KOMPILASI KEGIATAN BPTPH PROVINSI JAWA BARAT

Informasinya para POPT dan alumni SLPHT Semoga kehadiran kami memberi manfaat dan mampu mensejahterakan petani di Jawa Barat----BPTPH JAWA BARAT -Saran masukan anda kami harapkan
Kumpulan kegiatan kami

2012-03-23





JAMBORE VARIETAS HORTIKULTURA DATARAN TINGGI TAHUN 2012 

 Panen Kentang yang dilaksanakan Wamen Pertanian Dr. Rusman Heryawan bersama Bupati Kab. Garut, dan para tamu undangan dalam rangka kegiatan Jambore Varietas Hortikultura Dataran Tinggi Tahun 2012 Jambore Varietas Hortikultura Dataran Tinggi Tahun 2012 dilaksanakan di Desa Cikandang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat dan akan berlangsung dari tanggal 6-9 Juni 2012. Wakil menteri (wamen) Pertanian, Dr Rusman Heryawan, mengaku bangga dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan jambore tersebut dapat bermanfaat bagi para petani. Dikatakan Wamen bahwa petani telah banyak mengetahui soal-soal teknis mengenai pertanian,namun Wamen berharap agar para petani dapat terus meningkatkan pengetahuan serta wawasannya dalam bidang pertanian dan meminta agar para petani dapat memanfaatkan jambore ini untuk arena belajar. “Paling tidak, pulang dari acara ini, petani dapat membawa pulang ilmu baru dan wawasan baru.

 Karena tantangan petani itu terus berkembang," kata Wamen dihadapan ribuan petani saat pembukaan. Selain terdapat ratusan stan yang menampilkan berbagai hasil produksi pertanian, pada jambore ini juga tersedia sekitar dua hektar lahan yang ditanami berbagai tanaman seperti buah-buahan dan sayuran varietas hortikultura yang turut dilombakan. Tujuan dari kegiatan Jambore Varietas hortikultura ini adalah untuk mensosialisasikan keunggulan berbagai varietas dataran tinggi hortikultura kepada petani dan masyarakat umum. Pengenalan ratusan varietas tanaman hortikultura ini sangat penting untuk dapat memperkenalkan beragam varietas dan jenis tanaman hortikultura dan diharapkan dapat memperkaya wawasan petani dan berbagai stakeholder dalam hal pembudidayaan tanaman sayuran untuk berbagai pemanfaatan. Sementara peserta jambore terdiri dari Produsen Benih, Balai Penelitian, Petani, Petugas Pertanian dari Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, Pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah demonstrasi varietas unggul hortikultura, beberapa produsen benih swasta yang berpartisipasi dalam Demonstrasi Varietas Unggul adalah : 1. PT East West Seed Indonesia, 2. PT Bisi/ Tanindo, 3. PT Benih Citra Asia, 4. PT Mulia Bintang Utama, 5. PT Takii Seed Indonesia, 6. PT Clause Indonesia, 7. PT Seminis, 8.PT Primasid Andalan Utama, 9. PT Agri Makmur Pertiwi, 10. PT Namdhar, 11. CV Matahari Seed, 12. PT Sang Hyang Seri, 13. PT Nunhams Sementara produsen benih kentang dan sayuran lokal yang berpartisipasi adalah : 1) Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2) Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara. 3) Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. 4) Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. 5) Dr. Sudarisman NTB. 6) Prof. Baharuddin, Sulawesi Selatan. 7) M. Khudori, Garut.

 KOORDINASI PENGENDALIAN OPT PENGGEREK BATANG DI KAB. BEKASI 
Pertemuan Koordinasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Penggerek Batang dilaksanakan di Dinas Pertanian Kab. Bekasi (28/05) dalam rangka untuk mengantisipasi meluasnya serangan penggerek batang padi yang cukup tinggi saatmemasuki musim kemarau pada beberapa Kecamatan di Kab. Bekasi. Pertemuan ini dihadiri para POPT, Kepala UPTD, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Dinas Kab. Bekasi. Adapun Tujuan pertemuan ini dengan cara diskusi dan worshop untuk : (a) Menyamakan persepsi dan pemahanan gerakan pengendalian OPT penggerek batang padi. ( b)


