J
AMBORE VARIETAS
HORTIKULTURA DATARAN
TINGGI TAHUN 2012
Panen Kentang yang
dilaksanakan Wamen
Pertanian Dr. Rusman
Heryawan bersama Bupati
Kab. Garut, dan para
tamu undangan dalam
rangka kegiatan Jambore
Varietas Hortikultura
Dataran Tinggi Tahun
2012
Jambore Varietas
Hortikultura Dataran
Tinggi Tahun 2012
dilaksanakan di Desa
Cikandang Kecamatan
Cikajang Kabupaten Garut
Provinsi Jawa Barat dan
akan berlangsung dari
tanggal 6-9 Juni 2012.
Wakil menteri (wamen)
Pertanian, Dr Rusman
Heryawan, mengaku
bangga dengan
diselenggarakannya
kegiatan tersebut. Ia
berharap kegiatan
jambore tersebut dapat
bermanfaat bagi para
petani.
Dikatakan Wamen bahwa
petani telah banyak
mengetahui soal-soal
teknis mengenai
pertanian,namun Wamen
berharap agar para petani
dapat terus meningkatkan
pengetahuan serta
wawasannya dalam
bidang pertanian dan
meminta agar para petani
dapat memanfaatkan
jambore ini untuk arena
belajar.
“Paling tidak, pulang dari
acara ini, petani dapat
membawa pulang ilmu
baru dan wawasan baru.

Karena tantangan petani
itu terus berkembang,"
kata Wamen dihadapan
ribuan petani saat
pembukaan.
Selain terdapat ratusan
stan yang menampilkan
berbagai hasil produksi
pertanian, pada jambore
ini juga tersedia sekitar
dua hektar lahan yang
ditanami berbagai
tanaman seperti
buah-buahan dan sayuran
varietas hortikultura yang
turut dilombakan.
Tujuan dari kegiatan
Jambore Varietas
hortikultura ini adalah
untuk mensosialisasikan
keunggulan berbagai
varietas dataran tinggi
hortikultura kepada petani
dan masyarakat umum.
Pengenalan ratusan
varietas tanaman
hortikultura ini sangat
penting untuk dapat
memperkenalkan
beragam varietas dan
jenis tanaman hortikultura
dan diharapkan dapat
memperkaya wawasan
petani dan berbagai
stakeholder dalam hal
pembudidayaan tanaman
sayuran untuk berbagai
pemanfaatan.
Sementara peserta
jambore terdiri dari
Produsen Benih, Balai
Penelitian, Petani, Petugas
Pertanian dari Pusat,
Provinsi, dan
Kabupaten/Kota, Pelajar,
mahasiswa dan
masyarakat umum.
Salah satu kegiatan yang
dilaksanakan adalah
demonstrasi varietas
unggul hortikultura,
beberapa produsen benih
swasta yang berpartisipasi
dalam Demonstrasi
Varietas Unggul adalah :
1. PT East West Seed
Indonesia, 2. PT Bisi/
Tanindo, 3. PT Benih Citra
Asia, 4. PT Mulia Bintang
Utama, 5. PT Takii Seed
Indonesia, 6. PT Clause
Indonesia, 7. PT Seminis,
8.PT Primasid Andalan
Utama, 9. PT Agri
Makmur Pertiwi, 10. PT
Namdhar, 11. CV Matahari
Seed, 12. PT Sang Hyang
Seri, 13. PT Nunhams
Sementara produsen
benih kentang dan
sayuran lokal yang
berpartisipasi adalah : 1)
Balai Penelitian Tanaman
Sayuran. 2) Dinas
Pertanian Provinsi
Sulawesi Utara. 3) Dinas
Pertanian Provinsi
Sumatera Utara. 4) Dinas
Pertanian Provinsi
Sumatera Barat. 5) Dr.
Sudarisman NTB. 6) Prof.
Baharuddin, Sulawesi
Selatan. 7) M. Khudori,
Garut.
KOORDINASI
PENGENDALIAN OPT
PENGGEREK BATANG DI
KAB. BEKASI
Pertemuan Koordinasi
Pengendalian Organisme
Pengganggu Tanaman
(OPT) Penggerek Batang
dilaksanakan di Dinas
Pertanian Kab. Bekasi
(28/05) dalam rangka
untuk mengantisipasi
meluasnya serangan
penggerek batang padi
yang cukup tinggi
saatmemasuki musim
kemarau pada beberapa
Kecamatan di Kab.
Bekasi. Pertemuan ini
dihadiri para POPT, Kepala
UPTD, Kepala Bidang
Tanaman Pangan dan
Kepala Dinas Kab. Bekasi.
