KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

2010-06-09

Sekolah lapang Iklim di kab. Indramayu

Kunjungan sekolah lapang ikilim di kampung pule desa gunung sari kecamatan Sukagumiwang kab. Indramayu. ketua kelompok damuri dengan kelompok tani Sri makmur. kehadiran peserta sebanyak 30 orang dengan komposisi 5 orang wanita.

pertemuan tanggal 15 juni 2010 merupakan pertemuan ke 6 (enam).tanggapan kelompok cukup baik dan bersemangat untuk mengatasi permasalah bencana alam kekeringan dan banjir yang sering mlanda wilayah ini. Praktek lapangan diterapkan pada LBB perlakuan (1) penggunaan legowo, (2) penggunaan bahan organik, (3) penggunaan MOL dan penggunaan EM4. Peserta melakukan pengamatan curah hujan dengan penakar curah hujan buatan sendiri yang terbuat dari kaleng olie bekas. Varietas dominan daerah ini adalah cireang dengan umur kurang lebih 30 HST.Saat kunjungan Kepala BPTPH dan seksi Informasi serta didampingi oleh staf fungsional Instalasi PPOPT Indramayu Sdra Umar Harjataruna.
Arahan kepala balai agar peserta dapat memahami, mendegarkan dengan seksama, mengikuti dengan serius, mempraktekan - pengamatan dengan baik dan benar semua materi materi dan praktek yang diberikan dari pemandu, yang nantinya semuanya peserta akan mengalami dari sejak pengolahan tanah hingga panen, dengan demikian proses belajar dari pengalaman ini dapat lebih mudah terserap Materi yang akan dan sudah diberikan adalah :(1) Kontrak belajar dan pembuatan penakar curah hujan(2) topik tampahan cara pembuatan pengguanaan MOL, (3) Mengenal cuaca dan iklim (4)Informasi iklim dan rencana tindak lanjut SL iklim.
Arahan pemandu didasari oleh (a) Dinamika hujan di Indonesia (b) Cuaca dan iklim (c) Hubungan cuaca dan iklim terhadap organisme Pengganggu Tumbuhan dan Banjir/kekeringan (d) Konservasi air (5) Identifikasi permasalahan iklim dan cuaca pengelolaan risiko melalui pemanfaatan iklim. Selain itu Modul yang harus di apilaksikan atau modul terapan diantaranya (1) Kontrak belajar, (2) Memahaman neraca air dan manfaatnya untuk menentukan kebutuhan air irigasi dan nilai potensi terjadinya banjir (3) Teknologi terapan pada lahan kering (4) Memanfaatkan informasi enso dalam menentukan pola tanam yang tepat pada lahan sawah irigasi (5) Teknologi terapan pada lahan sawah irigasi (6) Menilai arti ekonomi informasi prakiraan iklim/musim. dan (7) Field Day.
Dijelaskan pula bahwa informasi enso merupakan penyimpangan iklim yang biasa dikenal dengan istilah elnino kalau menimbulkan masalah kekeringan dan La-Nina kalau menimbulkan masalah banjir. Fenomena ENSO dapat diketahui dengan melihat kondisi suhu muka laut ( SML) di samudra Pasifik.

Selanjutnya pemandu SLI telah menjelaskan bahwa Sekolah lapang iklim akhir akhir ini merupakan program yang sedang digalakan dalam upaya menyikapi perubahan iklim yang mempunyai dampak terhadap perkembangan OPT, untuk itu upaya menimalisir ini dampak ini dilakukan Sekolah lapang Iklim (SLI). SLI adalah sekolah lapang yang dilaksanakan dialam terbuka dengan memberdayakan petani agar mampu membaca kondisi iklim serta kearifan lokal untuk melaksanakan budidaya pertanian spesifik lokasi agar dapat menimalisir penurunan produksi akibat dampak perubahan iklim ( banjir dan kekeringan). Prinsip dasar sekolah lapang "Belajar dengan melakukan sesuatu (learning by doing) dan Belajar melalui pengalaman (kearning by experiencing)" prinsipnya Saya baca, saya lupa. Saya lihat, saya ingat. Saya melakukan sesuatu saya bisa. dan Saya menemukan, saya menguasai.Kurikulum sekolah lapang dalam satu musim disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan peserta sebagai contoh dapat digunakan adalah (1) Evaluasi hasil pengamatan di lapangan, (2) Dinamika Kelompok, (3) Pengenalan unsur iklim (4) Pengenalan Ekosistem (5) Pengenalan istilah dalam prakiraan Musim, (6) konsep Peluang ( Prakiraan atau ramalan mengandung kesalahan ) (7) Pengaruh cuaca dan iklim terhadap perkembangan OPT serta pertumbuhan tanaman.(8) fiel trip/kunjungan lapangan (9) Pengenalan alat pengukuran unsur cuaca/iklim dan cara kalibrasi data (10) Mengenal proses pembentukan hujan (11)Memanfaatkan Informasi prakiraan musim dan kearifan lokal untuk mengatur strategi tanaman (12) Mengenal ekologi tanah ( 13) Mempelajari neraca air lahan untuk menentukan kebutuhan irigasi dan menilai potensi kejadian banjir.(14) Analisa usaha tani sederhana (15) Penilaian ekonomi informasi prakiraan musim/iklim, ( Mengenal faktor penyebab banjir dan kekeringan), (17) Pengendalian masalah banjir dan kekeringan, (18) Field Day /hari lapangan, (19) Rencana Tindak lanjut dan pemberian sertifikat..
Informasi disampaikan dari bptph bagi pemandu SL iklim yang berminat menambah koleksi buku buku sekolah lapang iklim datang ke Seksi Informasi atau sms ke 085721234548 (im3).