Menyusun strategi pengendalian agar luas serangan dapat menurun. Hasil pertemuan ini menetapkan, pada 12 kecamatan (Cikarang timur, Cibitung, Babelan, Sukawangi, Tambun Utara, Tambelang, Sukatani, Cikarang Pusat, Pebayuran, Serang Baru, Cikarang Selatan dan Kedung Waringin) di Kab. Bekasi akan segera dilaksanakan gerakan pengendalian OPT penggerek batang secara bertahap, yang dimulai pada tanggal 29 Mei s.d. 01 Juni 2012. Gerakan pengendalian mengikutsertakan Kelompok Tani pemilik sawah yang terserang OPT penggerek batang.

Monitoring SLPHT Padi di kec. Arjawinangun Cirebon
Monitoring SLPHT  padi in dilaksanakan di  desa Geyongan Kecamat an Arjawinangun Kabupaten Cirebon  oleh Kelompok Tani Belik dengan ketua kelompok bapak yoyon,  dihadiri oleh 25 orang petani,.
Tujuan Sekolah lapang ini untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan memasyarakatkan PHT secara luas diharapka output SL ini peserta menjadi ahli PHT, Mandiri Dinamis dan Sejahtera sera mengeluarkan 2 pemandu SL dan 1 orang petani pengamat.
Materi materi sesuai pedoman yang sudah baku, dan topik khusus disesuaikan dengan permasalahan yang ada di desa tersebut.



Rapat Koordinasi dan Dialog Interaktif Wakil Menteri Pertanian RI 
     Sesuai dengan amanat Presiden RI pada Rapat Sidang Kabinet Terbatas tanggal 6 September 2011 dan Pidato Kebijakan pada Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II pada Tanggal 19 Oktober 2011, dinyatakan bahwa produksi pangan dalam negeri harus mampu menyediakan surplus beras sebesar 10 juta ton pada tahun 2014. Peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dalam rangka mewujudkan surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014 bukan hanya merupakan tanggung jawab Kementrian Pertanian saja, melainkan tanggung jawab semua pemangku kepentingan baik dari instalasi pusat maupun instalasi daerah. Untuk mencapai surplus beras 10 juta ton tahun 2014 diperlukan kerja sama yang baik antara Kementrian Pertanian, Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian BUMN, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/kota, serta para penyuluh, POPT dan mantri tani yang sehari-hari bekerja mendampingi para petani di lapangan, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan, hinga monitoring dan evaluasi. Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut Wakil Menteri Pertanian beserta Eselon I terkait, mengadakan dan melakukan panen serta dialog interaktif bersama-sama, Gubernur Jawa Barat , Bupati Purwakarta, dan P.T Sang Hyang Seri, bersama petani dan POPT di desa cikopo, Kecamatan Bungur Sari, Kabupaten Purwakarta, sekaligus mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan Provinsi Jawa Barat, seluruh Dinas Pertanian Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, Kepala Bali Pengkajian Teknologi Pertanian, Asisten Daerah II Provinsi Jawa Barat dan Pimpinan Badan Pelaksana Penyuluhan dari seluruh Kabupaten /kota di Provinsi Jawa Barat dalam rangka monitoring, evaluasi dan koordinasi pelaksanaan P2BN di Wilayah Jawa Barat menuju surplus 10 juta ton beras tahun 2014 sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI. Tujuan Rapat Koordinasi dan Dialog Interaktif Wakil Menteri Pertanian di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat:(1) Melakukan Panen Padi di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. (2) Melakukan Dialog Interaktif antara Wakil Menteri Pertanian, Gubernbur Jawa Barat, Bupati Purwakarta dan Direksi P.T Sang Hyang Seri bersama petani dan POPT, penyuluh serta pemangku kepentingan lainnya di desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. (3) Rapat Koordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat dan Seluruh Dinas Pertanian kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Pimpinan Badan Pelaksana Penyuluhan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam rangka monitoring, evaluasi dan koordinasi pelaksanaan P2BN di Wilayah Jawa Barat menujun surplus 10 juta ton beras Tahun 2014 sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI. Dialog interaktif dalam Peningkatan Kapasitas penyuluhan Dalam Mendukung Program Peningkatan  Produksi beras Nasional (P2BN)  bersama wamentan dan Gubernur Jawa Barat.
Lokasi di desa cikopo  Kec Bungursari kab. purwakarta  dihadiri oleh Wakil menteri, Gubernur Jawa Barat, Bupati purwakarta, dan sejulah eselon I lingkungan kementerian pertanian, dan kepala Dinas atau kepala bidang yang membidangi tanaman, dan kelompok tani se jumlah kelompok tani di kab. Purwakarta.

