KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

2010-05-09

Pengendalian Penggerek Batang Padi Kuning
Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK) dan Pengendaliannya PBPK (Scirpophaga incertulas, Walker) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi. Jenis tersebut penyebarnnya paling luas di Indonesia, dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil serta dapat mengganggu produksi di daerah serangan.Waspadai adanya ngengat (kupu berwarna kuning jerami dengan tanda titik hitam pada sayapnya) dan kelompok telur sejak dipesemaian. Ulat penggerek makan didalam batang merusak sistem jaringan termasuk merusak titik tumbuh. Gejala serangan pada fase vegetatif disebut "sundep". Pada fase generatif ulat merusak tangkai malai sehingga terpotong menyebabkan malai menjadi hampa, gejala tersebut disebut "Beluk".BioteknologiPBPK berkembang secara metamorfosis sempurna, dalam siklus hidupnya terdapat stadium telur, larva(ulat), pupa (kepompong) dan imago (ngengat). Untuk mencapai siklus satu generasi dibutuhkan waktu 6-7 minggu.Telur PBPK diletakkan dalam bentuk kelompok telur yang ditutupi oleh rambut haalus berwarna coklat kekuning-kuningan dan terdiri dari 50-150 butir telur. Biasanya diletakan didekat ujung helai daun. Lama stadium telur berkisar antara 100-600 butir telur yang diletakkan pada 3-5 malam. Larva berwarna putih kekuning-kuningan sampai kehijau-hijauan, terdiri dari atas 5-6 instar, panjang maksimum 25 mm. Stadium larva berkisar 28-35 hari. Larva yang baru menetes sebagian besar bergerak menuju ke bagian pucuk tanaman, kemudian menggantung dengan benang halus, terayun, kemudian berpencar. Larva menggreak kedalam batang atau menggerak langsung pada pelepah daun. Larva menggrek dalam bataang, berkembang hingga mencapai stadium pupa. Larva dapat berpindah dari satu tunas ke tunas lainnya.Imago/ngengat jantan berukuran 14 mm dan imago betina berukuran 17 mm. Imago jantan mempunyai bintik berwarna hitam/gelap yang membujur pada sayap depan. Imago betina berwarna kekuning-kuningan dengan sebuah bintik hitam dibagian tengah sayap depan. Imago aktif pada malam hari dan tertarik cahaya. jangkauan terbang dapat mencaapai radius 6- 10 km. Lama hidup imago 5-10 hari.

Musuh alami
Musuh alami PBPK cukup banyak, sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasi dan serangan PBPK. Musuh alami yang diketahui efektif untuk menekan perkembangan populasi PBPK adalah parasitoid telur, antara lain: Trichogramma spp, Tetrastichus spp, dan Telenomus spp.

Musim tanam dan perkembangan PBPK
Dalam satu musim tanam ditemukan 3 generasi, masing-masing generasi awal (sejak pesemaian), generasi satu dan generasi dua (perusak). Perkembangan penggerek batang padi dari musim ke musim lebih banyak didukung oleh adanya pertanaman padi secara terus menerus atau singgang dan tanaman padi yang tumbuh dari gabah yang tercecer di lapang pada waktu panen. Pada musim kemarau populasi PBPK pada daerah-daerah tanam awal berpeluang lebih berkembang dibandingkan dengan daerah-daerah tanam akhir.

Pengendalian
Tuntaskan pengendalian penggerek batang di pesemaianPenggunaan insektisida anjuran apabila intensitas serangan >- 6 %, dan parasitisme kelompok telur <>Wereng batang Coklat

