KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

2012-02-04

Kegiatan BPTPH tahun 2012

TANTANGAN UTAMA PEMBANGUNAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA JAWA BARAT PADA TAHUN 2012
1. semakin tingginya alih fungsi lahan 2. Menurunnya kesuburan tanah (lahan) pertanian khusnya diwilayah utara 3. lerusakan inftastruktur jaringan irigasi 4. adanya areal/daerah yang potensial karena gangguan BA 5. menurunnya minat terhadap usaha tani 6. Kemampuan permodalan pertain terbatas 7. import benih hortikultura terus meningkat 8. Penerapan teknologi pertanian terbatas 9. Daya saing produk hotikultura masih rendah 10. tingkat kehilangan hasil masih rendah


Kegiatan THL POPT di lapangan
        Fungsi THL POPT utamanya membantu tupoksi POPT  dalam mengamankan pertanaman tanaman pangan dan hortikultura  di provinsi Jawa Barat  salah satu contoh di  Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan  THL-TB POPT-PHP  menjalankan bimbingan dan pembinaan kepada kelompok tani  untuk bersama melakukan penerapan pengendalian dengan teknologi ramah lingkungan. Keilmuwan THL ini di peroleh dari  BBDAH Lembang, pelatihan Sekolah Lapangan, keaktifan membina Kelompok Tani SLPHT Bawang Merah, SL Agen Hayati, SL Bahan Organik & SL Budidaya Padi cara SRI, sekolah formal ( SPP-SPMA ), rapat tehnis, bimbingan dari Instalasi PPOPT, Pelatihan tehnis peningkatan kemampuan teknis yang dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 23 Pebruari kemarin di Hotel Sabda Alam Garut dan sebagainya.
Gambar (1) Praktek pembuatan MOL dari Keong Mas & perbanyakan PGPR dengan starter yang diambil dari akar Bambu di Kelompok Tani Silih Asah Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang. dan Gambar (2) sd (4)  Praktek perbanyakan Corynebacterium & Bakteri Putih di Kelompok Tani Silih Asah, Asih, Asuh dan Sri Kujang Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang
Gambar (5,6.7) Praktek perbanyakan Corynebacterium dan Bakteri Putih di Kelompok Tani Cikembang I dan II Desa Dukuhdalem Kecamatan Ciawigebang
Gambar (8) Praktek pembuatan MOL gedebog pisang di Kelompok Tani Cikembang Desa Dukuhdalem Kecamatan Ciawigebang gambar (9) dan (10) Perbanyakan Corynebacterium dan Bakteri Putih di Gapoktan Mitra Saluyu Desa Ciomas, Pangkalan, Dukuhdalem sebanyak 200 liter
      Gambar (11)  Praktek tanam padi cara SRI di Kelompok Tani Barokah Jaya dan Sejahtera Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang.  dan (gambar 12,13,14) Praktek perbanyakan PGPR dengan starter yang diambil dari akar Bambu di Kelompok Tani Barokah Jaya dan Sejahtera Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang(deny100320012)


Pelatihan Program percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (PPAKP) tahun 2012
Pelatihan program percepatan akuntabilitas keuangan pemerintah (PPAKP)tahun 2012 tanggal 4 maret 2012 sampai tanggal 10 maret 2012 di hotel perdana wisata. dengan  Tema pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka menciptakan pengenlola dan bertanggung jawab keuangan negara yang berkualitas. 2. peserta berjumlah 3o orang dari berbagai instansi se Jawa barat, tipe kelas manajerial . 3. Tujuan pelatihan Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM untuk pengelolaan keuangan negara yang baik untuk pelayanan masyarakat,transparant, akuntabel, efektif, efisien reformasi keuangan dan bertanggung jawab. Menuju berbasis akrual. 4. Metoda Pelatihan 91) pemahaman melalui pemberian materi, 