Hasil panen diperoleh 4,34 ton/ha karena daerah ini tadah hujan dimana saat tanam pemberian air tidak optimal. Arahan Wamen agar memasuki MT 2011/2012 pertanaman agar dikawal baik secara teknologi maupun pengamanan dari gangguan OPT dan DPI

SURVEILANS ORGANISME PENGGAGU TANAMAN (OPT) PADA TANAMAN PADI DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Surveilans adalah suatu proses resmi yang ditujukan untuk mengumpulkan dan mencatat suatu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui survei, monitoring atau prosedur lain. Tujuan diadakannya surveilans antara lain : 1) mengetahui keberadaan OPT sasaran, kepadatan populasi, sebaran dan dinamikanya, 2) sebagai dasar analisa peramalan, 3) sebagai dasar Early Warning System, 4) alat evaluasi keberhasilan pengendalian tindakan OPT. Adapun keuntungan melakukan surveylance adalah : 1) Pemilihan sampel lebih sederhana, 2) metode lebih praktis, mudah dan efisien, 3) dapat memberikan gambaran global tentang situasi OPT, 4) dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, 5) lebih sederhana daripada survei namun lebih lengkap dari monitoring.
 Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar telah melakukan surveilans yang dilakukan di 4 (empat) Kecamatan, pada tanggal 25 s.d. 26 April 2012. Adapun Kecamatan yang mendapat kegiatan ini antara lain : Kecamatan Leuwisari (Desa Arjasari dan Ciawan), Kecamatan Sukarame (Desa Wargakerta dan Sulakarsa), Kecamatan Sariwangi (Desa Sariwangi dan Sirnasari) dan Kecamatan Cigalontang (Desa Nanggerang dan Lengkongjaya). Data hasil Surveilans dari beberapa Kecamatan ini diolah sementara dan disampaikan kepada Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Jabar Koordinator POPT untuk segera ditindaklanjuti dan dikeluarkan rekomendasi pengendaliannya, apabila OPT tersebut akan meningkat terutama Penyakit BLB. Dan yang harus diwaspadai pula adalah OPT Penggerek Batang, Tikus dan WBC. Keberadaan musuh alami untuk OPT Penggerek batang dan WBC cukup tersedia diantaranya Lycosa, Phaederusdan Coccinelidae.


PENGEMBANGAN METODE PENGENDALIAN OPT PANGAN DAN HORTIKULTURA DI INSTALASI PPOPT TASIKMALAYA

 Kegiatan Pengembangan Metode Pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura di Instalasi PPOPT Tasikmalaya diikuti oleh sebanyak 87 orang POPT yang ada di wilayah Instalasi PPOPT Tasikmalaya. Kegiatan Pengembangan Metode Pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura di Instalasi PPOPT Tasikmalaya diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 28 Maret 2012 bertempat Di Kantor Instalasi PPOPT Tasikmalaya. Tujuan dilaksanakan kegiatan diantaranya : (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas POPT dalam pengembangan metode pengendalian OPT pangan dan hortikultura. (2) Meningkatkan kualitas teknologi pengendalian OPT pangan dan hortikultura Narasumber diantaranya : (1.) Dede Kusdiaman, (Balai Besar Tanaman Padi - Kabag Tata Usaha - Peneliti Hama Menyampaikan Judul Makalah yaitu PTT Padi Sawah ; Implementasi Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT) memperkecil resiko kehilangan hasil panen (2) Ineu Sulastrini (Balai Penelitian Tanaman Sayuran – Peneliti Muda) Menyampaikan Judul Makalah yaitu PHT Pada Tanaman Cabai dan Tomat (3) Dr. Ir. H. Sudarjat (Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran - Lektor Kepala) Menyampaikan Judul Makalah yaitu Pengembangan Pengendalian OPT Manggis .

