program Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan; Adapun rincian kegiatan PENAS XIII Petani Nelayan 2011 berdasarkan aspek-aspek di atas adalah sebagai berikut :
1.
Upacara dan Apresiasi, a. Upacara Pembukaan dan Penutupan 1) Pembukaan
Pembukaan, adalah kegiatan upacara sebagai tanda dimulainya secara resmi pelaksanaan PENAS XIII Petani Nelayan 2011. Kegiatan akan dilaksanakan antara tanggal 18 Juni 2011 dan dihadiri dan dibuka oleh Presiden RI. 2) Penutupan ,Penutupan, adalah kegiatan upacara sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan PENAS XIII Petani Nelayan 2011. Kegiatan akan dilaksanakan antara tanggal 23 Juni 2011 dan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden RI. b. Temu Wicara :1) Temu Wicara dengan Presiden RI
Temu Wicara dengan Presiden RI adalah dialog antara kontaktani-nelayan sebagai peserta temu wicara dengan Presiden RI untuk membangun komunikasi dan motivasi serta menyampaikan informasi tentang perkembangan daerah khususnya di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. 2) Temu Wicara dengan Pejabat Tinggi/ Pejabat Negara
Temu Wicara dengan Pejabat merupakan pertemuan antara kontak tani-nelayan dengan pejabat negara atau pejabat tinggi lainnya. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan motivasi, memperkuat kerjasama dan memecahkan segala permasalahan yang dihadapi petani-nelayan.
9. Pemberian Penghargaan 1) Pemberian penghargaan Pemberian penghargaan, adalah acara pemberian tanda-tanda kehormatan dan pengakuan prestasi kepada pejabat pemerintah, petani-nelayan, penyuluh/peneliti pertanian, perikanan-kelautan, kehutanan, BUMN, dan masyarakat/ pemerhati bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.
Pemberian penghargaan ini dapat berasal dari Presiden RI, Menteri-Menteri dan Kelompok KTNA Nasional pada acara pembukaan dan atau penutupan PENAS XIII Petani Nelayan 2011. 2) Pemberian Hadiah Lomba,Pemberian hadiah lomba, adalah kegiatan pemberian tanda-tanda pengakuan prestasi peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011 atas keberhasilannya meraih juara dalam perlombaan selama berlangsungnya PENAS XIII Petani Nelayan 2011. Hadiah lomba untuk juara umum diberikan pada acara penutupan, sedang hadiah-hadiah lainnya diberikan pada acara pagelaran setiap lomba-lomba. Dan
2. Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani Nelayan: a. Rembug Utama, Rembug Utama yang dilakukan pada PENAS XIII Petani Nelayan 2011, yang dihadiri oleh Pengurus Kelompok KTNA Nasional dan Ketua Kelompok KTNA Provinsi, ditambah 2 orang setiap provinsi yang mewakili unsur wanita dan pemuda (KTNA kabupaten/kota maksimum 3 orang sebagai peninjau).
10. Peserta Temu Profesi antara lain adalah : 1) Komisi Penyuluhan Pertanian Nasaional (KPPN), 2) Ikatan Keluarga Alumni Magang Jepang (IKAMAJA), 3) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), 4) Pemuda KTNA, 5) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), 6) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), 7) Forum Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), 8) Induk Koperasi Tani (INKOPTAN)
9) Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam (KPSA), 10) Persatuan Anggrek Indonesia (PAI)
11) Persatuan Penggilingan Padi Indonesia (PERPADI), 12) Himpunan Perlindungan Tanaman Indonesia (HPTI), 13) Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), 14) Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI), 15) Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), 16) Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), 17) Asosisasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), 18) Persatuan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI), 19) Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI), 20) Perhimpunan Pedagang Hewan Indonesia (PPHI), 21) Gabungan Organisasi Pengusaha Ayam Nasional (GOPAN), 22) Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), 23) Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) 24) Asosiasi Benih Indonesia (ASBENINDO), 25) Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (GAPERINDO), 26) Dewan Jagung Nasional (DJN), 27) Asosiasi Produsen Padi Nasional (APPN), 28) Asosiasi Bunga Indonesia (ASBIND, 29) Forum Florikultura Indonesia (FFI), 30) Perkumpulan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI), 31) Dewan Tani Indonesia, 32) Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia, 33) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia.
34) Asosiasi Petani Kelapa Indonesia, 35) Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia.
36) PPNSI, 37) SPI
11. Temu Petani Asia Fasifik : Temu Petani Asia Pasifik merupakan pertemuan antara Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia dengan para petani negara Asia Pasifik. Pertemuan ini bertujuan untuk saling tukar menukar informasi dan pengalaman serta memperkuat kerjasama usaha antara sesama petani Asia Pasifik khususnya di dalam pembangunan ekonomi usaha kecil dalam menghadapi krisis ekonomi global, Temu Sukses Petani dan Penyuluh Temu Sukses petani dan Penyuluh merupakan pertemuan yang menampilkan sosok Kontaktani–Nelayan atau Penyuluh Pertanian yang secara sendiri dan atau bersama-sama berhasil di bidang pertanian. Pertemuan ini bertujuan memotivasi, membuka cakrawala berpikir dan memacu prestasi kontaktani-nelayan dan penyuluh pertanian dalam melaksanakan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Kemitraan Usaha dan jaringan Informasi Agribisnis
12. Pameran Pembangunan Pertanian Nasional : Pameran Pembangunan Pertanian Nasional adalah kegiatan menginformasikan, memamerkan, mempromosikan berbagai perkembangan hasil-hasil produksi dan jasa dalam pembangunan pertanian, perikanan- kelautan dan kehutanan sebagai realisasi kerjasama kemitraan baik dengan BUMN maupun dengan perusahaan swasta lainnya, yang diselenggarakan oleh unsur petani-nelayan, Koperasi Tani- nelayan, Pengusaha, Perusahaan dan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah.