(2) Demo RKAKL,SPM, Simakbmn, DIP, Revisi DIPA, POK dan CALK. 5. Arah pelatihan menuju akrual transparans, akun, efektif dan efisien. 6. Materi yang disajikan dalam pemahaman (1)materi KEBIJAKAN perencanaan anggaran,(2) prlaksanaan anggaran, (3) standar akutansi pemerintah,(4) manajemen aset,(5)sistem informasi dan manajemen akutansi barang milik negara (simakbmn),(6) pelaporan keuangan dan kinerja instasi pemerintah,(7) bagan akun standar,(8)analisa laporan keuangan,(9) kumpulan peraturan, (10)manajen kas,(11) sistem akutansi dan pelaporan keuangan pemerintah pusat(sapp),(12)sistem perbendaharaan dan anggaran negara (span) dan sistem aplikasi keuangan tingkat instansi (sakti), (13)pengelolaan hibah, (14) sistem pengendalian intern pemerintah laporan keuangan,(15)uu no 17 tahun 2003 tentang keuangan negara,(16) uu no 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara dan uu no 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara,(17)perencanaan dan penganggaran, (18)pelaksanaan anggaran (19)sistem penerimaan dan pengeluaran anggaran,(20)demo aplikasi rkakl dipa dan spm (21)manajemen aset (22) manajemen kas(23) tindak lanjut temuan bpk (24)gambaran umum pp no 7 tahun 2010 kerangka konseptual, pejajian laporan keuangan,(25)laporan realisasi anggaran dan catatan atas laporan keuanggaran,(26)akutansi aset tetap dan akutansi persediaan,(27)konsepsi belanja pemerintah piutang dan dana bergulir,(28) bagan alur standar, (29)sistem akutansi pemerintah pusat dan sistem akutansi instansi,(30) akutansi bsbl dan dk tp (31)pelaporan keuangan blu dan akutansi hibah (32)simakbmn, (33)demo aplikasi sak dan simakbmn, (34) analisa laporan keuangan , (35) pelaporan keuangan dan kinerja instasi pemerintah, (36) sistem penngendalian internal dan reviu atas laporan keuangan, (37)postes dan pretest. 7. sistem perbendaharaan dan anggaran negara (span),pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat lebih memahami tentang ruang lingkup keuangan,proses pelaporan, kinerja instansi pemerintah,dasar hukum keuangan,entitas akutansi dan entitas pelaporan keuangan, simak bmn, secara umum nantinya peserta dapat implementasikan pemahaman tersebut ditempat tugasnya masing masing sehingga terciptanya sdm dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang berkualitas. 8. Pelaksanaan anggaran harus dilaksanakan sesuai rencana dan komitment,tahapan pelaksanaan sesuai aturan yang digunakan. Pada pembahasan simakbmn agar peserta lebih menguasai dan mampu melaksanakan pelaporan barang milik negara dalam kerangkan simakbmn,dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan dan perundangan undangan yang berlaku dibibidang akutansi dan pelaporan barang milik negara sehingga dapat memberi nilai manfaat dalam proses penyusunan laporan keuangan pemerintah.

 Gerakan Pengendalian OPT salah satu upaya menurunkan luas serangan OPT di lapangan
Gerakan pengendalian OPT merupakan salah satu kegiatan utama dalam melaksanakan Tupoksi di BPTPH. Pada bulan februari 2012 telah dilaksanakan gerakan pengendalian secara serentak di wilayah pantura meliputi wilayah instalasi PPOPT Indramayu dan Instalasi PPOPT Subang serta wilayah selatan dilakukan oleh instalasi PPOPT Cianjur di komando budi utoyo. Gerakan ini bertujuan (1) Memberdayakan petani agar petani lebih peduli akan pentingnya pengendalian OPT secara serentak dalam suatu hamparan yang luas yang dikenal dengan gerakan pengendalian OPT. (2) Memotivasi masyarakat tani untuk ikut aktif pengendalikan OPT.


(3) Memupuk kerjasama antar kelompok tani dalam upaya pengendalian OPT. Urutan pelaksanakan Gerakan pengendalian dilaksanakan melalui pertemuan perencanaan dan koordinasi yang ditindaklanjuti dengan aksi pengendalian. Gerakan pengendalian meiibatkan petugas dari Dinas Pertanian Propinsi, BPTPH, Dinas Pertanian Kabupaten, aparat kecamatan, kelurahan, petani/lelompok/RPH, dan instansi/aparat terkait, brigade proteksi serta stake holder. Tentunya gerakan pengendalian OPT ini bersama Brigade Proteksi Tanaman (BPT) yang merupakan salah satu kelembagaan perlindungan tanaman yang berperan langsung dalam gerakan pengendalian OPT di lapangan. BPT dibentuk dengan tujuan untuk membantu petani dalam mengendalikan OPT di daerah sumber serangan dan eksplosi serangan OPT. Dalam pelaksanaannya BPT dapat dibantu oleh Regu Pengendalian Hama (RPH petani setempat, yang operasionalnya bersifat regional yaitu mempunyai wilayah kerja yang mencakup beberapa kabupaten/kota yang diasumsikan mempunyai karakteristik fisik lahan dan agroekosistem yang sama, pola ini diterapkan sesua dengan sifat OPT yang tidak mengenal batas geografis wilayah maupun administrasi serta OPT berkembang secara cepat dan meluas dalam waktu yang singkat. Regu Pengendalian Hama (RPH) adalah kelompok petani yang telah diberikan pelatihan tentang pemanfaatan pestisida secara bijaksana untuk mengendalikan OPT di lapangan. Penguatan RPH merupakan salah satu upaya keberlanjutan dalam Pengendalian dilakukan dalam rangka Pencapaian peningkatan produksi padi lima tahun ke depan tersebut, telah diambil langkah kebijakan pengendalian OPT yaitu "SPOT STOP".Sehingga perlu didukung oleh sistem kelembagaan yang kuat, sarana penanggulangan OPT dan pengawalan melalui kegiatan surveilans serta monitoring dan evaluasi. Spot adalah titik sumber serangan OPT berupa populasi dan atau serangan OPT yang tingkatannya mendekati Ambang Pengendalian dan apabila tidak dikendalikan akan menyebar luas ke lahan sekitarnya. Sejalan dengan strategi yang mengutamakan pengendalian hayati maka pengendalian SPOT di suatu hamparan diutamakan menggunakan agen hayati. Apabila dengan menggunakan agen hayati spot terus berkembang barulah dilakukan aplikasi pestisida. Aplikasi pestisida socara spot treatment pada hamparan tidak akan menyebabkan gangguan terhadap keseimbangan agroekosistem antara OPT dan musuh alaminya. Gangguan OPT yang berpengaruh terhadap luas panen dan tingkat produktivitas sudah harus ditekan sejak sebelum tanam (Preemtif) dan apabila ternyata di pertanaman masih terjadi serangan OPT, maka dilakukan tindakan pengendalian responsif (ek)