POPT DIALOG INTERAKTIF PENGENDALIAN HAMA TERPADU 
Kerja sama BPTPH prov.Jawa barat dengan RRI Bandung disiarkan langsung dari jalan Diponegoro Bandung
 Perlindungan tanaman dalam upaya penekanan kehilangan hasil akibat serangan OPT dan DPI merupakan bagian integral dari sistem produksi, peran perlindungan tanaman dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan dan pengembangan hortikultura sangat besar, terutama dalam mempertahankan produktivitas dan kualitas hasil. Simak pembahasan tentang pengenalan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman pangan dan hortikultura dengan menerapkan PHT oleh nara sumber dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Barat setiap hari Selasa dan Kamis pukul 17.00 s/d 16.00 pada acara Siaran Pedesaan RRI Bandung PRO 4.AM 540 ( info bbn 26042012)

Kegiatan sosialisasi Pengembangan teknologi ramah lingkungan melalui TVRI 

Dalam mengisi acara "salam desa" Program TVRI studio bandung yang akan disiarkan pada tanggal 10 April 2012 secara nasional oleh TVRI jakarta pada kesempatan itu BPTPH provinsi Jawa barat memberikan materi penerapan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang berbasis PHT. Materi penyampaian oleh Kepala BPTPH sekilas pengertian teknologi ramah lingkungan. Pengendalian OPT yang berwawasan lingkungan atau ramah lingkungan dalam menuju pertanian yang berkelanjutan. Dimana Pengendalian OPT memprioritas budidaya tanaman yang sehat serta menempatkan penggunaan pestisida dengan alternatif terakhir bila cara lain sudah tidak ampuh. Upaya BPTPH Prov.Jawa Barat pada pengamanan produksi tahun 2012 mengantisipasi melalui teknologi pengendalian ramah lingkungan. Pengertian teknologi ramah lingkungan adalah : (1) penggunaa Agenshayati, (2) penggunaan Pestisida Nabati dan (3) Penggunaan Teknologi spesifik lokasi. Penggunaan Agens Hayati terdiri dari(1)Predator,(2)Parasitoid dan (3)Patogen serangga. Patogen serangga digolongan kedalam kelompok (a) Kelompok Jamur, (b) kelompok bakteri,(c)kelompok virus, (d) agens antagonis(kelompok jamur dan kelompok bakteri) serta penggunaan Pestida nabati (ber bahan aktif tunggal atau jamak yang berasal dari tumbuhan) Kelompok tani Pos Pengembang Agens hayati ada 55 kelompok yang aktif dengan jumlah total kelompok tani yang telah mengikuti Sekolah lapang sejak tahun 1991 sebanyak 22.434 kelompok tani.

MUSRENBANG Provinsi Jawa Barat 2012 
       Upaya mewujudkan sinergitas Perencananan pembangunan daerah yang diamanatkan oleh UU no 25 tahun 2004 tentang sistemperencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) telah diselenggarakan Musrenbang provinsi jawa Barat tanggal 10 sampai 11 april 2012 bertempat di Hotel Horison Bandung .

Dengan Tema " Mengintegrasikan peran pemerintah dunia usaha, akademisi dan komunitas dalam mewujudkan pembangunan tematuik sektoral dan perkuatan pembangunan tematik kewilayahan untuk mempercepat masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera " atau "Mengintegrasikan peran dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas dalam meningkatkan pembangunan sektoral dan perkuatan pembangunan sektoral mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri, dinamis dan sejahtera " selain itu tujuan: a. Sebagai forum pelaku pembangunan dan melakukan rencana pembangunan di Jawa Barat, b.Menjadi perioritas pembangunan seluruh kepentingan c. Mendapatkan usaha akhir, d Menyusun matematik desa sebagai kebijakan pembangunan, e. Membangun yang dengan mengikutsertakan stakeholder, f. menciptakan terobosan baru. Bersamaan itu diluncurkan situs perencanaan Online dengan nama " rkpdonline.jabarprov.go.id " oleh Gubernur Jawa barat. 5 Arahan Presiden dipedomani dalam perencanaan yakni (1).Kebijakan Peningkatan APBNP Tahun 2012, (2) .Kebijakan peningkatan penerimaan negara, (3).Kebijakan penghematan energi secara bertahap, (4) .Kebijakan penggunaan gas domestik untuk menggerakan sektor rill, (5).Peningkatan investasi harus didukung oleh iklim dan peraturan yang kondusif.