Adapun Tujuan
pertemuan ini dengan
cara diskusi dan worshop
untuk : (a) Menyamakan
persepsi dan pemahanan
gerakan pengendalian
OPT penggerek batang
padi. ( b)
Menyusun
strategi pengendalian
agar luas serangan dapat
menurun. Hasil
pertemuan ini
menetapkan, pada 12
kecamatan (Cikarang
timur, Cibitung, Babelan,
Sukawangi, Tambun
Utara, Tambelang,
Sukatani, Cikarang Pusat,
Pebayuran, Serang Baru,
Cikarang Selatan dan
Kedung Waringin) di Kab.
Bekasi akan segera
dilaksanakan gerakan
pengendalian OPT
penggerek batang secara
bertahap, yang dimulai
pada tanggal 29 Mei s.d.
01 Juni 2012. Gerakan
pengendalian
mengikutsertakan
Kelompok Tani pemilik
sawah yang terserang
OPT penggerek batang.
Monitoring SLPHT Padi di kec. Arjawinangun Cirebon
Monitoring SLPHT
padi in
dilaksanakan di
desa
Geyongan Kecamat
an Arjawinangun
Kabupaten Cirebon
oleh Kelompok Tani
Belik dengan ketua
kelompok bapak yoyon,
dihadiri oleh 25
orang petani,.
Tujuan Sekolah lapang ini
untuk meningkatkan
pengetahuan, ketrampilan
dan memasyarakatkan
PHT secara luas diharapka
output SL ini peserta
menjadi ahli PHT, Mandiri
Dinamis dan Sejahtera
sera mengeluarkan 2
pemandu SL dan 1 orang
petani pengamat.
Materi materi
sesuai pedoman yang
sudah baku, dan topik
khusus disesuaikan
dengan permasalahan
yang ada di desa
tersebut.
Rapat Koordinasi dan
Dialog Interaktif Wakil
Menteri Pertanian RI
Sesuai dengan amanat
Presiden RI pada Rapat
Sidang Kabinet Terbatas
tanggal 6 September
2011 dan Pidato
Kebijakan pada Pelantikan
Menteri Kabinet Indonesia
Bersatu II pada Tanggal
19 Oktober 2011,
dinyatakan bahwa
produksi pangan dalam
negeri harus mampu
menyediakan surplus
beras sebesar 10 juta ton
pada tahun 2014.
Peningkatan produksi
beras nasional (P2BN)
dalam rangka
mewujudkan surplus
beras 10 juta ton pada
tahun 2014 bukan hanya
merupakan tanggung
jawab Kementrian
Pertanian saja, melainkan
tanggung jawab semua
pemangku kepentingan
baik dari instalasi pusat
maupun instalasi daerah.
Untuk mencapai surplus
beras 10 juta ton tahun
2014 diperlukan kerja
sama yang baik antara
Kementrian Pertanian,
Kementrian Pekerjaan
Umum, Kementrian
BUMN, Pemerintah
Provinsi, Pemerintah
Kabupaten/kota, serta
para penyuluh, POPT dan
mantri tani yang
sehari-hari bekerja
mendampingi para petani
di lapangan, mulai dari
perencanaan program,
pelaksanaan, hinga
monitoring dan evaluasi.
Berkaitan dengan
pelaksanaan kegiatan
tersebut Wakil Menteri
Pertanian beserta Eselon I
terkait, mengadakan dan
melakukan panen serta
dialog interaktif
bersama-sama, Gubernur
Jawa Barat , Bupati
Purwakarta, dan P.T Sang
Hyang Seri, bersama
petani dan POPT di desa
cikopo, Kecamatan
Bungur Sari, Kabupaten
Purwakarta, sekaligus
mengadakan rapat
koordinasi dengan Dinas
Pertanian Pangan Provinsi
Jawa Barat, seluruh Dinas
Pertanian Kabupaten/kota
di Provinsi Jawa Barat,
Kepala Bali Pengkajian
Teknologi Pertanian,
Asisten Daerah II Provinsi
Jawa Barat dan Pimpinan
Badan Pelaksana
Penyuluhan dari seluruh
Kabupaten /kota di
Provinsi Jawa Barat dalam
rangka monitoring,
evaluasi dan koordinasi
pelaksanaan P2BN di
Wilayah Jawa Barat
menuju surplus 10 juta
ton beras tahun 2014
sebagaimana diamanatkan
oleh Presiden RI.