Panen Perdana Jagung Hibrida di Kabupaten Garut
    Acara Panen Perdana jagung hibrida di kabupaten Garut.  Panen Perdana jagung hibrida di laksanakan tanggal 25 februari di kabupaten Garut dengan pusat panen raya di desa dangdeur kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut.
     Dihadiri kurang lebih 1000 orang petani jagung dari kab Garut dan kelompok tani diluar kabupaten, . Panen raya ini merupakan agenda kementrian Pertanian Republik Indonesia dan pemerintah Kabupaten Garut, dihadiri oleh menteri pertanian Bapak Suswono, Gubernur Jawa Barat, Bupati Garut, Kadis TP Prop dan instansi terkait tingkat kementerian, propinsi dan kabupaten . Pusat panen di kelompok tani : “ MUKTI TANI” desa dangdeur kec. Banyuresmi.  Agenda panen raya : rombongan menteri pertanian tiba dilokasi dan meninjau  pameran stake holder yang menyajikan berbagai macam kegiatan seputar jagung hibrida, diataranya varietas baru jagung hibrida dari berbagai perusahaan benih jagung. Dan dilanjutkan dengan panen perdana bersama jagung hibrida. . lokasi penanaman jagung cukup luas dengan dukungan masarakat setempat, dan  didaerah ini ada penampungan jagung guna pengeringan (silo) dengan kapasitas hingga 5- 7 ton.  Pemberian bantuan secara simbolis yakni  (1) Bantuan benih kentang Granola sebanyak 150.000 knol dari kementrian kepada kelompok tani Camp ( khudori), (2) Pemberian bantuan alpuket sebanyak 10.000 pohon dari kementerian pertanian kepada kelompok tani Mekar (H.Udin), (3) Pemberian bantuan Appo kegiatan SRI 2012 50 unitdari kementerian kepada kelompok tani al barokah (kamil), (4) bantuan optimalisasi jagung seluas 3.000 ha kepada kelompok tani Pasir muncang (supandar), (5) Bantuan SLPTT jagung 2012 (jagung 2.250 ha) kepada kelompok tani tani mukti, (6) Bantuan cabe merah sebanyak 500 pack dari gubernur Jawa Barat kepada Koperasi Cagarit 9cabe Garut Rawit) dan (7) bantuan jerut garut 20.000 pohon kepada kelompok tani harum tani.
Temu wicara dengan petani jagung langsung dipandu oleh bupati garut. Upaya pengamanan dari gangguan OPT selama pertanaman di kawal oleh Petugas lapang yang ada diantaranya POPT, penyuluh pertanian dan petugas lapangan yang lain..
.     Diskusi dengan petani jagung : Petani minta dukungan agar panen produksi jagung dimasa akan datang terjamin harga pasarnya.. Garut yang merupakan produksi yang terbesar dijawa barat, tetapi limbahnya belum termanfaatkan dengan benar dan baik sehingga perlu perhatian dari bapak menteri. misalnya daun dan batang masih kurang bermanfaat karena apabila di gunakan akan mencukupi ribuan ternak digarut..sejak tahun 2002 telah menanam jagung hibrida dengan adanya sekolah lapang2 maka petani jagung hibrida telah dewasa dalam hal budidaya tanaman.terasa ada perbedaan sebelum dan sesudah mengikuti sekolah lapang sehingga mengharapkan agar sekolah lapang jangan dihentikan. perlu diperhatikan irigasi yang ada di desa dangdeurkec Banyuresmi. Arahan Bapak menteri  adanya program  rumah pangan lestari dengan berbagai metoda manfaat potensi yang ada dengan demikian daun keringpun dapat juga dimakan ternak, untuk itu dihimbau harus kerja keras agar dapat dimanfaat. Kedepan arah penggunaan ke pupuk organik dan agar tidak tergantung dengan pupuk kimia. Kenapa pupuk dinaikan 200 rupiah pada urea karena agar petani tidak hanya tergantung pada pupuk urea dan beralih ke pupuk berimbang. Harga yang ditetapkan pemerintah bertujuan untuk menyelamatkan  harga ditingkat petani,  program organik terus ditengkatkan dan lahan yang kecil ini agar dilindungi karena alih funsi lahan saat ini mangkin gencar untuk perumahan.(ek)
Peningkatan kemampuan teknis bagi petugas THL POPT  tahun 2012
Peningkatan kemampuan teknis petugas THL POPT tahun 2012 diselengganrakan di hotel sabda alam garut yang diikut 83 orang peserta THL POPT .  Tujuan kegiatan ini untuk menrefres kemampuan teknis dan memantapkan tugas pokok dan fungsi POPT yang kian hari kiat berat dan komplek.