PengendalianTuntaskan pengendalian penggerek batang di pesemaian Penggunaan insektisida anjuran apabila intensitas serangan >- 6 %, dan parasitisme kelompok telur
pengendalian-wereng-coklat-kerdil.html">Pengendalian Wereng Coklat, Kerdil Rumput dan Kerdil Hampa
Wereng Coklat Wereng Coklat merupakan serangga hama tanaman padi yang penting sejak awal tahun 1970-an. Serangga dewasa berwarna coklat, berukuran 4-5 mm. Semua stadia wereng coklat dari nimfa sampai imago menghisap cairan jaringan tanaman. Namun yang sangat ganas adalah nimfa instar 1-3. Gejala kerusakan, pangkal batang berwarna kuning dan pangkal batang berwarna kehitaman. Bila parah, tanaman mengering seperti terbakar (hopperburm)Gagal panen (puso) dapat terjadi bila jumlah serangga lebih dari 20 ekor/rumpun. Oleh karena itu, upaya pengendalian perlu segera dilakukan jika wereng coklat telah mencapai ampang ekonomi (4 ekor/rumpun pada fase vegetatif dan 7 ekor/rumpun pada fase generatif). Peningkatan populasi wereng coklat didorong oleh : (1) penanaman varietas padi rentan, (2) penanaman padi tidak serempak, (3) penggunaan insektisida tidak tepat (jenis, dosis, waktu, dan cara), dan (4) pemupukan tidak sesuai kebutuhan tanaman. Selain sebagai hama, wereng coklat juga berpereran sebagai penular penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Setiap ekor wereng coklat berpotensi menularkan penyakit virus kerdil rumput dan kerdil tanaman sakit ketanaman sehat.

Cara Pengendalian
Teknik budidaya Tanaman varietas tahan seperti Inpari-1 sampai 10, terutama Inpar 2, 3, dan 6.
  • Pelihara pesemaian dan tanaman muda agar tidak terserang wereng coklat.
  • Tanam padi secara serempak dalam suatu wilayah.
  • Gunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
  • Pada saat terjadi serangan, keringkan petakan sawah 3-4 hari untuk memudahkan teknis pengendalian.
  • Kimiawi, Bila populasi wereng coklat sudah mencapai ambang ekonomi, semprotkan insektisida dengan bahan aktif yang sesuai seperti bupofresin, fipronil, amidaklorid, kabofuran, atau teametoksan.
  • Agen hayati dan musuh alami perlu dikembangkan karena dapat mengurangi potensi bahaya wereng coklat dengan biaya lebih murah.
  • Beauveria bassiana 6,2x1010A cfu/ml.
  • Ekstra nimba (zadirachta indica).
Kerdil Rumput
Hama wereng coklat juga berperan sebagai penular penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa, yang dapat menimbulkan kerugian besar pada tanaman padi. Tanaman padi yang sakit akibat tertular virus kerdil rumput dapat sama sekali tidak menghasilkan gabah. Tanaman yang sakit kerdil rumput umumnya mempunyai banyak anakan, tumbuhan kerdil, dan tegak seperti rumput. Daun-daun memendek dan sempit, berwarna hijau kekuningan dan penuh dengan bercak coklat seperti karat. Akhir-akhir ini ditemukan gejala penyakit kerdil rumput tipe-2 berupa tanaman agak kerdil, daun kaku berwarna kuning jingga, dan anakan sedikit.

Kerdil Hampa
Tanaman padi yang sakit kerdil hampa menjadi kerdil, daun melintir, tepi daun bergerigi, terdapat garis-garis berwarna putih pada pelepah, anakan bercabang, dan warna daun menjadi hijau tua. Pada suatu hamparan, pertanaman yang tertular berat oleh kerdil hampa tampak tidak tumbuh rata karena tinggi tanaman tidak seragam. Mulai yang terbentuk dari tanaman sakit tidak keluar sempurna, sehingga gabah yang dihasilkan hampa.

Cara Pengendalian
Penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa dikendalikan dengan cara memutus hubungan antara wereng coklat dengan virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput dan tanaman padi.
Eradikasi tanamanpadi atau ratun yang tertular virus, dan tidak menanam padi untuk beberpa saat (1-2 bulan) adalah cara-cara paling penting untuk mengendalikan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput.
Sampai saat ini belum ada varietas padi tahan kedua penyakit tersebut( Sumber Balai Besar Penelian Tanaman Padi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.2010)