Tujuan Rapat Koordinasi
dan Dialog Interaktif
Wakil Menteri Pertanian di
Kabupaten Purwakarta,
Provinsi Jawa Barat:(1)
Melakukan Panen Padi di
Desa Cikopo, Kecamatan
Bungursari, Kabupaten
Purwakarta, Provinsi Jawa
Barat. (2) Melakukan
Dialog Interaktif antara
Wakil Menteri Pertanian,
Gubernbur Jawa Barat,
Bupati Purwakarta dan
Direksi P.T Sang Hyang
Seri bersama petani dan
POPT, penyuluh serta
pemangku kepentingan
lainnya di desa Cikopo,
Kecamatan Bungursari,
kabupaten Purwakarta,
Provinsi Jawa Barat. (3)
Rapat Koordinasi dengan
Dinas Pertanian Tanaman
Pangan Provinsi Jawa
Barat dan Seluruh Dinas
Pertanian kabupaten/kota
di Provinsi Jawa Barat,
Kepala Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian
Provinsi Jawa Barat dan
Pimpinan Badan Pelaksana
Penyuluhan dari seluruh
kabupaten/kota di Provinsi
Jawa Barat dalam rangka
monitoring, evaluasi dan
koordinasi pelaksanaan
P2BN di Wilayah Jawa
Barat menujun surplus 10
juta ton beras Tahun
2014 sebagaimana
diamanatkan oleh
Presiden RI.
Dialog interaktif dalam Peningkatan Kapasitas penyuluhan Dalam Mendukung Program Peningkatan Produksi beras Nasional (P2BN) bersama wamentan dan Gubernur Jawa Barat.

Lokasi di desa cikopo Kec Bungursari kab. purwakarta dihadiri oleh Wakil menteri, Gubernur Jawa Barat, Bupati purwakarta, dan sejulah eselon I lingkungan kementerian pertanian, dan kepala Dinas atau kepala bidang yang membidangi tanaman, dan kelompok tani se jumlah kelompok tani di kab. Purwakarta.
Hasil panen diperoleh 4,34 ton/ha karena daerah ini tadah hujan dimana saat tanam pemberian air tidak optimal. Arahan Wamen agar memasuki MT 2011/2012 pertanaman agar dikawal baik secara teknologi maupun pengamanan dari gangguan OPT dan DPI
SURVEILANS ORGANISME PENGGAGU TANAMAN (OPT) PADA TANAMAN PADI DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Surveilans adalah suatu proses resmi yang ditujukan untuk mengumpulkan dan mencatat suatu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui survei, monitoring atau prosedur lain. Tujuan diadakannya surveilans antara lain : 1) mengetahui keberadaan OPT sasaran, kepadatan populasi, sebaran dan dinamikanya, 2) sebagai dasar analisa peramalan, 3) sebagai dasar Early Warning System, 4) alat evaluasi keberhasilan pengendalian tindakan OPT. Adapun keuntungan melakukan surveylance adalah : 1) Pemilihan sampel lebih sederhana, 2) metode lebih praktis, mudah dan efisien, 3) dapat memberikan gambaran global tentang situasi OPT, 4) dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, 5) lebih sederhana daripada survei namun lebih lengkap dari monitoring.

Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar telah melakukan surveilans yang dilakukan di 4 (empat) Kecamatan, pada tanggal 25 s.d. 26 April 2012. Adapun Kecamatan yang mendapat kegiatan ini antara lain : Kecamatan Leuwisari (Desa Arjasari dan Ciawan), Kecamatan Sukarame (Desa Wargakerta dan Sulakarsa), Kecamatan Sariwangi (Desa Sariwangi dan Sirnasari) dan Kecamatan Cigalontang (Desa Nanggerang dan Lengkongjaya).
Data hasil Surveilans dari beberapa Kecamatan ini diolah sementara dan disampaikan kepada Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Jabar
Koordinator POPT untuk segera ditindaklanjuti dan dikeluarkan rekomendasi pengendaliannya, apabila OPT tersebut akan meningkat terutama Penyakit BLB. Dan yang harus diwaspadai pula adalah OPT Penggerek Batang, Tikus dan WBC. Keberadaan musuh alami untuk OPT Penggerek batang dan WBC cukup tersedia diantaranya Lycosa, Phaederusdan Coccinelidae.
PENGEMBANGAN METODE PENGENDALIAN OPT PANGAN DAN HORTIKULTURA
DI INSTALASI PPOPT TASIKMALAYA

Kegiatan Pengembangan Metode Pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura di Instalasi PPOPT Tasikmalaya diikuti oleh sebanyak 87 orang POPT yang ada di wilayah Instalasi PPOPT Tasikmalaya.