Susunan acara sebagai berikut : Pendaftaran Peserta Panitia  Evaluasi Awal Kemampuan Teknis THL–POPT PHP,  Pembukaan Panitia, Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat Tahun 2012 Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Pengumuman dan Penjelasan Kegiatan Pangan dan HORTIKULTURA, Metode Pengamatan dan Pelaporan OPT Tanaman (Teori dan Praktek) Ir.R. Andi Permadi, Pengawasan Pestisida Ir. Lukmanul Hakim, MP, Coffee Break,  PHT pada Tanaman Hortikultura,  PHT pada Tanaman Pangan Ir. Zahmarni,  Teknik kepemanduan SLPHT Bubun Sugandi, SP., MP,  Pengembangan Budaya Kerja Bagi THL-POPT PHP di Lapangan Kepala Tata Usaha BPTPH Jawa Barat,  Evaluasi Akhir Kemampuan Teknis THL–POPT PHP,  Rencana Tindak Lanjut,  Penutupan
Pertemuan Koordinasi Pengendalian OPT dalam rangka Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat
         Hasi lPertemuan Koordinasi Pengendalian OPT Dalam Rangka Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat yang dilaksanakan di hotel  Pesona Bamboe Lembang, pada tanggal  14 - 16 Februari 2012  diikutipPeserta  dari BPTPH : 11 orang Instalasi PPOPT : 10 orang Instalasi Kimia Agro : 2 orang Koortikab se Jawa Barat 18 orang. Materi yang disampaikan diantaranya (1) Kebijakan Pembangunan Pertanian di Jawa Barat oleh  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat (2) Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat Tahun 2012 oleh  Kepala BPTPH Propinsi Jawa Barat,  (3) Kesiapan Produksi Beras Tahun 2012 di Jawa Barat oleh  PPS Diperta Propinsi Jawa Barat,  (4) Distribusi Bantuan Pestisida Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat 2012 oleh Kasi Pengendalian OPT Tanaman Pangan Propinsi Jawa barat,  (5) Teknis Oprasional SMS Laporan Peringatan Dini Organisme Pengganggu Tumbuhan oleh tim BPOPT Jatisari,  (6) Evaluasi Program Bidang Produksi Hortikultura Tahun 2011 dan Program Kegiatan Bidang Hortikultura Di Jawa barat Tahun 2012  oleh Kasi Pengendalian OPT Tanaman Hortikultura Propinsi Jawa barat,  (7) Evaluasi Kegiatan Perlindungan Tanaman Pangan tahun 2011 dan Rencana Kegiatan Perlindungan Tanman Pangan Tahun 2012 di Jawa Barat oleh Seksi Informasi BPTPH,   (8) Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa barat Tahun 2012 oleh  Kasi Proteksi BPTPH (9) Metode Pelaporan OPT Tanaman Pangan dan Hortikultura  oleh Fungsional BPTPH  
        Sasaran Produksi Padi tahun 2012 sebesar 12.500.000 ton, harus meningkat dari tahun 2011 sebesar   764.046 ton atau terjadi peningkatan 6,51 % . Perbandingan luas serangan OPT MT. 2011/2012 tehadap MT. 2010/2011 sebesar 69,64 % sedangkan terhadap rata-rata 3 MT (MT. 2008/2009 – 2010/2011) sebesar 61,24 % dengan demikian OPT masih terkendali/ dibawah MT. 2010/2011 dan rata-rata 3 MT .  Dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh banjir MT. 2011/2012 sampai dengan 31 Januari 2012 terkena seluas 15.285 ha masih dibahah MT 2010/2011, sedangkan kekeringan pada MT. 2011/2012 seluas 1.866 ha diatas MT. 2010/2011 terkena seluas 768 ha.Dalam rangka pengamanan produksi terutama pada tanaman padi tersedia stok pestisida  yang cukup. Kegiatan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2012 yaitu Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan OPT dan DPI,   Kegiatan Perlindungan Tanaman Hortikultura Tahun 2012 terdiri dari Penguatan penerapan PHT Antisipasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Peningkatan mutu produk hortikultura untuk akses pasar : Surveilans OPT dlm rangka Sinergisme sistem perlintanhor dalam pemenuhan persyaratan SPS-WTO,    Dalam rangka penyampaian informasi data OPT dan DPI ada program SMS berbasis Web Map Server yang bisa dimanfaatkan oleh media entri data, stake holder dari mana saja karena melalui jaringan internet dan operator selular .Instalasi PPOPT dari 5 wilayah menyampaikan evaluasi kegiatan tahun 2011 dan rencana kegiatan tahun 2012 serta ikut mendukung kegiatan tahun 2012.Sosialisasi blangko laporan OPT terutama padi (kh)