13. Pameran pembangunan adalah kegiatan untuk menginformasikan, dan memamerkan serta mempromosikan berbagai perkembangan hasil-hasil produksi jasa pembangunan pertanian dan pembangunan lainnya yang diselenggarakan oleh berbagai unsur petani, nelayan, koperasi, pengusaha dan perusahaan daerah serta dinas/instansi di Provinsi Jawa Barat. Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat berperan aktif dalam kegiatan pameran pembangunan untuk menginformasikan hasil-hasil kegiatan dibidang konservasi dan pelestarian alam yang telah dilakukan dalam rangka pelaksanaan tupoksi, dengan sasaran adalah masyarakat tani, petugas atau pengusaha yang bergerak di bidang pertanian serta pelajar dan masyarakat pada umumnya. Dengan T e m a : Tema PENAS XIII Petani Nelayan 2011 yang telah disepakati adalah : ”Melalui pemberdayaan petani nelayan dan penguasaan teknologi tepat guna kita kembangkan daya saing perekonomian nasional dalam rangka peningkatan pendapatan petani nelayan, Tujuan, sasaran dan keluaran : Pelaksanaan kegiatan PENAS XIII Petani Nelayan 2011 bertujuan informasi tentang OPT dan teknologi pengendaliannya dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat yang memerlukan. tujuannya adalah Tersosialisasikan dan terinformasikannya data perkembangan OPT, bencana alam serta teknologi pengendalian OPT yang berwawasan lingkungan kepada masyarakat. lokasi PENAS XIII Petani Nelayan 2011, tenggarong kalimantan timur . Pelaksanaan kegiatan ; Pembukaan pelaksanaan kegiatan peringatan PENAS XIII Petani Nelayan 2011, tenggarong kalimantan timur seluruh indonesia Bapak Presiden RI Sesuai dengan Visi BPTPH Propinsi Jawa Barat “ Terwujudnya Petani Jawa Barat sebagai ahli PHT yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera “ maka Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Pronisi Jawa barat memamerkan materi teknik pengendalian yang ramah lingkungan. Pengawalan Lapangan (POPT 396 orang dan wilayah kerja POPT 625 Kecamatan serta Instalasi 5 unit dan 1 unit Instalsi Kimia Agro) : (1) Pengamatan OPT, Penyediaan data OPT, Rekomendasi Pengendalian OPT, Bimbingan Teknis, Implementasi pengendalian OPT, Implementasi PHT Skala Luas, Dukungan penerapan GAP. (2) Perekayasaan dan penyediaan teknologi pengendalian OPT spesifik lokasi ramah lingkungan : Pengkajian dan penyebarluasan informasi teknologi perlindungan ramah lingkungan (Corynebacterium, Beauveria, Trichoderma, PGPR dan Pestisida Nabati). Perbanyakan dan aplikasi Cendawan Agens Antagonis, Teknik pembuatan dan aplikasi bakteri antagonis Corynebacterium sp: Perbanyakan dan Aplikasi Cendawan Entomopatogen : ) Beauveria bassiana / Metharizium / Verticilium (3) Membangun budidaya tanaman ramah lingkungan : Pemasyarakatan Teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan dengan melaksanakan berbagai kegiatan SLAH, SL Iklim, SLPHT Pangan, SLPHT Palawija, SLPHT hortikultura, SL SRI, SL Hibrida dan PPAH. (4) Pengembangan kelembagaan perlindungan tanaman : (a) Pengembangan POS pelayanan Agens Hayati (PPAH) tingkat wilayah, kabupaten, kecamatan, desa dan kelompok tani (b) Forum apresiasi petani alumni SLPHT tingkat wilayah dan kabuapetn (c) Forum petani pengembang agens hayati, organic, biokompos (d) Forum perencanaan petani PHT (e) Alumni SLPHT Pangan (sejak 1991 – 2010) = 322.700 orang atau 12.908 kelompok, alumni SLPHT Hortikultura = 128 kelompok, (5) Pengawasan pupuk dan pestisida : (a) Monitoring penggunaan, peredaran dan penyimpanan pupuk dan pestisida (b) Penguatan uji mutu pestisida, pupuk dan produk pertanian (c) Penguatan uji residu pestisida, kimia tanah dan kualitas air. Kesimpulan dan saran ; (1) Tersosilisasikannya informasi teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan kepada masyarakat (2) Menumbuhkan minat pengunjung untuk membuat agens hayati/pestisida nabati (3) Memahami produk – produk pertanian aman konsumsi ((4) Teknologi penggunaan pestisida yang bijaksana sehinga produk pertanian bebas residu, aman lingkung, aman bagi pengguna, aman hewan peliharaan dan aman terhadap musuh alami. Saran (1) Diharapkan kedepan pameran menampilkan produk produk pertanian yang bebas residu pestisida (2) Produk produk pertanian aman konsumsi (3) Pameran agar terus dilakukan secara berkesinambungan agar informasi tentang teknologi pengendalian OPT yang ramah lingkungan bisa dapat diterima oleh petani, serta penggunaan pestisida terdaftar yang bijaksana agar produksi pertanian aman konsumsi.
14. Temu Usaha Agribisnis
Temu Usaha Agribisnis merupakan kegiatan mempertemukan petani-nelayan dengan pihak pengusaha atau perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis. Dalam kegiatan ini, diharapkan dapat terjadi kontak bisnis dan transaksi bisnis melalui pelelangan produk-produk agribisnis antara petani-nelayan dengan pengusaha atau perusahaan dibidang agribisnis.
c. Lomba Stan
Lomba Stan adalah kegiatan menilai stan pameran, meliputi pelayanan infomasi, keserasian dalam penyajian komoditi, dekorasi, kerapian dan kebersihan. Lomba Stan, diikuti oleh seluruh peserta pameran dan promosi. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menetapkan stan terbaik dari seluruh stan peserta pameran dan promosi dengan tujuan meningkatkan daya inovasi dan kreativitas dalam menyampaikan informasi melalui peragaan dalam bentuk visualisasi/peragaan produk dan jasa.
f. Pengembangan Pasar Lelang Hasil Pertanian
Pengembangan Pasar Lelang hasil Pertanian merupakan ajang peragaan secara utuh kegiatan Pasar Lelang Hasil Pertanian di suatu daerah . Kegiatan ini bertujuan untuk memberi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan Pasar Lelang Hasil Pertanian di daerahnya.