Kegiatan Pengembangan Metode Pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura di Instalasi PPOPT Tasikmalaya diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 28 Maret 2012 bertempat Di Kantor Instalasi PPOPT Tasikmalaya.
Tujuan dilaksanakan kegiatan diantaranya : (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas POPT dalam pengembangan metode pengendalian OPT pangan dan hortikultura. (2) Meningkatkan kualitas teknologi pengendalian OPT pangan dan hortikultura
Narasumber diantaranya :
(1.) Dede Kusdiaman, (Balai Besar Tanaman Padi - Kabag Tata Usaha - Peneliti Hama
Menyampaikan Judul Makalah yaitu PTT Padi Sawah ; Implementasi Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT) memperkecil resiko kehilangan hasil panen
(2) Ineu Sulastrini (Balai Penelitian Tanaman Sayuran – Peneliti Muda)
Menyampaikan Judul Makalah yaitu PHT Pada Tanaman Cabai dan Tomat
(3) Dr. Ir. H. Sudarjat (Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran - Lektor Kepala)
Menyampaikan Judul Makalah yaitu Pengembangan Pengendalian OPT Manggis .
POPT
DIALOG INTERAKTIF PENGENDALIAN HAMA TERPADU
Kerja sama BPTPH prov.Jawa barat dengan RRI Bandung disiarkan langsung dari jalan Diponegoro Bandung
Perlindungan tanaman dalam upaya penekanan kehilangan hasil akibat serangan OPT dan DPI merupakan bagian integral dari sistem produksi, peran perlindungan tanaman dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan dan pengembangan hortikultura sangat besar, terutama dalam mempertahankan produktivitas dan kualitas hasil.
Simak pembahasan tentang pengenalan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman pangan dan hortikultura dengan menerapkan PHT oleh nara sumber dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Barat setiap hari Selasa dan Kamis pukul 17.00 s/d 16.00 pada acara Siaran Pedesaan RRI Bandung PRO 4.AM 540 ( info bbn 26042012)
Kegiatan sosialisasi Pengembangan teknologi ramah lingkungan melalui TVRI

Dalam mengisi acara "salam desa" Program TVRI studio bandung yang akan disiarkan pada tanggal 10 April 2012 secara nasional oleh TVRI jakarta
pada kesempatan itu BPTPH provinsi Jawa barat memberikan materi penerapan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang berbasis PHT. Materi penyampaian oleh Kepala BPTPH sekilas pengertian teknologi ramah lingkungan.
Pengendalian OPT yang berwawasan lingkungan atau ramah lingkungan dalam menuju pertanian yang berkelanjutan. Dimana Pengendalian OPT memprioritas budidaya tanaman yang sehat serta menempatkan penggunaan pestisida dengan alternatif terakhir bila cara lain sudah tidak ampuh.
Upaya BPTPH Prov.Jawa Barat pada pengamanan produksi tahun 2012
mengantisipasi melalui teknologi pengendalian ramah lingkungan. Pengertian teknologi ramah lingkungan adalah :
(1) penggunaa Agenshayati, (2) penggunaan Pestisida Nabati dan (3) Penggunaan Teknologi spesifik lokasi.
Penggunaan Agens Hayati terdiri dari(1)Predator,(2)Parasitoid dan (3)Patogen serangga.
Patogen serangga digolongan kedalam kelompok (a) Kelompok Jamur, (b) kelompok bakteri,(c)kelompok virus, (d) agens antagonis(kelompok jamur dan kelompok bakteri)
serta penggunaan Pestida nabati (ber bahan aktif tunggal atau jamak yang berasal dari tumbuhan)
Kelompok tani Pos Pengembang Agens hayati ada 55 kelompok yang aktif dengan jumlah total kelompok tani yang telah mengikuti Sekolah lapang sejak tahun 1991 sebanyak 22.434 kelompok tani.
MUSRENBANG Provinsi Jawa Barat 2012
Upaya mewujudkan sinergitas
Perencananan pembangunan daerah yang
diamanatkan oleh UU no 25 tahun 2004
tentang sistemperencanaan Pembangunan
Nasional (SPPN) telah diselenggarakan
Musrenbang provinsi jawa Barat tanggal
10 sampai 11 april 2012 bertempat di
Hotel Horison Bandung .