Pertemuan Koordinasi Perlindungan Tanaman Pangan WIL II Cianjur


        Pertemuan koordinasi koordinasi perlindungan tanaman pangan wilayah II di instalasi ppopt cianjur tgl 20 februari 2012, dihadiri Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat yang di wakili oleh Bapak Arief Santosa SE Msc.,dinas pertanian Kab.cianjur, sukabumi, bogor, bptph, bbpopt, ditlin, dan popt dari wilyah II.
       Pembahasan pertemuan diawali dari laporan keadaan standing crop pertanaman saat ini di wilayah II cianjur yang meliputi seluas 143.104 ha dengan dominasi tanaman berumur 60 sampai menjelang panen. Dengan intensitas serangan OPT 2,09 % dari luas pertanaman yang ada.
        Saat ini kegiatan untuk mengurangi serangan OPT diarahkan pada (a) surveylance, (b) Pengamatan intensif pada OPT dan DPI , (c) Peringatan dini, (d) rekomendasi Pengendalian, (e) Evaluasi OPT , (f) Peramalan OPT (g) Kewaspadaan OPT, (h) Pemetaan daerah sebar OPT dan DPI, (i) Gerakan pengendalian OPT. Saran dari dinas pertanian agar melaksanakan kegiatan sesuai protap yang ada.sehingga pengamanan produksi tahun 2012 dapat tercapai 12,300 juta ton GKG di Jawa barat. Bonus : syarat agar menjadi orang maju adalah (1) Jujur (2) Budaya antri dan (3) Kompetisi Budaya ( sekdis). sedangan bonus : resep agar panjang umur  (1) minum susu, (2) Berdarah cepat (3) Berteman baik dengan rekan kerja (4) Senang berbelanja, (5) jarang kerja lembur (6) olah raga yang cukup dan (7) senang sex ( materi ini variasi untuk SL dinamika kelompok).
       Arahan dari BBPOPT (1) agar popt meramal didaerah wilayah kerjanya dengan ramalan time series/pengalaman masa lau dan pemetaan daerah yang sering terjadi serangan ( budaya- kepemilikan - faktor kebiasaan petani dll), dievaluasi pestisida yang digunakan, penempatan POPT berdasarkan luas wilayah min 3000 - 5000 ha bukan kec., Serangan BLB disebabkan diantaranya dari benih (terbawa) dan apabila faktor iklim turut mendukung.  Spotstop diperoleh setelah dilakukan pengamatan intensif-diinformasikan pada petani untuk swdaya- apabila petani sudah tidak mampu lakukan bantuan dengan pestisid selaIain itu harus ada unsur prediksi kemungkinan SPOT. dan menyebar kedaerah lain. Ingat informasi SMS center melalu lap peringatan bahaya.harus ada laporan pestisida yang digunakan dilapangan. Faktor SPOT (a) sosial ekonomi (b) budaya.  Survelance arahkan kepada pembinaan dan bimbingan pada POPT dan petugas lain serta Petani. Ubinan data ganjil dari dinas dan data genap BPS.(ek)

PERTEMUAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI PROGRAM TANAMAN PANGAN REGIONAL II DI PALEMBANG TGL 15 SD 17 FEBRUARI 2012,
1. Pertemuan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan tp regional ii  dihadiri perwakilan dropinsi bengkulu, sumsel, babel, lampung, banten, jabar, kalbar dari undangan 220 orang yang berlasung di tempat hotel aston jln basukI rahmat  palembang, bumi sriwijaya
2. Tujuan : (1) Pemantapan sasaran luas tanam, luas panen, produktivitas, produksi tanaman pangan (terutama padi, jagung kedelai ) tahun 2012, (2) Pemantapan sasaran kegiatan SL-PTT (luas tanam, luas panen, dan produktivitas) padi, jagung, kedelai tahun 2012, (3) Kesiapan sarana pendukung (benih, perlindungan, pasca panen).
3. Materi : (1) Rincian sasaran luas tanam, luas panen, produktivitas, Propinsi, Kabupaten/kota pelaksana kegiatan tanaman pangan per bulan perkomoditas (Blanko 1)m (2) Padi terdiri dari : padi, sawah, ladang, hibrida, dan rawa. Jagung terdiri dari: jagung hibrida, jagung komposit, Kedelai, Kc. Tanah, Kc. Hijau, Ubi Kayu, ubi Jalar.
4. Sasaran Tanam SL-PTT tahun 2012 per bulan perkomoditas per kabupaten (Blanko 2) (1) Padi terdiri dari : Padi Non Hibrida, Padi Hibrida, Padi Ladang, Jagung Hibrida, Kedelai.
5. Estimasi dan Sasaran Luas Panen dan Produksi Tahun 2012 perkomoditas per bulan dan per kabupaten (Blanko 3), Padi terdiri dari : Padi Sawah, Padi Ladang, Padi Hibrida dan Padi Rawa, jagung terdiri dari : jagung hibrida dan jagung komposit. Kedelai, Kc. Tanah, Kc. Hijau, Ubi Kayu, Ubi Jalar.
6. Pencapaian Produktivitas, Padi tdd : padi sawah, padi ladang, padi hibrida, padi rawa, Jagung tdd : Jagung hibrida, jagung komposit. kedelai : di laha sawah, di lahan kering.
7. Workshop terdiri dari 5 kelompok, Tiap kelompok terdiri dari Koordinator, Pendamping dan Operator. Data tiap kelompok akan dikompilasi oleh  kompilator untuk Menampilkan hasil rekap secara Regional, Pembagian kelompok Persidangan/ Workshop),  Kordinator Kelompok II< Ir. Eli Kuncoro,MM  Dit.Perbenihan), Pendamping Prop/Kab: Ir. Firdaus Natanegara, Pendamping Prop/Kab : Ir. Dian Handayani, Pendamping Prop/ Kab : Widji Astuti,SP, Pendamping Prop/ Kab : Ir. Memed J, Pendamping Prop/ Kab : Achmad Yusuf,SP, Provinsi : Jawa Barat, Operator I : M.Shaldan Basari, Operator II : Eli. Tempat/Ruang :  Musi 2,3.
8. pengarahan worshop.worshop i ini memantapkan peningkatan produksi tanaman pangan tahun 2012
9. Pembahasan diskusi dokumen pere canaan dan langkah la gkah operasional pencapaian sasaran produksi tanaman pangan disetiap propinsi dan kabupaten.pembahasan indikasi sasaran luas tanam luas panen,produksi di propinsi jawabarat, pada worshop dibagi menjadi 5 kelopok agar lebil menghasilkan kompilasi rumusan.

Pertemuan sinkronisasi  TP Januari 2012
Kegiatan tahun 2012 diawali dengan pertemuan sinkroninasi, koordinasi dan pemantapan 2012. serta capaian produksi tahun 2012. Pengamanan harus diarahkan pada lokasi lokasi endemis serangan OPT dan DPI dengan program SPOT STOP.  Pertemuan ini biasa dilakukan untuk menyamakan pemahaman dan persepsi dalam gerak langkah setiap kegiatan awal tahun 2012.  Selanjutnya dalam pertemuan tersebut membahas, Pengamanan produksi dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan - Iklim (DPI) melaiui operasional perlindungan tanaman pangan merupakan bagian penting yang berperan dalam menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas hasil. Oleh karena itu, perlindungan tanaman menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencapaian sasaran produksi tanaman pangan. Terhadap gangguan OPT, perlindungan tanaman pangan berperan dalam mengelola OPT agar tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian secara ekonomis, sedangkan terhadap DPI berfungsi melakukan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi dampak perubahan Iklim seperti kekeringan dan banjir. Perubahan iklim ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini sangat sulit diprediksi, sehingga tugas dan tanggung jawab perlindungan tanaman pangan dalam rangka pengamanan produksi menjadi semakin berat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawalan yang lebih intensif, tepat, terintegrasi, dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh pihak terkait.  Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) merupakan ujung tombak keberhasilan pengamanan produksi di lapangan. Akuarasi kinerja POPT-PHP dipengaruhi rasio jumlah petugas terhadap luas/jumlah wilayah kerja pengamatan. Jumlah POPT-PHP saat ini belum mencapai kondisi yang ideal karena adanya pemckaran wilayah di era otonomi daerah. Kekurangan jumlah petugas tersebut telah diupayakan melalui pembaharuan kontrak kerja Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL TB) POPT-PHP untuk periode Maret - Desember 2012. THL TB POPT-PHP bertugas membantu dan melaksanakan tugas POPT-PHP dalam mengamati perkembangan OPT dan DPI, mengawasi peredaran dan penggunaan pupuk serta bahan pengendali OPT di tingkat lapangan. Operasional perlindungan tanaman pangan dilaksanakan sesuai dengan sistem pongendalian hama terpadu (PHT) dan menjadi tanggung jawab masyarakat bersama pemerintah.
Pelaksanaannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 887/Kpts/OT.210/9/1997 tentang Pedoman Pengendalian OPT. Dalam upaya mewujudkan luas areal tanaman pangan yang aman dari gangguan OPT dan DPI, dilakukan dengan meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan serta sumberdaya manusia perlindungan tanaman pangan baik di pusat maupun daerah. Untuk menekan tingkat kehilangan hasil akibat gangguan OPT di lapangan, telah ditetapkan kebijakan "SPOT-STOP", yaitu kebijakan gerakan pengendalian dini terhadap titik sumber serangan agar tidak meluas.  Kebijakan dan langkah-langkah operasional yang telah ditetapkan, diharapkan dapat mendukung upaya pengamanan produksi tanaman pangan Tahun 2012. Untuk mewujudkan keberhasilan upaya pengamanan produksi, dukungan dari seluruh pihak terkait sangat diperlukan.
                           