kegiatan pertemuan koordinasi petani alumni slpht pangan dan hortikultura dalam rangka pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati di instalasi ppopt indramayu 
     Untuk mengatasi kesenjangan informasi teknologi pengendalian opt khususnya kepada para petani alumni slpht di jawa barat diperlukan suatu pertemuan koordinasi petani alumni slpht pangan dan hortikultura. dalam rangka pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati agar lebih terjalin kerjasama dan saling berbagi pengalaman antar petani serta untuk lebih tersosialisasikan pengendalian opt yang ramah lingkunganyang diharapkan terciptanya suatu teknologi pengendalian yang aplikatif dan dapat direkomendasikan. pertemuan bertujuan : (1) dukungan pengembangan teknologi pengendalian opt ramah lingkungan di tingkat petani (2) melaksanakan fasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi pengendalian opt ramah lingkungan dari hasil penelitian kepada petani. (3) melaksanakan pembentukan jaringan kerjasama antar petani alumni slpht pertemuan ini dilaksanakan di instalasi ppopt indramayu pada tanggal 21 maret 2012. dengan 50 orang petani alumni slpht. 
Materi adalah : (1). teknologi pengendalina opt ramah lingkungan , (2) pengembangan teknologi opt ramah lingkungan di tingkat petani, (3) Pentingnya jaringan komunikasi antar petani untuk mengaman kan dan meningkatkan produksi pertanian metode kegiatan metode kegiatan ini adalah berupa : penyampaian materi peserta dan diskusi hasil : ungkapan pengalaman peserta demgam materi : - corynebacterium untuk mengendalikan hama wbc, p.batang, belalang dan walang sangit pada tanman padi, kutu daun dan trips pada tanaman sayuran - trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit fusarium sp. pada tanaman bawang merah dan cabai merah - pestisida nabati dari bahan-bahan nimbi, sirsak, gadung, laos,berenuk dll. untuk mengendalikan berbagai opt pangan dan hortikultura - pembuatan pupuk organik/kompos dan mol dari bahan-bahan yang diambil dari buah-buahan local rencana tindak lanjut peserta bersepakat membentuk forum petani pengembang agens hayati (FPPAH) ciayumajakuning dengan calon pengurus 2 orang tiap kabupaten yaiu : • bpk. haerudin dan bpk. maman hermanto dari kabupaten kuningan • bpk. engkos dan bpk.sunarya dari kabupaten majalengka • bpk. anwar dan bpk. tawin dari kabupaten indramayu • bpk. muksan dan bpk.masrad dari kabupaten cirebon hasil berembug dari 8 orang tadi maka terpilihlah susunan pengurus inti , yaitu : - ketua adalah bp. muksin dari cirebon - sekretaris adalah bpk. anwar dari indramayu - bendahara adalah bpk. masrad dari cirebon - untuk kegiatan selanjutnya 

Pembinaan mental disiplin PNS di Pangandaran kab Ciamis
 Dalam rangka penanaman disiplin kebersamaan  dan penanaman sifat korsa PNS dipandang perlu melakukan  pembinaan mental PNS yang dilaksanakan tanggal 30 Maret sampai 01 april 2012 di pangandaran kab.Ciamis yang diikuti kurang lebih 100 PNS di lingkungan dinas Pertanian Tanaman pangan Prov. Jawa Barat.

Ruang Publik dalam acara pengendalian Tomcat di TVRI studio Bandung



Upaya sosialisai pengendalian Tomcat  yang akhir akhir ini heboh  dimasyarakat, untuk itu  BPTPH prov jawa barat bersama rumah sakit Hasan sakin menjadi nara sumber talk show dalam upaya pengendalian tomcat  di Jawa Barat. Tomcat dilihat dari sudut pertanian karena serangga ini populasinya banyak ditemukan di pertanaman padi sawah dan upaya pencegahan dan penanganan apabila terkena cairan paderin yang ada dalam tubuh tomcat oleh Direktur utama RSHS bandung.. talkshow dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2012 di studio TVRI bandung(ek)