Dengan Tema "
Mengintegrasikan peran pemerintah
dunia usaha, akademisi dan komunitas
dalam mewujudkan pembangunan tematuik
sektoral dan perkuatan pembangunan
tematik kewilayahan untuk mempercepat
masyarakat Jawa Barat yang mandiri,
dinamis, dan sejahtera " atau
"Mengintegrasikan peran dunia usaha,
perguruan tinggi, dan komunitas dalam
meningkatkan pembangunan sektoral dan
perkuatan pembangunan sektoral
mempercepat terwujudnya masyarakat
yang mandiri, dinamis dan sejahtera "
selain itu tujuan: a. Sebagai forum
pelaku pembangunan dan melakukan
rencana pembangunan di Jawa Barat,
b.Menjadi perioritas pembangunan
seluruh kepentingan c. Mendapatkan
usaha akhir, d Menyusun matematik desa
sebagai kebijakan pembangunan, e.
Membangun yang dengan mengikutsertakan
stakeholder, f. menciptakan terobosan
baru.
Bersamaan itu diluncurkan situs
perencanaan Online dengan nama "
rkpdonline.jabarprov.go.id " oleh
Gubernur Jawa barat. 5 Arahan Presiden
dipedomani dalam perencanaan yakni
(1).Kebijakan Peningkatan APBNP Tahun
2012, (2) .Kebijakan peningkatan
penerimaan negara, (3).Kebijakan
penghematan energi secara bertahap,
(4) .Kebijakan penggunaan gas domestik
untuk menggerakan sektor rill,
(5).Peningkatan investasi harus
didukung oleh iklim dan peraturan yang
kondusif.
kegiatan pertemuan koordinasi petani alumni slpht pangan dan hortikultura dalam rangka pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati di instalasi ppopt indramayu
Untuk mengatasi kesenjangan informasi teknologi pengendalian opt khususnya kepada para petani alumni slpht di jawa barat diperlukan suatu pertemuan koordinasi petani alumni slpht pangan dan hortikultura. dalam rangka pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati agar lebih terjalin kerjasama dan saling berbagi pengalaman antar petani serta untuk lebih tersosialisasikan pengendalian opt yang ramah lingkunganyang diharapkan terciptanya suatu teknologi pengendalian yang aplikatif dan dapat direkomendasikan. pertemuan bertujuan :
(1) dukungan pengembangan teknologi pengendalian opt ramah lingkungan di tingkat petani (2) melaksanakan fasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi pengendalian opt ramah lingkungan dari hasil penelitian kepada petani. (3) melaksanakan pembentukan jaringan kerjasama antar petani alumni slpht pertemuan ini dilaksanakan di instalasi ppopt indramayu pada tanggal 21 maret 2012. dengan 50 orang petani alumni slpht.

Materi adalah : (1). teknologi pengendalina opt ramah lingkungan , (2) pengembangan teknologi opt ramah lingkungan di tingkat petani, (3) Pentingnya jaringan komunikasi antar petani untuk mengaman kan dan meningkatkan produksi pertanian
metode kegiatan
metode kegiatan ini adalah berupa : penyampaian materi peserta dan diskusi
hasil : ungkapan pengalaman peserta demgam materi :
- corynebacterium untuk mengendalikan hama wbc, p.batang, belalang dan walang sangit pada tanman padi, kutu daun dan trips pada tanaman sayuran
- trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit fusarium sp. pada tanaman bawang merah dan cabai merah
- pestisida nabati dari bahan-bahan nimbi, sirsak, gadung, laos,berenuk dll. untuk mengendalikan berbagai opt pangan dan hortikultura
- pembuatan pupuk organik/kompos dan mol dari bahan-bahan yang diambil dari buah-buahan local
rencana tindak lanjut
peserta bersepakat membentuk forum petani pengembang agens hayati (FPPAH) ciayumajakuning dengan calon pengurus 2 orang tiap kabupaten yaiu :
• bpk. haerudin dan bpk. maman hermanto dari kabupaten kuningan
• bpk. engkos dan bpk.sunarya dari kabupaten majalengka
• bpk. anwar dan bpk. tawin dari kabupaten indramayu
• bpk. muksan dan bpk.masrad dari kabupaten cirebon
hasil berembug dari 8 orang tadi maka terpilihlah susunan pengurus inti , yaitu :
- ketua adalah bp. muksin dari cirebon
- sekretaris adalah bpk. anwar dari indramayu
- bendahara adalah bpk. masrad dari cirebon
- untuk kegiatan selanjutnya
Pembinaan mental disiplin PNS di Pangandaran kab Ciamis
Dalam rangka penanaman disiplin kebersamaan dan penanaman sifat korsa PNS dipandang perlu melakukan pembinaan mental PNS yang dilaksanakan tanggal 30 Maret sampai 01 april 2012 di pangandaran kab.Ciamis yang diikuti kurang lebih 100 PNS di lingkungan dinas Pertanian Tanaman pangan Prov. Jawa Barat.