Rapate Koordinas Perlindungan Tanaman Pangan  dalam rangka safari Pengamaanan  Produksi di Jawa Barat 
RAPAT KOORDINASI PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN PROPINSI JAWA BARAT DI HOTEL APITA  CIREBON TANGGAL 25 JANUARI 2012
      Rapat koordinas perlindungan tanaman pangan propinsi jawa barat di hadiri oleh direktur perlindungan pangan, kasubdit pengendalian, kasubdit sarana, bersama seksi dan jajarannya. kepala instalasi ppopt se jawa barat (5 wil), dan kortikab sejawa barat 17 kab dan 1 kota.serta kab sepantura krawang, subang, purwakarta, bekasi, majagka, kuningan, cirebon dan indramayu. kep[ala bptph dan seksi serta funsional. dan dinas pertanian propinsi bapak supandi. kehadiran peserta berjumlah 80 orang. rumusan yang diperoleh adalah sebagai berikut : a) koordinasi ini merupakan safari direktur perlintan jawa barat, jawa tengah dan jawa timur b) untuk menyamakan persepsi, pemahaman, gerak langah, mengkoordinasikan, sinkronisasi, upaya meminimkan serangan ppt dengan upaya stopspot. c) thl agar diperbaharui bptph diberikan kewenangan memperbaharui kontrak dan menganti yang telah dianggap. d) agar operasional lab di optimalkan dengan kegiatan yang sudah di sampaikan oleh direktur.

   Target Pengamanan Produksi Menjamin 95 % Luas Pertanaman Padi Aman Dari Serangan Opt (1) Menurunkan Serangan Opt < 5 %, (2) Menurunkan Areal Puso, (3) Mengoptimalkan Oprasionalisasi Laboratorium Php/Lab Agens Hayati.
     Kebijakan Perlintan Spot-Stop” Dgn Sistem Pht , Strategi Penerapan Pht (1) Upaya Preemptif à Mengupayakan Agar Spot Tidak Terjadià Tanam Serentak, Pergiliran Tanaman/Varietas, Eradikasi Sumber Serangan,Pemanfaatan Musuh Alami/Agens Hayati, Pupuk Berimbang, (2) Upaya Responsif à Apabila Terjadi Spot Maka Segera Dikendalikan (Stop) àSehingga Kehilangan Hasil Dapat Diminimalkan.
Program Perlintan : (A) Penguatan Sistem Pengamatan Dan, (B) Pengendalian Dini (‘Spot-Stop): (C) Popt-Php Kurang, (D) Tugas Popt-Php Semakin Berat, (E) Sarana Pengamatan Kurang (Jaring, Loupe, Light Trap, Smpk (Pengukur Curah Hujan) Dan Kendaraan Operasional). Peningkatan Sdm Perlintan Diantranya (A) Sl-Pht (B) Sl-Iklim (C) Usulan Pengangkatan Popt-Php (D) Pelatihan Petugas
      Revitalisasi Kelembagaan Perlintan Yakni (A) Bptph (B) Lab.Php/Lab.Agens Hayati (C) Brigade Proteksi Tanaman (Bpt), (D) Regu Pengendalian Hama (Rph) (E) Popt-Php (F) Alumni Sl-Pht/Sl-Iklim à Petani Pengamat Dan Petani Pemandu Swakarsa
       Peningkatan Gerakan Pengendalian Opt Dan Dpi à Pembentukan Posko-Posko,
Penyediaan Sarana Pengendalian Opt Dan Dpi,
       Penguatan Data Base Dan Sistem Informasi Manajemen (Sim),