Pertemuan Koordinasi tehnis Perlindungan Tanaman pangan di Instalasi PPOPT Indramayu tahun anggaran 2012

Pertemuan ini  dilaksanakan tanggal 27 Maret 2012 merupakan kegiatan rutin dari instalasi PPOPT dengan tujuan (1) Menyamakan pemahaman/persepsi kegiatan bperlindungan, (2) menambah pengetahuan/wawasan/informasi terbaru, (3) merumuskan langkah antisipasi serangan OPT di akhir MT.2010/2011 dan MT 2012 dan pemecahan masalah. Dihadiri kepala BBPOPT, Ditlin korf fungsional POPT, Kepala instalasi PPOPT, kepala Balai BPTPH, dan POPT sejumlah 120 orang (termasuk THL sejumlah 35). laporan Kepala instalasi PPOPT wil Indramayu, menjelaskan kondisi lapangan sat ini di wil indramayu sudah dan menjelang panen. dengan kondisi lapang OPT dominan saat ini Blast dan BLB.dan biasanya OPT yang menyerang Musin gadu adalah WBC karena saat ini telah ditemukan ada populasi WBC dilapangan.untuk itu agar segera merenkomendasikan pada apabila ditemukan sawah yang terserang. Kebijakan upaya menekan serangan OPT adalah serangan tertinggi 5 % dengan 95 % areal pertanaman bebas dari serangan OPT utama. upaya yang dapat diterapkan adalah Responsif dan Preemtif serta SpotStop (ek)
Pengembangan Metoda pengendalian OPT Pangan dan Hortikultura  bagi petugas pengendali OPT 
Metoda  pengendalian OPT harus berkembang terus sesuai tuntutan dilapangan, sehubungan dengan hal tersebut pada tanggal 22 Maret 2012. bertempat di aula BPTPH prov Jawa barat telah dilaksanakan kegiatan pengembangan metoda pengendalian OPT  pada tanaman pangan dan hortikultura.
pertemuan ini dihadiri opeh POPT 6  wilayah  cimahi, bandung kota, bandung, garut, bandung barat dan sumedang. sejumlah  125 orang (termasuk THL 81 orang)

Hearing dengan DPRD Prov Jawa barat di Kab garut
 Pertemuan dengan DPRD Prov. jawa barat dengan dinas pertanian tanaman pangan dan UPTD dinas sebanyak 8 UPTD telah dilaksanakan tanggal 20 maret 2012 di Garut pembahasan, diskusi menyakut tentang (1) evaluasi kegiatan 2011, (2) pelaksanaan 2012 dan (3) rencana kegiatan yang strategis 2013.
Kedepan pemerintah memperioritaskan pelayanan publik  disetiap kegiatan pada lingkup Dinas pertanian dii prov. Jawa barat.

Siraman Rohani oleh Bapak prof Dr. Miftah Farid
Ceramah bulanan untuk membentuk karakter bangsa. Sajian rohani setiap bulan betujuan membentuk karakter yang baik sebagai pelayan masyarakat. Ahlak harus terbentuk dan bersama sama semua bergerak dalam ceramahnya 7 karakter yang harus dijalankan untuk kesuksesan membentuk karakter bangsa yakni
(1)  Iman percaya ( percaya atas kebaikan yang diberikan dari allah SWT), (2) Solat yang khusuk, (3) Gunakan waktu yang bermanfaat dan tinggalkan berbuat waktu yang tidak bermanfaat, (4) Membayar zakat sesuai aturannya dan wajid dijalankan, (5) Hubungan suami istri yang harmonis, menyalurkan cinta pada istri yang sah, (6) Berbuat jujur dan (7) Mantap menjalankan solat yang berkualitas.Mudah mudahan ke 7 karakter ini dapat dijalankan dengan bimbingan dan lindungan Allah SWT.