Ruang Publik dalam acara pengendalian Tomcat di TVRI studio Bandung
Upaya sosialisai pengendalian Tomcat yang akhir akhir ini heboh dimasyarakat, untuk itu BPTPH prov jawa barat bersama rumah sakit Hasan sakin menjadi nara sumber talk show dalam upaya pengendalian tomcat di Jawa Barat. Tomcat dilihat dari sudut pertanian karena serangga ini populasinya banyak ditemukan di pertanaman padi sawah dan upaya pencegahan dan penanganan apabila terkena cairan paderin yang ada dalam tubuh tomcat oleh Direktur utama RSHS bandung.. talkshow dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2012 di studio TVRI bandung(ek)
Pertemuan Koordinasi tehnis Perlindungan Tanaman pangan di Instalasi PPOPT Indramayu tahun anggaran 2012
Pertemuan ini dilaksanakan tanggal 27 Maret 2012 merupakan kegiatan rutin dari instalasi PPOPT dengan tujuan (1) Menyamakan pemahaman/persepsi kegiatan bperlindungan, (2) menambah pengetahuan/wawasan/informasi terbaru, (3) merumuskan langkah antisipasi serangan OPT di akhir MT.2010/2011 dan MT 2012 dan pemecahan masalah. Dihadiri kepala BBPOPT, Ditlin korf fungsional POPT, Kepala instalasi PPOPT, kepala Balai BPTPH, dan POPT sejumlah 120 orang (termasuk THL sejumlah 35).
laporan Kepala instalasi PPOPT wil Indramayu, menjelaskan kondisi lapangan sat ini di wil indramayu sudah dan menjelang panen. dengan kondisi lapang OPT dominan saat ini Blast dan BLB.dan biasanya OPT yang menyerang Musin gadu adalah WBC karena saat ini telah ditemukan ada populasi WBC dilapangan.untuk itu agar segera merenkomendasikan pada apabila ditemukan sawah yang terserang. Kebijakan upaya menekan serangan OPT adalah serangan tertinggi 5 % dengan 95 % areal pertanaman bebas dari serangan OPT utama. upaya yang dapat diterapkan adalah Responsif dan Preemtif serta SpotStop (ek)
Pengembangan Metoda pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura bagi petugas pengendali OPT
Metoda pengendalian OPT harus berkembang terus sesuai tuntutan dilapangan, sehubungan dengan hal tersebut pada tanggal 22 Maret 2012. bertempat di aula BPTPH prov Jawa barat telah dilaksanakan kegiatan pengembangan metoda pengendalian OPT pada tanaman pangan dan hortikultura.
pertemuan ini dihadiri opeh POPT 6 wilayah cimahi, bandung kota, bandung, garut, bandung barat dan sumedang. sejumlah 125 orang (termasuk THL 81 orang)
Hearing dengan DPRD Prov Jawa barat di Kab garut
Pertemuan dengan DPRD Prov. jawa barat dengan dinas pertanian tanaman pangan dan UPTD dinas sebanyak 8 UPTD telah dilaksanakan tanggal 20 maret 2012 di Garut pembahasan, diskusi menyakut tentang (1) evaluasi kegiatan 2011, (2) pelaksanaan 2012 dan (3) rencana kegiatan yang strategis 2013.
Kedepan pemerintah memperioritaskan pelayanan publik disetiap kegiatan pada lingkup Dinas pertanian dii prov. Jawa barat.
Siraman Rohani oleh Bapak prof Dr. Miftah Farid
Ceramah bulanan untuk membentuk karakter bangsa. Sajian rohani setiap bulan betujuan membentuk karakter yang baik sebagai pelayan masyarakat. Ahlak harus terbentuk dan bersama sama semua bergerak dalam ceramahnya 7 karakter yang harus dijalankan untuk kesuksesan membentuk karakter bangsa yakni

(1) Iman percaya ( percaya atas kebaikan yang diberikan dari allah SWT), (2) Solat yang khusuk, (3) Gunakan waktu yang bermanfaat dan tinggalkan berbuat waktu yang tidak bermanfaat, (4) Membayar zakat sesuai aturannya dan wajid dijalankan, (5) Hubungan suami istri yang harmonis, menyalurkan cinta pada istri yang sah, (6) Berbuat jujur dan (7) Mantap menjalankan solat yang berkualitas.Mudah mudahan ke 7 karakter ini dapat dijalankan dengan bimbingan dan lindungan Allah SWT.
