KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

2011-02-06

Gerakan Gropyokan tikus di kaliwedi kab. Cirebon

Pencanangan gerakan tikus pada tanggal 6 februari 20011 lokasi didesa gua kidul kecamatan
kaliwedi kab. Cirebon. Gerakan gropyokan ini merupakan aksi dengan PPNSI "peduli petani Meningkatkan kepedulian terhadap Petani dan Masyarakat dalam mewujudkan dalam kesehjahtraan dan kebersamaan dalam rangka penanggulangan perubahan iklim. Kegiatan ini di hadiri Sekretaris menteri pertanian, dewan pimpinan pusat perhimpunan petani dan Nelayan. Kepala BPTPH, Kasubdit Pengendalian OPT ditlin pangan dan dinas pejabat kabupaten dan kecamatan. Petugas lapangan POPT, PPL dan kab, kec dan desa (THL sdr sukarna, Hasan, Sunanto, uci) Tingginya serangan tikus di daerah ini disebabkan oleh (1) daerah Kaliwedi merupakan pertanaman yang terakhir MT lalu sehinggga menjadi sasaran serangan tikus, (2) Bantalan kereta api sebagai tempat persembunyian tikus, (3) Belum Optimalnya gerakan bersama. Kelompok tani yang hadir dan melakukan gropyokan tikus sejumlah enam kelompok yaitu : (1) kelompok Sepat Jaya desa gua kidul kec. kali wedi, (2) Situri (3) Sri Mulya, (4) Sri Jaya (5) Widara (6) Asinan. Luas pertanaman yang dikendalikan yaitu 220 ha dengan varitas cilamaya muncul dengan umur 40 -60 hst, intensitas serangan saat ini 28 persen dengan liang aktif yang cup banyak. Gerakan dilaksanakan dengan melibatkan 110 orang petani dengan alat
emposan, tiran, gropyokan dan anjing pelacak yang sudah terlatih. Permintaan petani mengharapkan kedepan minta sarana pengendalian, jaring dan racun tikus. Tujuan : gerakan ini untuk mengamankan pertanaman MT 2010/2011 menjelang panen sehingga produksi dapat tercapai, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesehjahtraan dengan demikian mensejahtrakan bangsa dan negara. Kedepan arah pertanian yakni pertanian industrial dengan
kemandirian pangan berbasis lokal, (admin0