Pertemuan rakernas di gedung Kementrian Pertanian Jakarta
     Pertemuan rakernas pembangunan pertanian tanggal 12-13 Januari 2012 di Jakarta 1. sasaran kinerja perlindungan tanaman pangan : 95 % Luas tanam padi aman dari gangguan OPT dan dPI 2. sasaran Kinerja : (a) serangan OPT dan DPI turun, (b) sistem pengamatan dan pengendalian dini kuat (spot-stop), (c ) SDM kuat, (d) kelembagaan perlindungan kuat, (e) penerapan teknologi PHT kuat, (f) gerakan pengendalian OPT dan DPI memasyarakat, (g) data base dan SIM kuat 3. kebijakan Perlintan :penerapan sistem PHT, engendalian OPT menjadi tanggungjawab petani dan Pemerintah, emerintah membantu melakukan bimbingan dan bantuan sarana pengendalian program kegiatan perlintan tahun 2012 . revitalisasi kelembagaan perlintan, peningkatan SDM, peningkatan sarana pengendalian OPT, Peningkatan pemberdayaan masyarakat petani dalam penerapan PHT, Peningkatan gerakan pengendalian OPT di lapangan, peningkatan pelaporankegiatan perlintan. Strategi penerapan Operasional PHT : 1. Upaya Preemtif ; Penerapan teknik pengendalian sebelum tanam, pemahaman ekosistem-perencanaan ekosistem : a. Tanam Serentak b. Pergiliran Tanaman c. Pengaturan Waktu Tanam d. Tanam Varietas Toleran e. Sanitasi/Eradikasi Sumber Serangan f. Pemanfaatan Musuh Alami g. Penggunaan Pupuk Organik/Hayati 2. Upaya Responsif ; Penerapan teknik pengendalian setelah tanam, berdasarkan pengamatan ekosistem secara periodik : a. Pengelolaan Air dan Pupuk b. Pemanfaatan Musuh Alami c. Penggunaan Agens hayati / Pestisida Nabati d. Penggunaan Bahan Kimia / Pestisida Secara Bijaksana (6 Tepat) 1. Operasional pengamanan produksi: 1. Pemetaan OPT utama dan DPI 2. Penyusunan program pengendalian OPT DAN DPI 3. Gerakan pengamatan dan pengendalian dini a. Deteksi Dini Oleh POPT-PHP b.Surveilans OPT/DPI Oleh Lab. PHP c. Operasional Brigade Proteksi Tanaman (BPT) & RPH d. Pemanfaatan Alumni SLPHT & SLI Untuk Penguatan RPH, Petani Pemandu, Petani Pengamat. e. Pembentukan/Pemanfaatan Posko Pengendalian. Rakernas ditutup dengan rumusan  strategi upaya pencapaian sasaran produksi/

Rapat Koordinasi Pertanian tanaman pangan tahun 2012 di Sukabumi
        Rapat Koordinasi Pertanian Tanaman pangan tahun 2012 Dalam rangka mensinergime program percepatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Barat tahun 2012 yang berlokasi di Samudra Beach Hotel jln. Raya Cisolok KM 7 kabupaten Sukabumi, pada tanggal 2 sampai 3 februari 2012.Pembahasan dan diskusi Strategi dan kebijakan pengkatan produksi, produksivitas dan mutu tanaman pangan untuk swasembada dan swasembada berkelajutan materi kebijakan program peningkatan produksivitas dan mutu produk hortikultura berkelanjutan tahun 2012 dan 2013. Pembahasan strategi dan kebijakan program pengembangan SDM pertanian dan swasembada kelembagaan petani tahun 2012 dan 2013.
         Strategi dan kebijakan program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana poertanian tahun 2010 dan 2013. Strategi dan kebijakan program program peningkatan nilai tambah daya saing industri hilir, pemasaran dan eksp[ort hasil pertanian tahun 2012 dan 2013. Diskusi umum, penyerahan penghargaan dll. Round table antara kadisperta provinsi dengan kadisperta kabupaten/kota dan BP4K kabupaten. dan dilanjutkan panel diskusi. kegiatan bidang produksi tanaman pangan, kegiatan bidang produksi hortikultura, kegiatan bidang sumberdaya, kegiatan bidang bina usaha, dukungan penyuluhan terhadap peningkatan produksi tanaman.
                     
Penanda tangan kontrak THL POPT di Jawa Barat
  Sebagaimana awal tahun telah dilakukan penanda tanganan kontrak bagi THL POPT se Jawa Barat pada tangga 29 Februari 2012 bertempat di aula kantor BPTPH Ciganitro bandung. Peserta THL berjumlah 83 orang dari seluruh wilayah di Jawa Barat.



Arahan diberikan kepada peserta kontrak agar menjalankan tugas dengan baik sebagaimana tuntutan masyarakat untuk melakukan pengamanan produksi melalui tupoksi sebagai seorang POPT,  Meskipun kontrak yang hanya 10 bulan diharapkan juga 2 bulan yang kosong wajib dilakukan pengamatan hal ini dikarenakan data hasil pengamatan tidak boleh terputus - berkesinambungan.