Sosialisasi Petunjuk teknis pengusulan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara

Peluang untuk naik pangkat dengan penemuan baru disampaikan oleh Dr. Diaz D Santika Msc dai LIPI. Dalam kenaikan pangkat istimewa ini adalah point dengan mendapatkan penemuan baru.. Kriteria penemuan baru ini tidaklah terlalu sulit buat diajukan bagi seorang PNS cukup diajukan melalui proposal penemuan barunya ke LIPI jakarta ( dari sini nanti pihak lipi akan menyurati memberitahukan syarat syart yang masih kurang bila ada). Kriteria bagi penemuan baru ada 3 point yang harus dipenuhi yakni (1) Penemuan bersifat relevan, (2) Original (tidak mengkopi,meniru atau mengikuti penempuan orang lain) dan (3) berdampak luas, bermanfaat bagi orang banyak. Bagi petugas lapang POPT, PBT dansebagainya sangat diharapkan dapat mengusulkan peluang ini, menurut nara sumber dari lingkup pertanian masih jarang bahkan belum mengunakan usulan peluang ini untuk naik pangkat. bagipetugas lapangan yang berminat silahkan copi materinya (hubungi email kami).(ek) .
Mengikuti upacara Hari kesadara Nasional
Upacara merupakan kewajiban dalam menjalankan tugas, diantara sekian upacara, apel yang diikuti diantara apel Hari kesaran Nasional yang dilaksanakan di halamam Dinas Pertanian tanaman pangan Prop. Jawa barat jln Surapati 71 Bandung. Dalam peningkatan displin dalam PP no 53 tahun 2010 tentang pokok kepegawean mengamanatkan tentang PNS harus disiplin. menciptakan PNS yang berdisiplin,bermoral dan handal dan dapat menjamin tata tertip dan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan. dan dapat mendorong PNS lebih produktif berdasarkan profesionalismenya.berdasarkan sistem karier, sistem kerja. karena tantangan yang kita hadapi kedepat semakin komplek dan rumit dengan banyak tuntutan dari masyarakat.

Pimpinan mengajak agar kita bekerja bersama sama dan sama sama meningkatkan kinerja untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura. dan mengingatkan sejumlah kewajiban PNS adalah (1) Telah mengucapkan sumpah dan janji PNS dan sumpah jabatan, (2) program kegiatan tahun 2012. selain itu kegiatan website internet yang sudah 2 tahun ( 2010 dan 2011) berturut memenangkan juara tingkat Nasional di tingak kementrian pertanian maka di tahun ini tahun 2012 pada bulan mei akan berkompetisi yang ke 3 kali apabila menang maka menjadi juara tetap dan tidak dilombakan kembali selama 2 tahun berturut turut perlu dukungan dari masing masing UPTD. sebagai media menyemangai media IT kita.perlu melaporkan kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dimasing UPTD..Arahan ini disampaikan oleh kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan prov Jawa barat
Dalam rangka penanaman sikap Mental, disiplin, dan Jiwa korsa bagi PNS di linkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat
Untuk menerapkan jiwa disiplin sikap mental dan jiwa korsa kegiatan ini dilaksanakan di pangan daran kab. ciamis pada tanggal 30 Maret sampai 1 April 2012.
Pertemuan Koordinasi Alumni SLPHT Pangan dan Hortikultura tahun 2012 dalam Rangka Pembentukan Jaringan Pengguna Agens Hayati Instalasi PPOPT Bandung
Tujuan kegiatan ini (1)melaksanakan dukungan pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan di tingkat petani, (2) Melaksanakan fasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan dari hasil penelitian kepada petani,(3) Melaksanakan pembentukan jaringan kerjasama antara petani alumni SLPHT untuk pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati. Dalam pertemuan yang dilaksanakan tanggal 20 Maret 2011 ini dihadiri Peserta Petani Alumni SLPHT sebanyak 50 Orang (yang terdiri dari 8 kelompok tani), kepala Instalasi PPOPT Wil.Bandung,Kepala BPTPH Provinsi Jawa Barat,dan fungsional POPT.