Sosialisasi Petunjuk teknis pengusulan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara
Peluang untuk naik pangkat dengan penemuan baru disampaikan oleh Dr. Diaz D Santika Msc dai LIPI. Dalam kenaikan pangkat istimewa ini adalah point dengan mendapatkan penemuan baru.. Kriteria penemuan baru ini tidaklah terlalu sulit buat diajukan bagi seorang PNS cukup diajukan melalui proposal penemuan barunya ke LIPI jakarta ( dari sini nanti pihak lipi akan menyurati memberitahukan syarat syart yang masih kurang bila ada). Kriteria bagi penemuan baru ada 3 point yang harus dipenuhi yakni (1) Penemuan bersifat relevan, (2) Original (tidak mengkopi,meniru atau mengikuti penempuan orang lain) dan (3) berdampak luas, bermanfaat bagi orang banyak. Bagi petugas lapang POPT, PBT dansebagainya sangat diharapkan dapat mengusulkan peluang ini, menurut nara sumber dari lingkup pertanian masih jarang bahkan belum mengunakan usulan peluang ini untuk naik pangkat. bagipetugas lapangan yang berminat silahkan copi materinya (hubungi email kami).(ek) .

Mengikuti  upacara Hari  kesadara Nasional
        Upacara merupakan kewajiban dalam menjalankan tugas, diantara sekian upacara, apel yang diikuti diantara apel Hari kesaran Nasional yang dilaksanakan di halamam Dinas Pertanian tanaman pangan Prop. Jawa barat jln Surapati 71 Bandung. Dalam peningkatan displin  dalam PP no 53 tahun 2010 tentang pokok kepegawean mengamanatkan tentang  PNS harus disiplin. menciptakan PNS yang berdisiplin,bermoral dan handal dan dapat menjamin tata tertip dan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan. dan dapat mendorong PNS lebih produktif berdasarkan profesionalismenya.berdasarkan sistem karier, sistem kerja.  karena tantangan yang kita hadapi kedepat semakin komplek dan rumit dengan banyak tuntutan dari masyarakat.
Pimpinan mengajak agar kita bekerja bersama sama dan sama sama meningkatkan kinerja untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura. dan mengingatkan sejumlah kewajiban PNS adalah (1) Telah mengucapkan sumpah dan janji PNS dan sumpah jabatan, (2) program kegiatan tahun 2012. selain itu kegiatan website internet yang sudah 2 tahun ( 2010 dan 2011)  berturut memenangkan juara tingkat Nasional di tingak kementrian pertanian maka di tahun ini tahun 2012 pada bulan mei akan berkompetisi yang ke 3 kali apabila menang maka menjadi juara tetap dan tidak dilombakan kembali selama 2 tahun berturut turut perlu dukungan dari masing masing UPTD. sebagai media menyemangai media IT kita.perlu melaporkan kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dimasing UPTD..Arahan ini disampaikan oleh kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan prov Jawa barat

Dalam rangka penanaman sikap Mental, disiplin, dan Jiwa korsa bagi PNS  di linkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat
        Untuk menerapkan jiwa disiplin sikap mental dan jiwa korsa kegiatan ini dilaksanakan di pangan daran kab. ciamis pada tanggal 30  Maret sampai 1 April 2012.

Pertemuan Koordinasi Alumni SLPHT Pangan dan Hortikultura tahun 2012 dalam Rangka Pembentukan Jaringan Pengguna Agens Hayati Instalasi PPOPT Bandung 
         Tujuan kegiatan ini (1)melaksanakan dukungan pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan di tingkat petani, (2) Melaksanakan fasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan dari hasil penelitian kepada petani,(3) Melaksanakan pembentukan jaringan kerjasama antara petani alumni SLPHT untuk pembentukan jaringan petani pengembang agens hayati. Dalam pertemuan yang dilaksanakan tanggal 20 Maret 2011 ini dihadiri Peserta Petani Alumni SLPHT sebanyak 50 Orang (yang terdiri dari 8 kelompok tani), kepala Instalasi PPOPT Wil.Bandung,Kepala BPTPH Provinsi Jawa Barat,dan fungsional POPT. Peserta Kegiatan Pertemuan Kordinasi Alumni SLPHT Pangan dan Hortikultura dalam rangka pembentukan jaringan petani pengguna agens hayati di Instalasi PPOPT Bandung. Hasil dari pertemuan adalah Membentuk jaringan petani pengguna agens hayati,(1)Terbentuknya kepengurusan asosiasi petani pengembang dan pengguna agens hayati untung Wilayah Bandung yang diketuai oleh Bapak Ayi Supriatna (dari kelompok tani Nurani sejahtera kec.Bojongsoang), Sekretaris Bapak Ade (Kelompok tani Bina warga Kec.Tanjungmedar),Bendahara Deden (Kelompok tanu Boemi Nursery kec.Lembang KBB),(2) Petani akan menggunakan dan mengembangkan agens hayati/biopestisida dalam Pengendalian OPT. Diharapkan kedepan jaringan ini mampu memberi motivasi ke kelompok lain dalam hal mengembangkan, menerapkan pengengendalian OPT ramah lingkungan (agens hayati dan pestisida nabati) secara luas

