KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

2011-02-15

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Tanaman Pangan 2011

Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Tahun 2011
, di Gedung kementrian Jakarta Tgl 10 - 11 Februari 2011 (1) Rapat koordinasi Nasional Pembangunan tahun 2011 dengan tema “ Akselerasi Pelaksanaan Program tahun 2011 mendukung peningkatan pangan Nasional “, (2) Rapat ini dihadiri kurang lebih 800 peserta baik dari Pusat maupun dari Daerah, yakni: Para Pejabat Eselon-1, Pejabat Eselon-2 dan Eselon-3 lingkup Kementerian Pertanian dan instansi terkait. Sedangkan peserta Daerah adalah Kepala Dinas/Badan lingkup Pertanian di Provinsi serta Kepala UPT-Pusat lingkup Kementerian Pertanian, (3) Rakornas ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 10 – 11 Februari 2011 dengan metode panel diskusi dari nasumber/pembicara dan dilanjutkan dengan diskusi. Tema Rakornas yaitu “Akselerasi Pelaksanaan Program Tahun 2011 Mendukung, (4) Tujuan Rakornas ini adalah : (a) Melakukan review program dan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2010, (b) Melakukan percepatan program dan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2011, (c) Melakukan persiapan perencanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2012.

Kegiatan-kegiatan yang telah tertuang dalam 2011 agar didorong dapat berdampak pada pencapaian target EMPAT SUKSES, antara lain: peningkatan produksi lima komoditas utama pada tahun 2011 adalah: padi, jagung , kedelai, gula dan daging sapi. Konsumsi beras diharapkan menurun sekurang-kurangnya 1,5% per tahun dengan sasaran konsumsi beras 98,1 kg/kapita/tahun serta Pola Pangan Harapan (PPH) meningkat dari 86,4 tahun 2010 menjadi 88,1 pada tahun 2011. Sasaran komoditas tersebut semestinya dijabarkan ke dalam target masing-masing provinsi dan kabupaten/kota untuk menjadi indikator keberhasilannya dan selanjutnya dilaksanakan percepatan-percepatan pelaksanaan di lapangan


Pertemuan Sinkronisasi Program Tanaman Pangan tahun 2011
Tanggal 12 Februari 2011 di Direktorak Jenderal Tanaman pangan Jakarta . Peserta pertemuan, Jajaran BPSBTPH , BPTPH seindonesia, Dinas Pertanian Propinsi, BPTP, serta eselon 2 lingkup Direktorat Jenderal Pertanian tanaman Pangan, sejumlah 300 peserta, Kebijakan empat sukses kementerian pertanian (1) Swasembada, (2) Diversifikasi Pangan, (3) Nilai tambah daya saing dan ekspor, (4) Peningkatan pendapatan

Hal Yang Menjadi Bahasan Dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Rahannya : Target Produksi : (1) Padi (2) Jagung (3) Kedelai. Faktor kunci : (1) Jaminan ketersediaan anggaran (Pendampingan dan fasilitasi) (2) Percepatan pelaksanaan SL-PTT (MK-I / April) (3) Jaminan ketersediaan dan penyaluran benih serta pupuk (4) Peran aktif Gubernur, Bupati/Walikota, tokoh masyarakat dan tokoh formal dan informal.

Target produksi naik tetapi alokasi anggaran minimal dan tantangan yang dihadapi cukup berat (1) jumlah penduduk, (2) Perubhan iklim (3) Alih fungsi lahan. Sedangkan target produksi kita diharuskan Swasembada Beras/Padi, Swasembada Jagung dan Swasembada Kedelai. Sasaran serangan OPT hanya berhenti sampai Ringan saja dan penekanan losis 1 %. Kebijakn direktur perlindungan tanaman : kebijakan dan kegiatan perlindungan tanaman pangan dalam mendukung pencapaian produksi tahun 2011
Strategi pembangunan tanaman pangan (1) peningkatan produktivitas, (2) perluasan areal tanaman , (3) pengamanan produksi, (4) penguatan kelembagaan dan pembiayaan
Isu-isu penting menghadapi tahun 2011 : (1) Dampak perubahan iklim ekstrim masih berlangsung sampai dengan bulan Mei 2011, mengancam produksi padi tahun 2011 (2) Terjadi perubahan pola tanam dari IP-200 menjadi IP-300 bahkan IP-400, (3) Sumber serangan OPT pada Awal MH.2010/2011 cukup tinggi, diperkirakan berpotensi mengganggu produksi PADI tahun 2011. Sehingga jadi pengawanan Popt Pengawalan Yang Intensif Terhadap Pertnaman Padi Mh.2010/2011 Dan Mk.2011. Target pengamanan produksi : (1) penurunan serangan opt dari 5 % menjadi 2,50 % dari luas tanam (atau 350.000 ha) serangan opt maksimal sampai dengan intensitas ringan.

Kebijakan perlindungan tanaman pangan : pengendalian opt : sistem pht dan pengendalian opt adalah tanggung jawab petani dan pemerintah Strategi penerima pht : (1) upaya preemtif : penerapan teknik pengendalian opt berdasarkan pengalaman musim tanam yang lalu à budidaya tanaman sehat , (2) upaya responsif : penerapan teknik pengendalian opt berdsrkan hasil pengamatan pada saat musim tanam berlangsung à teknik pengendalian akrab lingkungan. Upaya responsif untuk mengamankan khusus nya standing crop pertanaman padi mh.2010/2011 yakni melalui (1) gerakan pengamatan dan pengendalian dini (2) ditemukan spot serangan opt segera dikendalikan menggunakan sarana pengendalian swadaya dan bantuan pemerintah, (3) bantuan sarana pengendalian disiapkan mendekati lapangan (lini iv), (4) meningkatkan koordinasi petugas lapangan (popt-php, ppl dan mantri tani), (5) mengoptimalkan posko p2bn untuk gerakan pengamatan dan pengendalian dini, (6) meningkatkan kinerja pelaporan