Bentuk – bentuk Temu Usaha Agribisnis ini antara lain :
1) Temu Bisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
2) Pengembangan Jaringan Informasi Agribisnis
Pengembangan Jaringan Informasi Agribisnis merupakan kegiatan pelayanan informasi agribisnis dalam bentuk pembelajaran singkat dengan memanfaatkan jaringan komunikasi website/internet pelayanan pertanian. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendorong peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011, Kontaktani-Nelayan dan Pengusaha Agribisnis untuk memanfaatkan jaringan internet agar petani-nelayan dapat mengetahui informasi agribisnis secara tepat dan global.

4. Pengembangan Teknologi dan Kemandirian Energi Ramah Lingkungan
a. Gelar dan Temu Teknologi
Temu teknologi merupakan forum pertemuan antara Petani- nelayan dengan peneliti, penyuluh dan fungsional lainnya untuk saling tukar- menukar informasi hasil penelitian maupun kajian dan pengalaman mengenai keberhasilan penerapan suatu teknologi yang ramah lingkungan.
b. Temu Karya : Temu Karya merupakan pertemuan antar sesama petani- nelayan untuk saling tukar- menukar informasi dalam rangka mengembangkan usahataninya dengan tujuan meningkatkan keakraban sesama peserta, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan gagasan atau pengalaman kepada orang lain, sehingga tumbuh kepercayaan dan kemampuan dalam menerapkan teknologi yang dikembangkan.

c. Studi Banding dan Widyawisata
1) Studi Banding
Studi banding adalah salah satu kegiatan kunjungan peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011 untuk melihat dan mempelajari keberhasilan daerah yang bersangkutan dalam merintis dan mengembangkan kegiatan agribisnis
Kegiatan ini akan diarahkan kelokasi Gerbang Agribisnis dan Kelompoktani nelayan atau petani nelayan yang berhasil. Studi atau kunjungan ini bersifat keharusan bagi peserta yang telah ditetapkan oleh kontingennya.