Mengikuti Workshop Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dan Layu Pseudomonas dalam Skala Luas
       Worshop dilaksanakan di Banjarmasin tanggal 14-17 Maret 2012 Peserta 12 Propinsi yang dihadiri oleh Propinsi Aceh, Lampung, Jawa Barat 0 ir. Lukman Nul Hakim MP), Sumatra Selatan,Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Lombok, dan Bali. Tujuan dari kegiatan ini adalah Mengendalikan Layu Fusarium dan Layu Bakteri dalam skala luas, sehingga memerlukan beberapa strategi untuk gerakan pengendalian secara luas. Strategi yang disepakati dalam kegiatan ini yaitu: Strategi Penanggulangan Penyakit Fusarium 1. Peningkatan pengamatan dan pelaporan 2. SLPHT dan Gerakan dan Pengendalian OPT 3. Penggunaan sarana perlindungan ramah lingkungan agens hayati, pembungkusan buah 4. Penerapan berbagai cara dalam kesatuan rencana/ program secara terpadu 5. Peningkatan peran kelembagaan (Sarana Labolatorium) 6. Peningkatan kemampuan SDM (POPT, Alumni SLPHT, Petani PHT).

PERTEMUAN KORDINASI TEKNIS PELAKSANA KEGIATAN PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN TAHUN 2012 DI YOGYAKARTA 
        Untuk memantapkan kegiatan pengamanan produksi tanaman pangan pada Program Peningkatan Ketahanan Pangan Tahun 2012, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim global dan kebijakan strategis terkait lainnya, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan melaksanakan Kordinasi Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tanaman Pangan diselenggarakan Hari Selasa-Kamis,tanggal 13-15 Maret 2012, yang bertempat di Hotel Saphir Yogyakarta, ( dihadiri jawa barat Kepala balai dan staf fungsional Ir. Arifani M) acara :Penyerahan laporan, penjelasan asuransi pertanian, seminar penyakit Blas dan HDB (a) Penyakit Blas dan penangannannya (b)Penyakit Kresek dan penanganannya (c)Penanganan Penyakit blas dan Kresek,
Pakaian keamanan dalam mengendalian OPT

Pakaian khusus untuk penyerangan OPT dilapangan. Alat keamanan ini sijamin tidak bocor oleh air, sehingga pengguna dapat terbebas dari kontaminasi dengan inseksitida saat menyemprot. anti panas alias dingin bila digunakan.


Sedikit mengulas wira usaha
         Wira usaha sangatlah penting.

Suasana Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi Sawah di kec sukawangi,bekasi
Situasi begini sudah sering terjadi disaat kegiatan gerakan pengendalian diadakan. Petani tidak sabar menerima jatah insektisida untuk melakukan penyemprotan dilahan sawah. Untuk mengurangi serangan penggerek batang Padi di Sawah yang cukup tinggi di akhir musim tanam 2011/2012 bulan maret 2012, telah dilakukan pengendalian OPT dengan mengikut serta masyarakat, stake holder. Di kec Sukawangi kab. Bekasi Gerakan pengendalian OPT merupakan salah satu kegiatan di BPTPH untuk bersama sama dengan petani pantura melaksanakan aksi penurunan luas dan intensitas serangan penggerek batang. Kegiatan Gerakan ini bertujuan (1) Memberdayakan petani agar petani lebih peduli akan pentingnya pengendalian OPT secara serentak dalam suatu hamparan yang luas yang dikenal dengan gerakan pengendalian OPT, (2) Memotivasi masyarakat tani untuk ikut aktif pengendalikan OPT, (3) Memupuk kerjasama antar kelompok tani dalam upaya pengendalian OPT. Tentunya gerakan pengendalian OPT ini bersama Brigade Proteksi Tanaman (BPT).