Peserta Kegiatan Pertemuan Kordinasi Alumni SLPHT Pangan dan Hortikultura dalam rangka pembentukan jaringan petani pengguna agens hayati di Instalasi PPOPT Bandung. Hasil dari pertemuan adalah Membentuk jaringan petani pengguna agens hayati,(1)Terbentuknya kepengurusan asosiasi petani pengembang dan pengguna agens hayati untung Wilayah Bandung yang diketuai oleh Bapak Ayi Supriatna (dari kelompok tani Nurani sejahtera kec.Bojongsoang), Sekretaris Bapak Ade (Kelompok tani Bina warga Kec.Tanjungmedar),Bendahara Deden (Kelompok tanu Boemi Nursery kec.Lembang KBB),(2) Petani akan menggunakan dan mengembangkan agens hayati/biopestisida dalam Pengendalian OPT. Diharapkan kedepan jaringan ini mampu memberi motivasi ke kelompok lain dalam hal mengembangkan, menerapkan pengengendalian OPT ramah lingkungan (agens hayati dan pestisida nabati) secara luas
Mengikuti Workshop Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dan Layu Pseudomonas dalam Skala Luas
Worshop dilaksanakan di Banjarmasin tanggal 14-17 Maret 2012 Peserta 12 Propinsi yang dihadiri oleh Propinsi Aceh, Lampung, Jawa Barat 0 ir. Lukman Nul Hakim MP), Sumatra Selatan,Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Lombok, dan Bali.
Tujuan dari kegiatan ini adalah Mengendalikan Layu Fusarium dan Layu Bakteri dalam skala luas, sehingga memerlukan beberapa strategi untuk gerakan pengendalian secara luas. Strategi yang disepakati dalam kegiatan ini yaitu: Strategi Penanggulangan Penyakit Fusarium 1. Peningkatan pengamatan dan pelaporan 2. SLPHT dan Gerakan dan Pengendalian OPT 3. Penggunaan sarana perlindungan ramah lingkungan agens hayati, pembungkusan buah 4. Penerapan berbagai cara dalam kesatuan rencana/ program secara terpadu 5. Peningkatan peran kelembagaan (Sarana Labolatorium) 6. Peningkatan kemampuan SDM (POPT, Alumni SLPHT, Petani PHT).
PERTEMUAN KORDINASI TEKNIS PELAKSANA KEGIATAN PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN TAHUN 2012 DI YOGYAKARTA
Untuk memantapkan kegiatan pengamanan produksi tanaman pangan pada Program Peningkatan Ketahanan Pangan Tahun 2012, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim global dan kebijakan strategis terkait lainnya, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan melaksanakan Kordinasi Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tanaman Pangan diselenggarakan Hari Selasa-Kamis,tanggal 13-15 Maret 2012, yang bertempat di Hotel Saphir Yogyakarta, ( dihadiri jawa barat Kepala balai dan staf fungsional Ir. Arifani M) acara :Penyerahan laporan, penjelasan asuransi pertanian, seminar penyakit Blas dan HDB (a) Penyakit Blas dan penangannannya (b)Penyakit Kresek dan penanganannya (c)Penanganan Penyakit blas dan Kresek,
Pakaian keamanan dalam mengendalian OPT
Pakaian khusus untuk penyerangan OPT dilapangan. Alat keamanan ini sijamin tidak bocor oleh air, sehingga pengguna dapat terbebas dari kontaminasi dengan inseksitida saat menyemprot. anti panas alias dingin bila digunakan.
Sedikit mengulas wira usaha
Wira usaha sangatlah penting.
Suasana Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi Sawah di kec sukawangi,bekasi

Situasi begini sudah sering terjadi disaat kegiatan gerakan pengendalian diadakan. Petani tidak sabar menerima jatah insektisida untuk melakukan penyemprotan dilahan sawah.
Untuk mengurangi serangan penggerek batang Padi di Sawah yang cukup tinggi di akhir musim tanam 2011/2012 bulan maret 2012, telah dilakukan pengendalian OPT dengan mengikut serta masyarakat, stake holder. Di kec Sukawangi kab. Bekasi
Gerakan pengendalian OPT merupakan salah satu kegiatan di BPTPH untuk bersama sama dengan petani pantura melaksanakan aksi penurunan luas dan intensitas serangan penggerek batang. Kegiatan Gerakan ini bertujuan (1) Memberdayakan petani agar petani lebih peduli akan pentingnya pengendalian OPT secara serentak dalam suatu hamparan yang luas yang dikenal dengan gerakan pengendalian OPT, (2) Memotivasi masyarakat tani untuk ikut aktif pengendalikan OPT, (3) Memupuk kerjasama antar kelompok tani dalam upaya pengendalian OPT. Tentunya gerakan pengendalian OPT ini bersama Brigade Proteksi Tanaman (BPT).