2) Widyawisata
Widyawisata merupakan kegiatan kunjungan peserta secara berkelompok untuk belajar dan menyaksikan pembangunan pertanian, perikanan- kelautan, kehutanan dan obyek agrowisata dengan tujuan untuk menumbuhkan motivasi peserta dalam meningkatkan kegiatan usahanya, memperluas wawasan dan menambah pengetahuan dalam berbagai aspek pembangunan.

d. Peragaan, Unjuk Tangkas dan Asah Terampil
1) Peragaan
Peragaan atau demonstrasi, adalah kegiatan memperagakan atau mendemonstrasikan suatu inovasi atau teknologi baru dibidang pengembangan agribisnis kepada peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011. Peragaan atau demonstrasi ini dilaksanakan untuk memberi kesempatan seluas- luasnya kepada para peserta untuk melihat lebih dekat, merasakan dan mencoba suatu teknologi baru dibidang pengembangan teknologi agribisnis.

2) Unjuk Tangkas
Unjuk Tangkas adalah suatu rangkaian kegiatan lomba keterampilan dibidang agribisnis yang harus diselesaikan secara berurutan dan tuntas dalam satu paket. Kegiatan ini dilombakan antar Provinsi, guna meningkatkan prestasi para peserta dalam memperagakan keterampilan sekaligus membuka kesempatan mereka untuk mengetahui dan memahami suatu teknologi baru dalam bidang agribisnis. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat memupuk serta menumbuhkan rasa kekeluargaan serta keakraban diantara sesama peserta.

3) Asah Terampil
Asah Terampil adalah suatu kegiatan yang diperlombakan antar Provinsi dengan jumlah peserta sebanyak 5 (lima) orang setiap kelompok, dalam rangka mengasah pengetahuan dan penyerapan informasi bagi para peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011, dimana setiap Provinsi dapat mengikuti lebih dari satu kelompok.

5. Pengembangan Wirausaha dan Kesadaran Lingkungan

a. Karya Wirausaha Petani-Nelayan
Karya Wirausaha petani-nelayan merupakan kegiatan yang mengekspose keberhasilan petani-nelayan dalam melaksanakan wirausaha skala kecil di pedesaan. Kegiatan wirausaha yang diperagakan adalah usaha kecil di bidang industri kecil dan rumah tangga. Peragaan ini langsung dilaksanakan di pedesaan dan dikerjakan bersama antara peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011 yang berhasil dalam wirausaha tersebut dengan petani/masyarakat setempat.

b. Karya Agroforestry
Karya Agroforestry Lestari merupakan kegiatan partisipatif yang dilaksanakan secara bersama-sama antara peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011 dan masyarakat setempat guna optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam untuk petani hutan. Kegiatan ini, lebih diarahkan pada kegiatan pemanfaatan lingkungan antara lain usahatani tanpa limbah, penanaman pohon untuk penghijauan dan kegiatan yang berbentuk gerakan hemat air. Kegiatan lainnya yang dapat dilakukan adalah kegiatan yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi penduduk setempat, misalnya budidaya dan pengolahan tanaman di lahan kehutanan sebagai sumber energi alternatif.

c. Olah Raga Keakraban
Olahraga keakraban merupakan kegiatan olah raga untuk menumbuh-kembangkan keakraban antar peserta maupun antar peserta dengan masyarakat setempat. Kegiatan olah raga ini dipilih dan ditetapkan bersama antara peserta dan masyarakat setempat dan panitia pelaksana daerah. Prinsip utama kegiatan ini adalah, membangun keakraban, solidaritas, murah meriah, kreatif, dan sederhana dengan mengutamakan pemanfaatan sarana olah raga yang tersedia di sekitar lokasi pemukiman peserta PENAS XIII Petani Nelayan 2011.

e. Festival Kesenian Daerah
Festival Kesenian daerah adalah merupakan pertunjukan seni budaya dari dan untuk peserta maupun masyarakat di lokai Penas, dalam rangka mempromosikan seni budaya daerah masing-masing. Festival Kesenian meliputi kegiatan sebagai berikut, (1) Pagelaran seni budaya ini dilakukan dalam bentuk tarian massal (penyambutan dan pelepasan) pada acara pembukaan atau penutupan PENAS XIII Petani Nelayan 2011 oleh daerah pelaksana (Provinsi Kalimantan Timur); (2) Pagelaran yang dilakukan dalam bentuk penyajian tarian perwakilan masing-masing kontingen/provinsi secara bergiliran di panggung utama yang telah ditetapkan; (3) Pagelaran juga dilakukan di lokasi pemukiman untuk meningkatkan keakraban antara peserta dengan masyarakat setempat. ( tulisan diambil dari berbagai sumber, 2011)